Liputan6.com, Jakarta - Sejarah hari penghapusan senjata nuklir internasional tidak terlepas dari kekhawatiran dunia terhadap dampak senjata nuklir yang mengancam kehidupan manusia. Isu perlucutan senjata pun menjadi perhatian masyarakat internasional sejak awal berdirinya PBB.
Dalam perkembangannya, sejarah hari penghapusan senjata nuklir internasional diwarnai berbagai upaya melalui perjanjian, pertemuan, dan kampanye untuk meningkatkan kesadaran tentang bahaya senjata nuklir.
Memahami sejarah hari penghapusan senjata nuklir internasional juga membantu mengetahui alasan 26 September diperingati setiap tahun. PBB menetapkan tanggal tersebut sebagai momentum untuk mendorong penghapusan senjata nuklir secara menyeluruh.
Advertisement
Berikut Liputan6.com merangkum dari laman United Nations tentang sejarah hari penghapusan senjata nuklir internasional, Jumat (25/9/2026).
Sejarah Hari Penghapusan Senjata Nuklir Internasional
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4894263/original/068020700_1721215192-Ilustrasi_imperialisme__perang__penjajahan.jpg)
Hari Penghapusan Senjata Nuklir Internasional atau International Day for the Total Elimination of Nuclear Weapons diperingati setiap 26 September. Peringatan ini menjadi bagian dari upaya Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai ancaman senjata nuklir sekaligus mendorong komitmen terhadap perlucutan senjata nuklir secara global.
Perhatian PBB terhadap perlucutan senjata nuklir telah muncul sejak awal berdirinya organisasi tersebut. Pada 1946, Majelis Umum PBB memasukkan pengendalian energi atom serta penghapusan senjata atom sebagai salah satu agenda penting dalam resolusi pertamanya. Langkah ini menjadi awal dari berbagai upaya diplomatik PBB untuk mendorong pengendalian dan pengurangan senjata nuklir.
Upaya tersebut terus berkembang dalam beberapa dekade berikutnya. Pada 1959, Majelis Umum PBB mendukung tujuan perlucutan senjata secara umum dan menyeluruh. Kemudian pada 1978, PBB kembali menegaskan bahwa perlucutan senjata nuklir serta pencegahan perang nuklir merupakan prioritas dalam agenda perlucutan senjata.
Advertisement
Penetapan 26 September sebagai Hari Internasional
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4238326/original/064099800_1669284582-soldiers-g5d4b049b3_640.jpg)
Momentum penting terjadi pada 26 September 2013, ketika Majelis Umum PBB untuk pertama kalinya mengadakan pertemuan tingkat tinggi yang secara khusus membahas perlucutan senjata nuklir di New York. Pertemuan tersebut menjadi bagian dari rangkaian upaya untuk meningkatkan perhatian internasional terhadap isu penghapusan senjata nuklir.
Pada Desember 2013, Majelis Umum PBB kemudian menetapkan 26 September sebagai International Day for the Total Elimination of Nuclear Weapons melalui Resolusi 68/32. Penetapan ini dilakukan sebagai tindak lanjut dari pertemuan tingkat tinggi mengenai perlucutan senjata nuklir yang berlangsung pada 26 September 2013.
Melalui resolusi tersebut, PBB menyerukan dimulainya negosiasi untuk membentuk instrumen komprehensif mengenai senjata nuklir. Upaya tersebut mencakup pelarangan kepemilikan, pengembangan, produksi, pengadaan, pengujian, penimbunan, pemindahan, penggunaan, maupun ancaman penggunaan senjata nuklir, serta mendorong penghapusannya.
Hari Penghapusan Senjata Nuklir Internasional kemudian mulai diperingati setiap tahun sejak 2014. Negara-negara anggota PBB, sistem PBB, organisasi masyarakat sipil, akademisi, parlemen, media, dan masyarakat umum didorong untuk memperingatinya melalui kegiatan yang dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran mengenai ancaman senjata nuklir serta pentingnya perlucutan senjata.
Perkembangan Upaya Penghapusan Senjata Nuklir
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4312784/original/034028800_1675417976-war-g4b889d50f_1920.jpg)
Sejarah peringatan ini tidak terlepas dari berbagai upaya internasional yang telah berlangsung jauh sebelum 2013. Pada 1963, Partial Test Ban Treaty dibuka untuk ditandatangani dan melarang pengujian senjata nuklir di atmosfer, luar angkasa, serta bawah air.
Pada 1967, negara-negara Amerika Latin dan Karibia menyepakati Treaty of Tlatelolco, yang membentuk zona bebas senjata nuklir pertama di wilayah berpenduduk padat. Langkah serupa kemudian berkembang ke berbagai kawasan lain. Pasifik Selatan membentuk zona bebas senjata nuklir melalui Treaty of Rarotonga pada 1985, disusul Asia Tenggara melalui Bangkok Treaty dan Afrika melalui Pelindaba Treaty pada 1996.
Pada 1996, Comprehensive Nuclear-Test-Ban Treaty juga dibuka untuk ditandatangani sebagai bagian dari upaya internasional membatasi pengembangan senjata nuklir melalui pelarangan seluruh uji coba nuklir.
Memasuki abad ke-21, agenda perlucutan senjata nuklir terus menjadi perhatian PBB. Pada 2008, Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon memperkenalkan rencana lima poin mengenai perlucutan senjata nuklir. Kemudian pada 2010, negara-negara pihak Treaty on the Non-Proliferation of Nuclear Weapons (NPT) menyepakati rencana aksi yang mencakup perlucutan senjata nuklir, pencegahan penyebaran senjata nuklir, serta penggunaan energi nuklir untuk tujuan damai.
Pada 2017, Treaty on the Prohibition of Nuclear Weapons (TPNW) diadopsi. Perjanjian tersebut menjadi instrumen multilateral yang mengikat secara hukum dan secara khusus berfokus pada pelarangan senjata nuklir. TPNW kemudian mulai berlaku pada 22 Januari 2021.
Advertisement
Tujuan Peringatan 26 September
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4238329/original/079239400_1669284582-police-g10f08fdbc_640.jpg)
Peringatan Hari Penghapusan Senjata Nuklir Internasional bertujuan meningkatkan kesadaran publik mengenai ancaman yang ditimbulkan oleh senjata nuklir serta pentingnya upaya menuju penghapusannya. PBB juga menggunakan momentum ini untuk mendorong pendidikan dan diskusi mengenai dampak kemanusiaan, sosial, serta ekonomi yang berkaitan dengan keberadaan senjata nuklir.
Dengan memperingati 26 September setiap tahun, masyarakat internasional diharapkan semakin memahami pentingnya perlucutan senjata nuklir dan mendukung upaya diplomatik menuju dunia yang bebas dari senjata nuklir.
Josei Toda, Tokoh yang Menyerukan Penghapusan Senjata Nuklir
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4883203/original/096724200_1720092353-view-nuclear-bomb-apocalyptic-explosion.jpg)
Melansir Josei Toda Foundation, Josei Toda (1900–1958) merupakan presiden kedua Soka Gakkai yang dikenal karena seruannya untuk menghapuskan senjata nuklir. Pada 8 September 1957, ia menyampaikan deklarasi tersebut di hadapan sekitar 50.000 anggota divisi pemuda Soka Gakkai yang berkumpul di Mitsuzawa Stadium, Yokohama, Jepang.
Deklarasi itu disampaikan ketika Perang Dingin berlangsung dan senjata nuklir menjadi salah satu ancaman besar bagi kehidupan manusia. Toda menyerukan agar upaya penghapusan nuklir tidak berhenti pada larangan pengujian, tetapi juga menyasar keberadaan dan penggunaan senjata tersebut. Ia menekankan bahwa setiap manusia memiliki hak untuk hidup yang tidak boleh diabaikan oleh penggunaan senjata nuklir.
Dalam seruannya, Toda juga mengajak generasi muda Jepang untuk menyebarluaskan gagasan mengenai penghapusan senjata nuklir ke berbagai penjuru dunia. Deklarasi tersebut kemudian menjadi salah satu dasar bagi kegiatan perdamaian dan kampanye penghapusan senjata nuklir yang dilakukan Soka Gakkai pada periode berikutnya.
Meski demikian, deklarasi Josei Toda bukan merupakan awal penetapan Hari Penghapusan Senjata Nuklir Internasional. Peringatan yang jatuh setiap 26 September tersebut baru ditetapkan oleh Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui Resolusi 68/32 pada 2013. Seruan Toda pada 1957 lebih tepat ditempatkan sebagai bagian dari sejarah panjang gerakan yang mendorong penghapusan senjata nuklir di tingkat global.
Advertisement
Stanislav Petrov, Perwira Soviet dalam Insiden Peringatan Nuklir
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4883202/original/070688500_1720092350-view-apocalyptic-nuclear-bomb-explosion-mushroom.jpg)
Melansir International Peace Bureau, Stanislav Petrov merupakan perwira Soviet yang dikenal dalam sejarah ancaman perang nuklir pada masa Perang Dingin. Pada 26 September 1983, fasilitas peringatan dini nuklir Soviet mendeteksi dugaan serangan rudal balistik dari Amerika Serikat. Petrov yang saat itu bertugas sebagai perwira jaga tidak meneruskan peringatan tersebut sebagai serangan nuklir yang sebenarnya karena menilai sistem kemungkinan mengalami kesalahan.
Pemeriksaan selanjutnya menunjukkan bahwa alarm tersebut merupakan peringatan palsu. Peristiwa ini kemudian dikenang sebagai salah satu momen ketika dunia berada dalam risiko konflik nuklir. Kejadian pada 26 September 1983 tersebut juga memiliki kaitan dengan tanggal peringatan Hari Penghapusan Senjata Nuklir Internasional, meskipun PBB baru menetapkan 26 September sebagai hari internasional pada 2013.
António Guterres, Tokoh yang Menyerukan Perlucutan Senjata Nuklir
António Guterres, Sekretaris Jenderal PBB, tercatat dalam kegiatan peringatan Hari Penghapusan Senjata Nuklir Internasional melalui pesan tahunannya. Dalam pesan menjelang peringatan pada September 2024, Guterres menyoroti meningkatnya ketegangan geopolitik dan risiko perlombaan senjata nuklir.
Ia menyerukan pentingnya dialog dan diplomasi untuk mengurangi ancaman nuklir serta mendorong upaya menuju perlucutan senjata. Pesan tersebut menjadi bagian dari agenda PBB dalam meningkatkan kesadaran masyarakat dan memperkuat upaya internasional untuk mencapai dunia yang bebas dari senjata nuklir.
Pernyataan Seputar Sejarah Hari Penghapusan Senjata Nuklir Internasional
Kapan Hari Penghapusan Senjata Nuklir Internasional diperingati?
Hari Penghapusan Senjata Nuklir Internasional diperingati setiap tahun pada 26 September. Tanggal tersebut ditetapkan oleh Majelis Umum PBB pada 2013 melalui Resolusi 68/32.
Kapan PBB mulai menjadikan perlucutan senjata nuklir sebagai perhatian utama?
Upaya perlucutan senjata nuklir telah menjadi perhatian PBB sejak 1946, ketika Majelis Umum mengadopsi resolusi pertamanya dan membentuk Atomic Energy Commission.
Apa tujuan Hari Penghapusan Senjata Nuklir Internasional?
Peringatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan edukasi masyarakat mengenai ancaman senjata nuklir serta mendorong upaya internasional untuk mencapai penghapusan senjata nuklir secara menyeluruh.
Mengapa tanggal 26 September dipilih sebagai hari peringatan?
Tanggal 26 September dipilih karena pada hari tersebut pada 2013 PBB menggelar pertemuan tingkat tinggi pertama Majelis Umum mengenai perlucutan senjata nuklir. Tanggal yang sama juga bertepatan dengan insiden peringatan dini nuklir yang melibatkan Stanislav Petrov pada 1983.
Kapan Hari Penghapusan Senjata Nuklir Internasional mulai diperingati?
Hari tersebut mulai diperingati setiap tahun sejak 2014, setelah Majelis Umum PBB menetapkannya melalui Resolusi 68/32 pada Desember 2013.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9317863/original/052285500_1786075641-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-07T110613.668.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9322276/original/052969300_1786524029-IMG_2901.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264387/original/067811000_1782109347-PLN_-_cek_fakta_lip6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259429/original/010721900_1781500706-cek_fakta_cpns_PUPR.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4883205/original/070425100_1720092365-nuclear-bomb-apocalyptic-explosion.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357654/original/010090000_1790271446-1000443129.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356800/original/077671500_1790221190-WhatsApp_Image_2026-09-24_at_09.33.18.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332646/original/012342700_1787713788-e321c65d-e224-4b30-b5f9-c7dc77968345.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3940632/original/006857000_1645419592-caterpillar_6020b_equipina.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355283/original/019472000_1790097211-WhatsApp_Image_2026-09-23_at_00.04.59.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350795/original/061905200_1789630521-ChatGPT_Image_17_Sep_2026__14.15.53.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4647050/original/096680300_1699881296-Tempat_Sampah.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9347871/original/082698900_1789371708-ChatGPT_Image_14_Sep_2026__14.36.52.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9352169/original/056693800_1789732852-Foto_1_credit_WWF-Indonesia_Ilham_Andriansyah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346285/original/094214300_1789120119-file_0000000047f882308af83e40b22f096a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1176605/original/028391000_1458444646-20160319-Earth-Hour-di-kawasan-Bundaran-HI-Fanani-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3929526/original/096494900_1644470631-jesse-schoff-Ph2KtIqKs7c-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5425363/original/070177600_1764223415-1000162797.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3955113/original/026982600_1646662263-PLTN.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9342275/original/034256600_1788763235-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5405392/original/038546200_1762478198-8171642d-7f36-4b4a-8854-cd3977b193f0.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9339378/original/006631200_1788413540-put3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9323887/original/039109300_1786679166-Reaktor_Nuklir_Rumania.jpg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5532931/original/079804900_1773716096-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5442152/original/049315200_1765528917-chatgpt-openai-gpt.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4093799/original/080792000_1658226434-Renovasi-BRIN-Angga-9.jpg)