Liputan6.com, Jakarta - Kulit pisang, yang sering kali berakhir di tempat sampah sebagai limbah dapur, ternyata menyimpan potensi besar sebagai pupuk organik yang bermanfaat bagi tanaman, termasuk cabai. Mengetahui cara membuat pupuk kulit pisang untuk tanaman cabai dapat menjadi langkah sederhana untuk mengurangi limbah sekaligus menyediakan tambahan nutrisi bagi tanaman. Pengolahannya pun cukup mudah, mulai dari pupuk cair, bubuk, hingga kompos yang dapat dibuat dengan bahan sederhana di rumah.
Meskipun kaya nutrisi, kulit pisang tidak bisa langsung diaplikasikan begitu saja. Proses pengolahan yang tepat diperlukan agar kandungan hara di dalamnya dapat terurai dan diserap secara maksimal oleh akar tanaman. Dengan demikian, nutrisi penting seperti kalium, fosfor, dan nitrogen bisa bekerja efektif.
Artikel Liputan6.com, Kamis (3/9/2026), ini akan membahas cara membuat pupuk kulit pisang untuk tanaman cabai. Selain mudah dilakukan, metode ini juga menjadi solusi ramah lingkungan untuk meningkatkan kesuburan tanah dan produktivitas tanaman cabai tanpa bergantung pada pupuk kimia.
Advertisement
1. Membuat Pupuk Cair Kulit Pisang dengan Metode Perendaman
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5520168/original/073863700_1772607989-Gemini_Generated_Image_rigw46rigw46rigw.jpeg)
Kulit pisang dapat diolah menjadi pupuk organik cair dengan cara yang cukup sederhana tanpa membutuhkan banyak bahan.
- Siapkan kulit pisang yang masih bersih, kemudian cuci hingga tidak ada sisa makanan atau kotoran.
- Potong kulit menjadi bagian-bagian kecil agar lebih mudah terurai.
- Masukkan potongan tersebut ke dalam wadah bertutup, lalu tambahkan air hingga seluruh kulit pisang terendam.
- Tambahkan sedikit gula merah atau gula pasir sebagai sumber makanan bagi mikroorganisme selama proses penguraian.
- Aduk semua bahan hingga tercampur, kemudian tutup wadah dan simpan di tempat teduh selama 3–7 hari.
- Periksa kondisi larutan secara berkala.
- Setelah proses selesai, saring cairan untuk memisahkan kulit pisang.
- Cairan hasil saringan dapat digunakan sebagai pupuk organik cair setelah diencerkan dengan air.
- Sementara itu, ampas kulit pisang dapat dimanfaatkan kembali sebagai bahan kompos.
Advertisement
2. Membuat POC Kulit Pisang dengan Aktivator EM4
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5520169/original/035031100_1772607990-Gemini_Generated_Image_uc8jtsuc8jtsuc8j.jpeg)
Pupuk organik cair dari kulit pisang juga dapat dibuat melalui proses fermentasi menggunakan aktivator seperti EM4 atau M21.
- Pertama, siapkan sekitar 1 kg kulit pisang matang, kemudian cuci dan cincang hingga berukuran kecil.
- Masukkan kulit pisang ke dalam wadah fermentasi, lalu tambahkan sekitar 2 liter air.
- Air cucian beras dapat digunakan sebagai alternatif untuk membantu proses fermentasi.
- Selanjutnya, masukkan sekitar 50 ml EM4 atau M21 dan tambahkan sedikit molase atau larutan gula sebagai sumber energi mikroorganisme.
- Aduk semua bahan hingga tercampur rata.
- Tutup wadah dengan rapat, tetapi pastikan terdapat mekanisme pelepasan gas jika diperlukan selama fermentasi.
- Simpan wadah di tempat teduh selama 7–14 hari.
- Setelah fermentasi selesai, saring larutan untuk memisahkan cairan dan ampas kulit pisang.
- Cairan hasil fermentasi inilah yang dapat dimanfaatkan sebagai POC untuk tanaman cabai setelah diencerkan.
3. Membuat Pupuk Bubuk dari Kulit Pisang
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5520166/original/062228900_1772607988-Gemini_Generated_Image_i07oyli07oyli07o.jpeg)
Jika tidak ingin membuat pupuk cair, kulit pisang juga dapat diolah menjadi pupuk berbentuk bubuk yang lebih praktis untuk disimpan.
- Mulailah dengan mencuci kulit pisang hingga bersih, kemudian tiriskan.
- Iris kulit pisang menjadi bagian yang tipis agar proses pengeringan berlangsung lebih cepat.
- Susun irisan kulit pisang di atas wadah atau nampan, kemudian jemur di bawah sinar matahari selama sekitar 3–4 hari.
- Pastikan kulit benar-benar kering dan terasa renyah sebelum dihaluskan.
- Jika masih lembap, lanjutkan proses penjemuran agar tidak mudah berjamur saat disimpan.
- Setelah kering, masukkan kulit pisang ke dalam blender dan haluskan hingga menjadi bubuk.
- Jika tidak memiliki blender, kulit pisang kering juga bisa ditumbuk secara manual.
- Simpan bubuk dalam wadah yang kering dan tertutup.
- Pupuk bubuk ini nantinya dapat ditaburkan di sekitar tanaman cabai atau dicampurkan ke dalam media tanam.
Advertisement
4. Membuat Pupuk Kulit Pisang melalui Proses Kompos
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5500547/original/085893600_1770869635-unnamed__13_.jpg)
Kulit pisang juga bisa dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan kompos untuk memperkaya media tanam cabai.
- Caranya, kumpulkan kulit pisang yang masih bersih, kemudian potong menjadi bagian-bagian kecil agar lebih cepat terurai.
- Siapkan wadah atau tempat khusus untuk membuat kompos, lalu campurkan potongan kulit pisang dengan bahan organik lainnya, seperti daun kering, sisa sayuran, atau bahan kompos lain yang sesuai.
- Usahakan komposisi bahan tidak didominasi kulit pisang agar proses penguraian berjalan lebih seimbang.
- Setelah semua bahan tercampur, jaga kondisi kompos agar tetap lembap, tetapi tidak terlalu basah.
- Aduk atau balik tumpukan secara berkala untuk membantu sirkulasi udara dan mempercepat penguraian.
- Biarkan bahan hingga berubah menjadi kompos yang berwarna lebih gelap, bertekstur remah, dan tidak berbau menyengat.
- Kompos dari campuran kulit pisang kemudian dapat digunakan sebagai campuran media tanam atau diberikan di sekitar tanaman cabai.
Kandungan Nutrisi Melimpah dalam Kulit Pisang
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5442219/original/044669400_1765531382-Ilustrasi_Pupuk_Cair_Kulit_Pisang.jpg)
Kulit pisang merupakan sumber nutrisi penting yang dibutuhkan tanaman untuk tumbuh subur. Kandungan utamanya meliputi unsur hara makro seperti kalium (K), fosfor (P), dan nitrogen (N). Kalium menjadi unsur hara yang paling dominan, mencapai sekitar 42% dari total bobot kering kulit pisang.
Selain unsur makro, kulit pisang juga diperkaya dengan sejumlah kecil unsur hara mikro, termasuk kalsium dan magnesium. Kombinasi nutrisi ini menjadikannya suplemen yang baik untuk kesehatan tanaman secara keseluruhan.
Setiap unsur hara memiliki peran spesifik. Kalium sangat krusial dalam memperkuat batang tanaman, meningkatkan daya tahan terhadap serangan penyakit, serta berperan vital dalam proses pembungaan dan pembuahan. Unsur ini juga membantu memperbesar dan memperberat buah cabai. Sementara itu, fosfor mendukung perkembangan akar agar tumbuh lebih sehat dan kuat, sedangkan nitrogen, meski dalam jumlah kecil, turut berkontribusi pada pertumbuhan vegetatif tanaman.
Advertisement
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Cara Membuat Pupuk Kulit Pisang
Apa saja kandungan nutrisi utama dalam kulit pisang yang bermanfaat untuk tanaman cabai?
Kulit pisang kaya akan kalium (sekitar 42% dari bobot keringnya), fosfor, dan nitrogen. Selain itu, kulit pisang juga mengandung kalsium dan magnesium. Kalium berperan penting dalam memperkuat batang, meningkatkan ketahanan terhadap penyakit, serta mendukung pembungaan dan pembuahan cabai.
Bagaimana cara membuat pupuk organik cair (POC) dari kulit pisang?
Untuk membuat POC, kumpulkan kulit pisang bersih yang sudah dipotong kecil-kecil. Masukkan ke wadah bertutup, rendam dengan air hingga terendam sempurna, lalu tambahkan sedikit gula sebagai pakan mikroorganisme. Tutup rapat dan diamkan selama 3-7 hari. Metode lain bisa menggunakan aktivator EM4/M21 dengan perbandingan 1 kg kulit pisang, 2 liter air, 50 ml aktivator, dan molase, lalu difermentasi 7-14 hari.
Bagaimana dosis dan frekuensi aplikasi pupuk kulit pisang cair untuk tanaman cabai?
Pupuk cair kulit pisang harus diencerkan dengan air dalam rasio 1:10 (1 bagian pupuk cair untuk 10 bagian air). Larutan ini disiramkan pada tanah di sekitar tanaman cabai seminggu sekali. Dosis optimal untuk cabai rawit berkisar antara 430-550 mL per tanaman, atau sekitar 300 mL untuk peningkatan pertumbuhan umum.
Apa saja manfaat utama pupuk kulit pisang bagi tanaman cabai?
Pupuk kulit pisang dapat meningkatkan pertumbuhan dan produksi buah cabai, memperkuat batang tanaman, meningkatkan ketahanan terhadap penyakit, mendukung perkembangan akar yang sehat, menambah nutrisi pada media tanam, serta meningkatkan kesuburan tanah secara keseluruhan.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302223/original/051263400_1784536914-cek_fakta_-_Ahok_kaesang_PSI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303115/original/003143700_1784619310-mahfud_md_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7669455/original/089727000_1780463646-Ahok_cek_fakta_dana_bantuan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9333025/original/051101400_1787728427-Cara_Membuat_Pupuk_dari_Kulit_Pisang_yang_Mudah_dan_Kaya_Nutrisi_untuk_Tanaman_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9329595/original/027172700_1787285448-XOTs5yFm7aNWN9xhj9HQomBsE1tTyGlLXq9uHwe3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9329589/original/074182600_1787285441-FhKXMhUVMznHHc1SLz7ufozWXWE2tcFD1g5aSjQY.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9329591/original/092099100_1787285443-WX3saGIvnIbOMTfUllh8Lnt9cTLihoqNJ8Q1MF7M.jpg)