4 Cara Menghilangkan Jamur Kucing dengan Aman hingga Tuntas

Cara menghilangkan jamur kucing: obat antijamur, sampo khusus, cukur bulu, bersihkan rumah, dan isolasi agar jamur tidak kambuh dan menular.

Diterbitkan 27 Oktober 2026, 13:20 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Cara menghilangkan jamur kucing yang paling efektif adalah menggabungkan obat oles atau sampo antijamur dengan obat minum dari dokter hewan. Rumah juga perlu dibersihkan agar spora jamur tidak menempel lagi.

Kuncinya adalah sabar dan rutin, karena jamur kucing tidak hilang dalam beberapa hari. Kalau kamu berhenti di tengah jalan, jamur bisa kambuh dan menular ke kucing lain, bahkan ke kamu sendiri.

Supaya istilahnya jelas dulu, jamur kulit pada kucing dikenal dengan nama ringworm atau dermatofitosis. Walaupun namanya ringworm, penyakit ini sama sekali bukan disebabkan cacing, melainkan jamur. Dermatofitosis termasuk penyakit zoonosis, artinya bisa menular ke hewan lain dan juga ke manusia. Karena itu, cara menghilangkan jamur kucing harus dilakukan menyeluruh, mulai dari tubuh kucing sampai lingkungan rumahnya.

1. Gunakan Obat Antijamur Sesuai Arahan Dokter Hewan

Langkah pertama dalam cara menghilangkan jamur kucing adalah memastikan diagnosisnya, lalu memakai obat yang tepat. Gejala jamur kadang mirip scabies atau alergi, jadi pemeriksaan dokter hewan akan mencegah kamu salah memberi obat.

Dilansir dari VCA Animal Hospitals, cara paling umum mengobati ringworm pada kucing adalah kombinasi terapi topikal (krim, salep, atau sampo) dan terapi sistemik berupa obat antijamur yang diminum.

  1. Periksakan ke dokter hewan: Dokter bisa memakai beberapa metode pemeriksaan. Salah satunya adalah Wood's lamp, yaitu lampu genggam dengan sinar ultraviolet untuk memeriksa bulu dan kulit kucing, dan bulu yang terinfeksi akan tampak menyala. Selain itu, ada juga kultur kulit dan tes PCR untuk mengenali jenis jamurnya.
  2. Oleskan salep atau krim antijamur: Ada berbagai krim dan salep berbahan miconazole, terbinafine, atau clotrimazole yang bisa dioleskan pada area kulit yang terkena ringworm. Oleskan tipis-tipis sesuai jadwal dari dokter, lalu cuci tanganmu setelahnya.
  3. Berikan obat minum jika infeksinya luas: Sebagaimana disampaikan Merck Veterinary Manual, kucing dengan infeksi ringworm yang menyebar luas biasanya perlu diobati dengan obat antijamur oral. Obat oral yang paling sering diresepkan untuk kucing dengan ringworm adalah itraconazole.
  4. Jangan hentikan obat sendiri: Jangan menghentikan pengobatan kecuali dokter hewan yang memintanya, karena berhenti terlalu cepat bisa membuat jamur kambuh.
  5. Obati penyakit penyerta: Kalau kucing juga sakit lain atau daya tahan tubuhnya turun, minta dokter menangani kondisi itu juga. Sistem imun yang lemah bisa memperlambat kesembuhan.

Tips singkat: jangan memberi kucing obat antijamur untuk manusia tanpa resep. Tidak semua obat aman untuk kucing, dan dosisnya pun berbeda.

2. Mandikan dengan Sampo Antijamur dan Rapikan Bulunya

Obat oles saja sering tidak cukup kalau spora jamur sudah menyebar di bulu. Karena itu, mandi dengan sampo medis menjadi bagian penting dari cara menghilangkan jamur kucing, terutama untuk kucing berbulu panjang.

Mengutip Forbes Advisor, dokter hewan bisa meresepkan bilasan lime sulfur atau sampo antijamur medis dua kali seminggu. Lime sulfur ini di Indonesia dikenal sebagai larutan kapur belerang.

  1. Pilih sampo yang tepat: Krim dan salep biasanya dipakai bersama sampo berbahan chlorhexidine dan miconazole, ditambah celupan lime sulfur yang bisa dipakai dua kali seminggu. Kamu juga bisa menemukan sampo berbahan ketoconazole.
  2. Diamkan sampo sesuai petunjuk: Ratakan sampo sampai ke kulit, bukan cuma di permukaan bulu. Ikuti waktu diam yang tertulis di label atau yang dianjurkan dokter sebelum dibilas.
  3. Keringkan sampai benar-benar kering: Jamur suka tempat lembap. Setelah mandi, keringkan kulit dan bulu kucing dengan handuk bersih, lalu cuci handuk itu terpisah.
  4. Cukur bulu jika disarankan: Kalau hanya ada satu atau dua area yang terkena, mencukur bagian kecil mungkin sudah cukup, tetapi untuk infeksi yang luas atau kucing berbulu panjang, dokter bisa menyarankan mencukur seluruh bulunya. Cara ini juga membantu sampo meresap lebih baik ke kulit.
  5. Gunakan grooming profesional bila perlu: Kalau kucingmu sulit dimandikan, bawa ke klinik atau pet shop yang punya layanan grooming dengan sampo antijamur. Pastikan petugasnya tahu bahwa kucingmu sedang jamuran.

Contoh sederhananya, bayangkan kucing Persia dengan bercak botak di telinga dan kaki. Dalam kasus seperti ini, dokter biasanya menggabungkan cukur bulu di sekitar lesi, salep, dan mandi rutin agar pengobatan lebih cepat bekerja. Penjelasan lain soal perawatan ini bisa kamu baca di ulasan cara mengatasi jamur pada kucing.

3. Bersihkan Lingkungan dan Isolasi Kucing yang Terinfeksi

Banyak pemilik merasa kucingnya sudah sembuh, lalu kaget karena jamur muncul lagi beberapa minggu kemudian. Penyebabnya sering ada di rumah, jadi cara menghilangkan jamur kucing belum lengkap tanpa membersihkan lingkungan. 

Sebagaimana dilaporkan Texas A&M College of Veterinary Medicine, hewan atau manusia bisa tertular dermatofit lewat kontak dengan hewan yang terinfeksi, dari benda yang tercemar seperti alas tidur dan alat grooming, atau dari tanah.

Dr. Alison Diesel, asisten profesor klinis di kampus tersebut, menyatakan, "Hewan yang masih sangat muda dan hewan tua dengan penyakit lain yang mendasarinya punya risiko lebih tinggi terkena dermatofit."

  1. Pisahkan kucing yang sakit: Kalau ada hewan lain di rumah, usahakan memisahkan hewan yang terinfeksi dari yang sehat. Pilih ruangan tanpa karpet supaya lebih mudah dibersihkan.
  2. Periksa kucing lain meski terlihat sehat: Berdasarkan penjelasan Dr. Jennifer Frione kepada GoodRx, sebagian kucing bisa terkena ringworm tanpa menunjukkan gejala apa pun. Kucing seperti ini bisa diam-diam menularkan jamur.
  3. Disinfeksi permukaan rumah: Lingkungan kucing perlu dibersihkan menyeluruh dengan larutan pemutih yang diencerkan. Tanyakan ke dokter hewan berapa takaran pengencerannya yang aman.
  4. Cuci dan vakum secara rutin: Cuci alas tidur, selimut, dan mainan kain dengan air panas. Vakum karpet dan sofa, lalu buang kantong atau isi vakum ke luar rumah.
  5. Buang barang yang sulit dibersihkan: Sisir lama, alas kardus, atau mainan yang tidak bisa dicuci sebaiknya diganti. Spora yang tertinggal di barang-barang ini bisa memicu infeksi ulang.
  6. Lindungi dirimu sendiri: Selama kucing diobati, penting untuk sering mencuci tangan, terutama setelah menyentuh kucing. Kalau perlu, pakai sarung tangan saat mengoleskan obat. 

Tips singkat: lakukan pembersihan rumah di hari yang sama dengan jadwal mandi kucing. Dengan begitu, kucing yang baru bersih tidak langsung tidur lagi di alas yang masih penuh spora. Penularan ke manusia juga patut diwaspadai, seperti dijelaskan dalam ulasan penyakit yang dapat ditularkan kucing.

4. Pakai Bahan Alami Hanya sebagai Pendukung

Di internet banyak beredar resep alami seperti cuka apel, minyak kelapa, dan kunyit. Bahan-bahan ini boleh dipertimbangkan sebagai pendamping, tetapi jangan jadikan pengganti obat medis dalam cara menghilangkan jamur kucing. 

Perlu kamu tahu, saran tentang bahan alami tidak selalu sama. Sebagian sumber menganjurkan cuka apel, tetapi sumber lain mengingatkan bahwa

cuka bisa terasa perih, mengiritasi kulit yang meradang, memperparah garukan, dan bisa berbahaya jika terlalu pekat atau terlalu sering dipakai.

  1. Konsultasikan dulu ke dokter hewan: Sebelum mencoba bahan alami, tanyakan apakah aman untuk kondisi kulit kucingmu. Ini penting kalau kulitnya sudah luka atau lecet karena digaruk.
  2. Minyak kelapa dalam jumlah sedikit: Kalau dokter mengizinkan, oleskan sangat tipis pada kulit yang sudah dibersihkan dan dikeringkan. Minyak yang terlalu banyak bisa membuat bulu berminyak, menarik kotoran, atau memancing kucing menjilat.
  3. Cuka apel harus diencerkan: Jangan pernah memakai cuka apel murni. Jika dokter menyetujui cuka encer untuk kucing tertentu, cuka itu harus sangat encer dan hanya dipakai pada kulit yang tidak luka.
  4. Hati-hati dengan kunyit: Kunyit mengandung kurkumin yang dikenal punya efek antijamur, tetapi warnanya bisa menodai bulu. Gunakan hanya di bawah pengawasan dokter hewan.
  5. Hindari minyak pohon teh (tea tree oil): Minyak ini bisa beracun bagi kucing dalam konsentrasi tinggi. Karena kucing suka menjilati bulu, lebih aman untuk tidak memakainya sama sekali.
  6. Hentikan jika muncul reaksi: Kalau kulit memerah, kucing makin sering menggaruk, atau muncul gangguan pencernaan setelah menjilat, hentikan bahan tersebut dan kembali ke dokter.

Tanda Jamur Kucing Benar-Benar Sembuh dan Cara Mencegahnya Kambuh

Bulu yang mulai tumbuh lagi belum tentu berarti jamurnya sudah hilang. Mengacu pada riset dan panduan UC Davis School of Veterinary Medicine, prognosis ringworm umumnya sangat baik, tetapi kucing masih bisa membawa spora jamur walaupun gejalanya tampak sudah hilang.

Karena itu, ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan setelah pengobatan berjalan. 

1. Tanda dan Waktu Kesembuhan

  • Waktu pengobatan tidak singkat: Kebanyakan kucing butuh pengobatan sekitar enam minggu. Pada kasus yang lebih berat, waktunya bisa lebih lama tergantung respons kucing.
  • Bultur ulang menjadi patokan: Kultur ringworm akan dilakukan berkala setelah pengobatan dimulai untuk mengetahui apakah kucing masih terinfeksi. Kucing biasanya baru dinyatakan sembuh setelah hasil kultur negatif.
  • Kulit kembali normal: Bercak merah, sisik, dan kerak menghilang, lalu bulu tumbuh merata di bekas area botak. Kucing juga tidak lagi menggaruk berlebihan.
  • Waspadai kambuh berulang: Kalau jamur terus kembali, kemungkinan masih ada spora di rumah atau ada kucing pembawa tanpa gejala. Minta dokter memeriksa semua hewan di rumah.

2. Kebiasaan untuk Mencegah Jamur Datang Lagi

 

  • Rutin menyisir bulu: Menyisir membantu kamu melihat perubahan kulit lebih awal, misalnya bercak botak di wajah, telinga, atau kaki. Cuci sisir secara berkala.
  • Jaga rumah tetap kering: Pastikan sirkulasi udara baik dan alas tidur kucing dijemur sampai benar-benar kering. Lingkungan lembap membuat jamur lebih mudah tumbuh.
  • Penuhi nutrisi harian: Makanan bergizi seimbang dengan protein, vitamin, dan mineral membantu menjaga kesehatan kulit dan daya tahan tubuh kucing.
  • Karantina kucing baru: Sebelum kucing baru bergabung, pisahkan dulu dan periksakan ke dokter hewan. Langkah ini mencegah jamur masuk dari luar.
  • Batasi kontak dengan hewan liar: Kucing yang sering keluar rumah dan berkelahi lebih berisiko tertular. Usahakan kucing lebih banyak beraktivitas di dalam rumah.
  • Jadwalkan pemeriksaan rutin: Kucing muda dan kucing senior perlu lebih diperhatikan. Pemeriksaan berkala membantu mendeteksi masalah kulit sebelum menyebar.

Ada kabar baik untuk kamu yang sempat panik. Dr. Russell, dikutip dari Texas A&M Pet Talk, menyatakan, "Ini jelas bukan alasan untuk menyingkirkan anjing atau kucing, karena penyakit ini bisa diobati." Ia juga menjelaskan, "Spesies jamur paling umum yang dapat menyebabkan ringworm pada anjing dan kucing adalah Microsporum canis."

Jadi, cara menghilangkan jamur kucing intinya ada pada tiga hal: obat yang tepat dari dokter hewan, kebersihan tubuh kucing, dan rumah yang bebas spora. Jalani semuanya dengan konsisten sampai dokter menyatakan kucingmu benar-benar sembuh, supaya jamur tidak kembali lagi.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6