Liputan6.com, Jakarta Cara membasmi tungau debu sampai tuntas dimulai dari kamar tidur, yaitu mencuci seprai dengan air panas, menjemur kasur, dan menyedot debu dengan vacuum berfilter HEPA. Setelah itu, jaga kelembapan ruangan tetap rendah supaya tungau tidak cepat berkembang biak lagi.
Satu hal perlu kamu pahami: "tuntas" di sini artinya menekan jumlah tungau serendah mungkin, bukan menghilangkannya 100 persen. Karena itu, cara membasmi tungau debu sampai tuntas selalu berupa gabungan beberapa kebiasaan yang dilakukan rutin.
Tungau debu, atau Dermatophagoides pteronyssinus adalah hewan mikroskopis yang memakan serpihan kulit mati manusia. Sebagaimana dilaporkan NBC News, menurut American Lung Association, sekitar empat dari lima rumah memiliki hama ini. Berikut ulasan selengkapnya, dirangkum Liputan6.com pada Sabtu (7/11/2026).Â
Advertisement
1. Basmi Tungau di Perlengkapan Tidur dengan Suhu Panas
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9326865/original/036671300_1787039835-House_Dust_Mite.jpg)
Kasur, bantal, dan seprai menjadi tempat yang ideal bagi tungau debu untuk berkembang biak. Karena itu, cara membasmi tungau debu sampai tuntas sebaiknya dimulai dari area tempat tidur. Salah satu kuncinya adalah menggunakan suhu air yang tepat karena air dingin belum tentu mampu membunuh tungau.
Profesor George Du Toit, profesor alergi anak di Allergy Centre of Excellence, dikutip dari Tom's Guide, menjelaskan bahwa tempat tidur menyediakan lingkungan ideal bagi tungau debu. Kondisi tersebut didukung oleh ketersediaan makanan, suhu hangat yang stabil, serta kelembapan dari keringat dan napas manusia.
Dilansir dari Mayo Clinic, seprai, selimut, dan sarung bantal sebaiknya dicuci menggunakan air bersuhu minimal 130 derajat Fahrenheit (sekitar 54,4 derajat Celsius). Jika tidak memungkinkan mencuci dengan air panas, masukkan barang-barang tersebut ke mesin pengering bersuhu tinggi selama minimal 15 menit, kemudian cuci dan keringkan kembali untuk menghilangkan alergen.
Beberapa langkah berikut bisa diterapkan untuk membantu mengurangi populasi tungau debu di tempat tidur:
1. Cuci seprai seminggu sekali: Cuci seprai, sarung bantal, dan sarung guling menggunakan air bersuhu minimal 54 derajat Celsius. Jika mesin cuci memiliki fitur sanitize atau pencucian air panas, kamu bisa memanfaatkannya.
2. Keringkan hingga benar-benar kering: Gunakan mesin pengering bersuhu tinggi atau jemur kain di bawah sinar matahari. Pastikan tidak ada bagian yang masih lembap sebelum digunakan kembali.
3. Bekukan barang yang tidak bisa dicuci: Mengutip WebMD, boneka kesayangan anak yang tidak bisa dicuci dapat disimpan di dalam freezer selama 48 jam untuk membunuh tungau. Metode pembekuan barang berukuran kecil ini juga bisa diterapkan pada bantal hias.
4. Pasang sarung kasur antitungau: Gunakan pelindung kasur dan bantal beritsleting dengan tenunan kain yang rapat. Merujuk penelitian dalam Journal of Allergy and Clinical Immunology, penggunaan sarung pelindung tersebut dikaitkan dengan penurunan signifikan konsentrasi alergen tungau di kasur selama 12 bulan.
5. Pertimbangkan mengganti kasur dan bantal kapuk: Kapuk dapat menjadi tempat berkumpulnya tungau karena mampu menahan debu dan kelembapan. Jika memungkinkan, pertimbangkan beralih ke bantal berbahan dakron atau poliester. Apabila belum bisa mengganti kasur kapuk, gunakan pelapis antitungau sebelum memasang seprai. Â
Advertisement
2. Kendalikan Kelembapan dan Suhu Ruangan
Kamar yang lembap dapat membuat tungau debu kembali berkembang biak meskipun kamu sudah rutin membersihkan tempat tidur. Karena itu, mengatur kelembapan ruangan menjadi bagian penting dari cara membasmi tungau debu sampai tuntas, terutama di Indonesia yang beriklim tropis.
Mengacu pada riset yang diterbitkan Indonesian Pediatric Society, tungau debu rumah banyak ditemukan di wilayah tropis dengan suhu 25–30 derajat Celsius dan kelembapan lebih dari 50 persen. Sementara itu, berdasarkan penjelasan HGTV, tungau menyerap dan kehilangan cairan melalui kulitnya sehingga rentan mengalami dehidrasi ketika kelembapan relatif berada di bawah 50 persen.
Dr. Myron Zitt, mantan presiden American College of Allergy, Asthma and Immunology, dikutip dari AARP, menjelaskan bahwa menurunkan kelembapan ruangan hingga di bawah 50 persen, idealnya 35–40 persen, dapat membantu mengurangi populasi tungau secara signifikan.
Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menjaga kamar tidur tetap kering dan tidak terlalu lembap:
1. Ukur kelembapan dengan higrometer: Gunakan higrometer untuk memantau tingkat kelembapan kamar. Menurut Pro Housekeepers, alat pengukur ini bisa ditemukan dengan harga terjangkau di toko perkakas.
2. Nyalakan AC atau dehumidifier: Kedua alat ini dapat membantu mengurangi kelembapan udara di kamar tidur. Penggunaannya bisa lebih diperhatikan saat musim hujan ketika ruangan cenderung lebih lembap.
3. Biarkan udara dan cahaya matahari masuk: Buka jendela atau ventilasi setiap pagi agar terjadi pertukaran udara. Sinar matahari yang masuk juga membantu mengurangi kondisi lembap di dalam kamar.
4. Jemur kasur dan bantal secara rutin: Sesekali jemur kasur dan bantal di bawah sinar matahari langsung selama 2–3 jam untuk setiap sisi. Kamu juga bisa menepuk-nepuk permukaannya untuk membantu melepaskan debu yang menempel.
5. Kurangi sumber kelembapan di kamar: Hindari menumpuk barang basah atau membiarkan sudut ruangan tetap lembap. Mengacu pada Weill Cornell Medicine, tanaman juga sebaiknya tidak diletakkan di kamar tidur karena daun yang membusuk dan peningkatan kelembapan dapat memicu pertumbuhan jamur.
3. Bersihkan Debu dengan Alat dan Teknik yang Tepat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9390569/original/045244100_1793848917-pexels-helenalopes-27176673.jpg)
Debu bukan hanya menjadi tempat berkumpulnya tungau, tetapi juga menyediakan sumber makanan bagi organisme kecil tersebut. Karena itu, membersihkan debu dengan cara yang tepat, bukan sekadar memindahkannya ke tempat lain, menjadi langkah penting dalam cara membasmi tungau debu sampai tuntas.
Dr. Myers, dokter spesialis alergi, dikutip dari The Healthy, menjelaskan bahwa beberapa perubahan sederhana dalam kebiasaan sehari-hari dapat memberikan perbedaan besar dalam mengurangi paparan alergen di rumah.
Berikut beberapa cara membersihkan debu agar tidak menjadi tempat berkembangnya tungau:
1. Sedot debu minimal seminggu sekali: Gunakan vacuum cleaner dengan filter HEPA untuk membersihkan kasur, sofa, dan karpet. Berikan perhatian lebih pada bagian jahitan, lipatan, serta sisi kasur yang sering luput dari pembersihan.
2. Lap menggunakan kain basah, bukan kemoceng: Seperti dijelaskan Healthline, kain atau alat pel basah membantu mengangkat debu sekaligus mencegahnya kembali beterbangan. Sebaliknya, kemoceng justru berisiko menyebarkan debu ke udara sebelum akhirnya mengendap kembali.
3. Manfaatkan uap panas: Mengacu pada Cure Allergy Clinic, metode pembersihan bersuhu tinggi seperti steam cleaning dapat membantu membunuh tungau saat terkena panas secara langsung. Cara ini bisa diterapkan pada karpet dan sofa dengan memperhatikan petunjuk perawatan bahannya.
4. Kurangi barang yang mudah menumpuk debu: Simpan boneka berbulu di dalam kotak tertutup dan hindari menumpuk terlalu banyak buku atau barang dekorasi. Jika memungkinkan, pertimbangkan mengganti karpet kamar dengan lantai ubin, kayu, atau vinil yang lebih mudah dibersihkan.
5. Bersihkan area hewan peliharaan: Rontokan kulit hewan peliharaan dapat menjadi sumber makanan bagi tungau debu. Dilansir dari Oh So Spotless, alas tidur hewan sebaiknya dicuci seminggu sekali menggunakan air panas agar debu dan alergen yang menempel dapat dikurangi.
Advertisement
Kesalahan yang Bikin Tungau Debu Cepat Kembali
Sudah rajin membersihkan rumah, tetapi tungau debu tetap muncul lagi? Bisa jadi masalahnya bukan karena kurang usaha, melainkan ada kebiasaan yang kurang tepat saat membersihkan ruangan. Agar cara membasmi tungau debu sampai tuntas memberikan hasil lebih optimal, penting untuk menghindari beberapa kesalahan berikut.
Berdasarkan ulasan The Woolshire, pedoman bersama AAAAI/ACAAI tahun 2013 secara tegas tidak merekomendasikan penggunaan bahan kimia pembunuh tungau sebagai langkah pengendalian utama. Hal ini menunjukkan bahwa pengendalian tungau sebaiknya lebih mengutamakan kebersihan lingkungan dan pengurangan sumber alergen.
- Hanya mengandalkan semprotan disinfektan: Mengutip eufy, disinfektan mungkin dapat membunuh tungau, tetapi belum tentu menghilangkan alergen yang tertinggal dan tetap bisa memicu reaksi alergi. Karena itu, penyemprotan saja tidak cukup untuk mengatasi masalah tungau.
- Menganggap minyak esensial pasti membunuh tungau: Merujuk panduan Or and Zon, tidak ada semprotan atau minyak esensial yang dapat diandalkan untuk membasmi tungau debu. Jika digunakan, minyak esensial sebaiknya hanya dianggap sebagai pelengkap, bukan metode utama.
- Mencuci kain menggunakan air dingin: Air dingin mungkin membantu menghilangkan kotoran, tetapi tidak efektif membunuh tungau seperti pencucian dengan air panas. Gunakan suhu air yang sesuai untuk membantu mengurangi populasi tungau pada kain.
- Membersihkan menggunakan kemoceng atau sapu kering: Cara ini berisiko membuat debu beterbangan dan menyebar ke area lain. Sebaiknya gunakan kain lembap atau vacuum cleaner agar debu lebih efektif terangkat.
- Lupa mencuci sarung pelindung kasur: Sarung antitungau juga perlu dibersihkan secara berkala sesuai petunjuk perawatannya. Jika dibiarkan kotor, debu dan alergen tetap bisa menumpuk di permukaannya.
- Membiarkan kamar tertutup dan gelap sepanjang hari: Ruangan yang minim sirkulasi udara dan terlalu lembap dapat menciptakan kondisi yang mendukung keberadaan tungau. Biasakan membuka ventilasi pada pagi hari agar udara berganti dan kelembapan lebih terkendali.
- Berhenti membersihkan setelah satu kali pembersihan besar: Mengurangi tungau bukan pekerjaan sekali selesai. Perawatan tempat tidur, pengendalian kelembapan, dan pembersihan debu perlu dilakukan secara konsisten agar populasi tungau dan paparan alergennya tetap terkendali.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Tungau Debu
Apakah tungau debu bisa hilang 100 persen dari rumah?
Hampir tidak mungkin menghilangkan seluruh tungau debu dari rumah karena organisme ini dapat ditemukan di hampir semua lingkungan tempat tinggal dan memperoleh makanan dari serpihan kulit manusia. Namun, jumlahnya bisa ditekan serendah mungkin melalui pencucian kain dengan air panas, pengendalian kelembapan, serta pembersihan rumah secara rutin.
Berapa lama hasil membasmi tungau mulai terasa?
Mengacu pada penjelasan Apex Integrative Medicine, sebagian orang mulai merasakan perbaikan dalam 1–2 minggu setelah melakukan perubahan pada lingkungan kamar tidur. Sementara itu, manfaat yang lebih optimal biasanya terlihat dalam 4–8 minggu seiring berkurangnya populasi tungau dan paparan alergennya.
Kapan alergi tungau debu perlu diperiksakan ke dokter?
Jika bersin, hidung tersumbat, atau gatal terus muncul meskipun rumah sudah rutin dibersihkan, sebaiknya konsultasikan kondisi tersebut kepada dokter. Dikutip dari Cleveland Clinic, penanganan alergi tungau debu dapat meliputi antihistamin, kortikosteroid semprot hidung, hingga imunoterapi melalui suntikan alergi. Khusus imunoterapi, perbaikan gejala membutuhkan waktu dan bisa memerlukan hingga satu tahun suntikan rutin.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9391176/original/070792400_1793875895-Screenshot_2026-11-05_170652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259592/original/057928600_1781507421-guru_sekolah_rakyat_-_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4586406/original/086311500_1695517878-BNI_naikan_tarif.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296218/original/017054600_1784007463-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-14T123701.052.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5538281/original/062097100_1774509244-cropped-4414e507-21f5-497e-8adf-240ab46cc125.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9391954/original/072137000_1793958689-Vertical_500x656_-_Dayatana.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9345690/original/067748100_1789050705-WhatsApp_Image_2026-09-10_at_21.02.17.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344472/original/056989200_1788947104-WhatsApp_Image_2026-09-09_at_4.34.59_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9329986/original/052581700_1787307659-WhatsApp_Image_2026-08-21_at_17.03.26.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9308204/original/009529000_1785132477-WhatsApp_Image_2026-07-27_at_12.46.15_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9304577/original/005200700_1784721544-WhatsApp_Image_2026-07-22_at_18.12.19.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9291253/original/086637400_1783510555-WhatsApp_Image_2026-07-08_at_17.07.14.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290264/original/065273200_1783441564-WhatsApp_Image_2026-07-07_at_20.36.04.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290208/original/083376600_1783432448-WhatsApp_Image_2026-07-07_at_20.29.47.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290170/original/059488200_1783429797-WhatsApp_Image_2026-07-07_at_19.50.54.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9271167/original/049315200_1783170039-WhatsApp_Image_2026-07-04_at_17.30.33.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8974535/original/013451500_1782983178-1106e511-c5ef-46a5-8b74-de1fd75e92f8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262336/original/070728700_1781780140-WhatsApp_Image_2026-06-18_at_17.41.22.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1588019/original/097014900_1538998899-PG_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9392062/original/015622700_1793969928-WhatsApp_Image_2026-11-06_at_12.54.23_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4653599/original/043466900_1700279714-WhatsApp_Image_2023-11-18_at_10.51.59.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355055/original/082772300_1790070742-roman-budnikov-LrmVfNfhFOw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9387840/original/049454400_1793576292-S__73179165.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5437037/original/069686000_1765195130-WhatsApp_Image_2025-12-08_at_16.01.33.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3559193/original/024993600_1630573027-vlcsnap-2021-09-02-11h09m01s068__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385978/original/063727200_1793288759-IMG-20261029-WA0009.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385027/original/054806600_1793210212-WhatsApp_Image_2026-10-27_at_8.55.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384251/original/014376200_1793163977-WhatsApp_Image_2026-10-26_at_16.11.48.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5193655/original/000476600_1745236051-ChatGPT_Image_Apr_21__2025__06_46_46_PM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382249/original/070234100_1792985471-WhatsApp_Image_2026-10-25_at_09.42.1222.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385438/original/034111700_1793258441-01M633ZD2YBPZD9ZR61BQ1W9D4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9390581/original/089234700_1793849193-WhatsApp_Image_2026-11-04_at_9.21.15_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2965309/original/097420700_1573551048-20191112-Larangan-Vape-dan-Rokok-Elektrik-FANANI-6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5440138/original/001205000_1765424059-budi_harapan_hidup.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386232/original/018425600_1793338214-20261029_142711.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386219/original/021239500_1793337527-ksajdfb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9383104/original/043713300_1793070478-Gemini_Generated_Image_thj1uzthj1uzthj1__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382574/original/089574700_1793001390-cropped-6408b1d7-3cf6-4733-a6b6-3a313ad88c03.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9378558/original/029850300_1792551322-5905.jpg)