Liputan6.com, Jakarta - Staf Ahli Bidang Transformasi Digital dan Hubungan Antar Lembaga Kementerian Koordinator Bidang Pangan (Kemenko Pangan), Bara Krishna Hasibuan menyampaikan, fase penanganan kontaminasi Cesium (Cs) atau Cs-137 kawasan industri Cikande resmi selesai.
“Pemerintah Indonesia secara resmi mengumumkan bahwa fase penanganan emergency kedaruratan kontaminasi cesium 137, Cs-137 telah selesai,” ujar Bara, Senin (19/10/2026).
Berdasarkan inspeksi BRIN dan Bapeten pada 24 September 2026 terhadap lokasi sebelumnya, laju dosis radiasi berada di bawah ambang batas.
Advertisement
"Terhadap 12 lokasi yang sebelumnya didapat, laju dosis radiasi tercatat di bawah ambang batas dan tidak ditemukan kontaminasi baru," ungkapnya.
"Kawasan dikatakan terkendali, clean and clear, sehingga aktivitas industri dapat kembali berjalan normal," ia menambahkan.
Meski fase penanganan ini dinyatakan berakhir, Bara selaku Ketua Bidang Diplomasi dan Komunikasi Satgas Penanganan Cs-137 menegaskan, Satgas tetap melakukan penanganan lanjutan.
“Satgas memastikan penanganan lanjutan tetap dilaksanakan sesuai kewenangan masing-masing instansi,” ujarnya.
Pengawasan berkelanjutan dilakukan salah satunya melalui pemasangan Radiation Portal Monitor (RPM), peralatan yang mampu mendeteksi bahan nuklir dan zat radioaktif yang terdapat dalam kontainer tanpa perlu membukanya lebih dahulu.
“Pengawasan berkelanjutan dilakukan melalui pemasangan RPM di gerbang kawasan, penguatan kewajiban Continuous Emission Monitoring System (CEMS) bagi industri terkait, serta pengamanan material terkontaminasi di fasilitas penyimpanan,” ucap Bara sembari menambahkan, pengujian produk pangan dan industri dalam radius 5 km di lokasi PT Peter Metal Technology (PMT) menunjukkan hasil di bawah ambang batas.
Terkait penanganan kontaminasi di Lampung Selatan, seluruh pihak pemerintahan telah dikerahkan. Penanganan melalui penyemenan dilakukan sehingga laju dosis turun di bawah ambang batas.
Lebih 1.000 Ton Material Masih Terkontaminasi
Satgas Penanganan Cs-137 masih mengawasi material terkontaminasi yang tersimpan di kawasan industri Cikande, dengan total berat hampir 1.200 ton. Material tersebut memerlukan penanganan serius karena cesium-137 memiliki waktu paruh sekitar 30 tahun.
“Di samping itu, kita memiliki seribu lebih ton material terkontaminasi yang tersusun dengan baik,” ujar Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol.
Hanif menjelaskan, penataan material tersebut telah dilakukan dengan melibatkan tenaga profesional. Pemerintah juga telah mengidentifikasi area yang memadai untuk pembangunan fasilitas penyimpanan material terkontaminasi.
“Kita targetkan kalau tahun depan sudah bisa terbangun area tersebut,” kata dia.
Pembangunan fasilitas itu masih memerlukan proses perencanaan dan penganggaran. Pemerintah menargetkan pembangunan dapat dilakukan pada tahun depan agar penanganan dan penyimpanan material terkontaminasi bisa berlangsung secara lebih terstruktur.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9376757/original/016204500_1792391224-cek_fakta_jasa_marga.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9376579/original/071076900_1792381433-Cek_Fakta__Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357854/original/064380600_1790310156-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-25T112030.995.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256352/original/040260500_1781154176-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-11T120248.984.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9376745/original/049800900_1792390166-6244786409080295872.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9376653/original/046838100_1792384396-word_media_image1.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296725/original/069594600_1784022190-IMG_6016.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9376746/original/014370100_1792390205-6244786409080295873.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8068079/original/094363900_1780912927-Foto1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4955210/original/084692100_1727494685-82edf2ca-5bb6-416f-821b-6a8cf9dcabef.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9336612/original/084167500_1788168015-1000425719.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3532281/original/068580000_1628161372-20210805-Harga-emas-alami-penurunan-ANGGA-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5537791/original/046159800_1774442892-1000271978.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9376021/original/073491200_1792294039-Untitled.jpg)