Liputan6.com, Jakarta - Menambahkan tanaman ke dalam rumah telah menjadi salah satu tren dekorasi interior paling populer untuk menciptakan suasana hunian yang lebih hidup dan asri. Di balik keindahannya, warna hijau pada daun memberikan sentuhan alami yang menenangkan sekaligus menyegarkan pandangan secara instan.
Namun, lebih dari sekadar elemen estetika, tidak sedikit orang memilih tanaman hias fungsional untuk membantu mengatasi masalah aroma tidak sedap di dalam rumah. Berdasarkan studi klasik dari Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) serta riset dalam Journal of Building Engineering, sejumlah flora terbukti efektif dalam menyerap polutan volatil dan zat organik penyebab bau apak.
Meskipun ventilasi yang baik dan kebersihan tetap menjadi kunci utama kebersihan udara, kehadiran vegetasi indoor ini memberikan solusi pelengkap yang ramah lingkungan. Berikut adalah daftar tanaman penyerap bau ruangan terbaik yang dapat Anda jadikan pilihan untuk mempercantik dan menyegarkan sudut rumah Anda, sebagaimana telah Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Jumat (25/9/2026).
Advertisement
1. Lidah Mertua (Sansevieria Trifasciata)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3150983/original/060060700_1591947483-kara-eads-nvo7jmzDDew-unsplash.jpg)
Lidah mertua merupakan salah satu pilihan teratas dalam daftar tanaman penyerap bau ruangan karena pertumbuhannya yang vertikal dan tidak memakan banyak tempat. Tanaman tangguh ini sangat efektif dalam menyerap berbagai polutan berbahaya seperti formaldehida, benzena, xilena, dan toluena yang sering kali memicu bau tidak sedap di dalam kamar tidur.
Selain kemampuannya yang luar biasa dalam membersihkan udara, lidah mertua juga dikenal sangat toleran terhadap kondisi kering dan minim cahaya. Perawatannya yang sangat mudah membuatnya menjadi primadona bagi para pemula yang ingin menghadirkan udara segar tanpa repot merawat tanaman rewel.
Advertisement
2. Peace Lily (Spathiphyllum)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9307621/original/032152800_1785051209-5.jpeg)
Dikenal dengan perpaduan bunga putih bersih dan daun hijau yang elegan, peace lily mampu menghadirkan suasana tenang sekaligus menyaring udara kotor. Tanaman ini sangat direkomendasikan dalam daftar tanaman penyerap bau ruangan karena kemampuannya menetralisir amonia, benzena, dan formaldehida dari lingkungan sekitar.
Berdasarkan penelitian NASA sebagaimana dilansir dari CO2METER, peace lily bekerja secara optimal di area yang mendapatkan pencahayaan tidak langsung, seperti di sudut ruang tamu atau kamar tidur. Meskipun membutuhkan kelembapan tanah yang konsisten, kehadirannya terbukti efektif menekan aroma pengap serta menjaga kualitas udara interior tetap optimal.
Â
3. Sirih Gading atau Golden Pothos (Epipremnum Aureum)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9307619/original/023578900_1785051209-3.jpeg)
Sirih gading adalah tanaman merambat yang sangat populer karena ketangguhannya dalam beradaptasi dengan berbagai kondisi ruangan yang minim cahaya. Karakteristik pertumbuhannya yang menjuntai indah menjadikannya sangat cocok diletakkan di atas rak buku, meja sudut, atau menggunakan pot gantung di area yang rentan lembap.
Sebagai bagian dari daftar tanaman penyerap bau ruangan, tanaman ini ampuh menyerap racun udara seperti formaldehida dan xilena dari produk pembersih rumah tangga. Kombinasi antara estetika daun berbentuk hati dan fungsi pembersihnya menjadikan sirih gading solusi praktis untuk mengusir aroma apak.
Advertisement
4. Aglaonema atau Sri Rejeki (Chinese Evergreen)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332831/original/015190500_1787720257-e9f10542-5d4f-42f6-9e8c-4624fa570adc.jpg)
Aglaonema menawarkan pesona visual yang luar biasa melalui ragam warna daun yang memukau, mulai dari hijau pekat hingga kombinasi merah dan merah muda cerah. Keindahan corak daunnya mampu memberikan aksen dekoratif yang menyegarkan pandangan tanpa membuat ruangan terasa penuh atau sesak.
Dalam tinjauan daftar tanaman penyerap bau ruangan, aglaonema diakui efektif dalam menetralisir polutan seperti benzena dan formaldehida dari udara tertutup. Dengan toleransi cahaya rendah dan frekuensi penyiraman yang jarang, tanaman ini sangat ideal ditempatkan di ruang keluarga maupun ruang kerja Anda.
5. English Ivy (Hedera Helix)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9324137/original/093326000_1786691654-29a1b249-cc0d-45f9-a34b-068a29a82f5d.jpg)
English ivy dikenal luas sebagai tanaman hias gantung yang memiliki kemampuan istimewa dalam menyerap kelembapan berlebih di dalam ruangan. Sifat alaminya yang menyukai kelembapan membuat tanaman ini sering ditempatkan di area kamar mandi untuk meredam bau apek akibat udara basah.
Merujuk pada daftar tanaman penyerap bau ruangan, english ivy juga handal dalam mengeliminasi partikel benzena, karbon monoksida, dan xilena dari udara. Kendati demikian, pemilik hewan peliharaan perlu memperhatikan penempatannya karena getah tanaman ini beracun bagi kucing dan anjing.
Advertisement
6. Spider Plant (Chlorophytum Comosum)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9307622/original/036491800_1785051209-6.jpeg)
Spider plant atau tanaman laba-laba merupakan salah satu flora pembersih udara paling adaptif yang sangat mudah dikembangbiakkan oleh siapa saja. Daunnya yang melengkung anggun dengan garis putih di bagian tengah memberikan kesan segar dan dinamis pada permukaan meja maupun pot gantung.
Kehadiran spider plant dalam daftar tanaman penyerap bau ruangan didukung oleh efisiensinya dalam membersihkan formaldehida, xilena, dan karbon monoksida. Menurut riset NASA, tanaman ini bekerja cepat menetralisir bau kimiawi ringan sehingga udara di dalam hunian terasa jauh lebih ringan dan bersih.
7. Boston Fern (Nephrolepis Exaltata)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1603989/original/003641500_1495615378-pakis_palem.jpeg)
Boston fern atau paku boston terkenal berkat frondanya yang lebat, rimbun, dan menjuntai anggun layaknya renda hijau alami di dalam ruangan. Tanaman ini memiliki tingkat penguapan air yang tinggi, yang secara alami membantu melembapkan udara kering sekaligus mengikat debu mikroskopis.
Sebagai salah satu elemen penting dalam daftar tanaman penyerap bau ruangan, paku boston sangat ampuh menyaring formaldehida dan xilena secara optimal. Tanaman ini paling cocok diletakkan di tempat teduh dengan kelembapan tinggi untuk memastikan daunnya tetap hijau segar dan subur.
Advertisement
8. Aloe Vera (Lidah Buaya)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8335024/original/064176800_1782205622-feey-xQKp9qCPAH0-unsplash.jpg)
Lidah buaya bukan hanya terkenal karena khasiat penyembuhan pada kulit, tetapi juga kemampuannya yang luar biasa sebagai pemurni udara alami. Sebagai tanaman sukulen, lidah buaya menyerap karbon dioksida dan melepaskan oksigen segar terutama pada malam hari, menciptakan atmosfer kamar tidur yang sehat.
Masuk dalam daftar tanaman penyerap bau ruangan, lidah buaya efektif mengurangi kadar senyawa organik volatil (VOC) berbahaya seperti formaldehida dan benzena. Tanaman ini menyukai paparan sinar matahari cerah, sehingga ideal diletakkan dekat jendela ruang tamu atau dapur yang mendapat cahaya berlimpah.
9. Areca Palm (Dypsis Lutescens)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5572096/original/056504300_1777771010-Areca_Palm.jpeg)
Areca palm atau palem kuning memberikan sentuhan tropis yang megah dan elegan untuk mempercantik sudut ruangan berukuran luas. Batangnya yang berwarna kekuningan dengan pelepah daun melengkung menyerupai kupu-kupu mampu mengubah suasana interior menjadi lebih hidup dan mewah.
Dalam kajian daftar tanaman penyerap bau ruangan, palem kuning diunggulkan karena kapasitas transpirasinya yang tinggi dalam menyaring benzena dan formaldehida. Selain menyerap bau tidak sedap, tanaman ini juga berfungsi sebagai pelembap alami yang ramah bagi kesehatan saluran pernapasan penghuni rumah.
Advertisement
10. Rubber Plant atau Tanaman Karet (Ficus Elastica)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5562824/original/094629200_1776840718-ve_Tree_dan_Rubber_Plan.jpg)
Rubber plant menarik perhatian berkat daunnya yang besar, tebal, mengkilap, dan memiliki warna hijau tua pekat yang menawan. Tanaman kokoh ini sangat cocok dijadikan dekorasi sudut ruangan minimalis modern untuk memberikan kesan megah yang berkarakter.
Menutup daftar tanaman penyerap bau ruangan, ficus elastica terbukti efektif dalam menyerap gas formaldehida dari material furnitur baru di rumah Anda. Perawatannya yang relatif mudah dengan kebutuhan air moderat menjadikannya investasi jangka panjang yang sangat baik untuk kualitas udara interior.
Pertanyaan Seputar Daftar Tanaman Penyerap Bau Ruanganan
Q:Â Apakah tanaman hias saja sudah cukup untuk menghilangkan bau tidak sedap di dalam ruangan?
A: Tidak sepenuhnya. Tanaman hias berfungsi secara alami untuk menyerap polutan volatil dan melepaskan oksigen, namun Anda tetap perlu mencari sumber bau utama, menjaga kebersihan rumah, serta memastikan ventilasi udara berfungsi dengan baik.
Q:Â Berapa banyak tanaman yang dibutuhkan untuk membersihkan udara di dalam rumah?
A: Berdasarkan studi NASA, dibutuhkan sekitar 2 hingga 3 tanaman per 10 meter persegi untuk memberikan dampak signifikan pada kualitas udara tertutup di ruang kecil, meskipun dalam praktiknya jumlah tersebut dapat disesuaikan dengan kebutuhan estetika.
Q:Â Apakah semua tanaman penyerap bau aman untuk hewan peliharaan?
A: Tidak semua tanaman aman bagi kucing dan anjing. Beberapa tanaman seperti lidah mertua dan aglaonema mengandung zat yang bisa beracun jika tertelan hewan, sehingga penting untuk memilih varietas ramah hewan seperti spider plant atau areca palm.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9322276/original/052969300_1786524029-IMG_2901.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264387/original/067811000_1782109347-PLN_-_cek_fakta_lip6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259429/original/010721900_1781500706-cek_fakta_cpns_PUPR.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357854/original/064380600_1790310156-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-25T112030.995.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358050/original/031022600_1790320715-Gemini_Generated_Image_rhj4o6rhj4o6rhj4__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357654/original/010090000_1790271446-1000443129.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356800/original/077671500_1790221190-WhatsApp_Image_2026-09-24_at_09.33.18.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332646/original/012342700_1787713788-e321c65d-e224-4b30-b5f9-c7dc77968345.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3940632/original/006857000_1645419592-caterpillar_6020b_equipina.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355283/original/019472000_1790097211-WhatsApp_Image_2026-09-23_at_00.04.59.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350795/original/061905200_1789630521-ChatGPT_Image_17_Sep_2026__14.15.53.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4647050/original/096680300_1699881296-Tempat_Sampah.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9347871/original/082698900_1789371708-ChatGPT_Image_14_Sep_2026__14.36.52.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9352169/original/056693800_1789732852-Foto_1_credit_WWF-Indonesia_Ilham_Andriansyah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346285/original/094214300_1789120119-file_0000000047f882308af83e40b22f096a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1176605/original/028391000_1458444646-20160319-Earth-Hour-di-kawasan-Bundaran-HI-Fanani-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3929526/original/096494900_1644470631-jesse-schoff-Ph2KtIqKs7c-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357967/original/007261700_1790316109-2d67b08f-c0b0-4301-bd39-90610e471499.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264187/original/003081500_1782098023-h.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356966/original/031273300_1790227830-Gemini_Generated_Image_o8h3yqo8h3yqo8h3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357076/original/070601800_1790232900-HL.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346063/original/044533400_1789107942-sabut_kelapa.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5288289/original/013098400_1752904244-tanaman_agapanthus_wikipedia.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9305305/original/062617200_1784791347-drainase.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355666/original/001652400_1790139276-Tanaman_Pembawa_Energi_Positif.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355504/original/073683000_1790134555-Screenshot_2026-09-23_103239.jpg)