Liputan6.com, Jakarta Cara membuat pupuk dari kulit pisang dapat ditempuh melalui tiga metode utama, yakni fermentasi menjadi pupuk cair, pengeringan menjadi bubuk, serta pengomposan langsung ke tanah. Ketiganya memanfaatkan kandungan kalium, fosfor, kalsium, dan magnesium yang tinggi pada limbah dapur ini.
Untuk versi cair, kulit pisang cukup dipotong, dicampur air dan gula, lalu difermentasi selama 7 hingga 10 hari. Adapun cara membuat pupuk dari kulit pisang berbentuk bubuk dilakukan dengan menjemur kulit hingga renyah sebelum dihaluskan.
Mengacu pada tinjauan riset yang dimuat jurnal MDPI, kulit pisang merupakan sumber daya terbarukan berkalium tinggi yang selama ini kurang dimanfaatkan, sehingga menarik perhatian para ilmuwan pertanian sebagai bahan pupuk alternatif pengganti pupuk kimia.
Advertisement
Cara Membuat Pupuk Cair dari Kulit Pisang melalui Fermentasi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5520168/original/073863700_1772607989-Gemini_Generated_Image_rigw46rigw46rigw.jpeg)
Metode fermentasi menjadi pilihan paling populer karena menghasilkan pupuk organik cair yang mudah diserap akar. Proses penguraian ini juga menekan bau busuk yang biasa muncul pada penggunaan kulit pisang mentah, sekaligus membuat cara membuat pupuk dari kulit pisang terasa lebih praktis dikerjakan di rumah.
-
Siapkan bahan dan alat: Sediakan beberapa lembar kulit pisang, air bersih, gula pasir atau molase, serta botol atau toples bekas sebagai wadah. Pisau atau blender berguna untuk memperkecil ukuran kulit.
-
Potong atau haluskan kulit pisang: Cincang kulit pisang menjadi potongan kecil, atau blender hingga menjadi bubur agar dekomposisi berlangsung lebih cepat.
-
Larutkan gula: Larutkan gula ke dalam air dengan takaran sekitar 1 sendok makan untuk 250 ml air, atau 2 sendok makan untuk botol berukuran 1.500 ml.
-
Campurkan seluruh bahan: Masukkan kulit pisang ke dalam larutan gula, lalu tambahkan air bersih hingga menyisakan ruang sekitar 5 sampai 7 cm dari bibir wadah untuk menampung gas.
-
Tutup dan fermentasi: Tutup wadah rapat dan diamkan selama 7 hingga 10 hari di tempat teduh. Buka tutupnya sebentar setiap hari untuk melepaskan gas hasil fermentasi agar wadah tidak menggelembung.
-
Periksa tanda keberhasilan: Fermentasi dianggap berhasil bila muncul aroma asam manis dan warna air berubah kecokelatan. Bau busuk yang menyengat menandakan proses kurang bersih.
-
Saring dan encerkan: Saring cairan, pisahkan ampasnya, lalu encerkan pupuk dengan air memakai perbandingan sekitar 1:10 sebelum digunakan agar akar tidak terbakar.
-
Aplikasikan ke tanaman: Siramkan larutan ke media tanam di sekitar pangkal tanaman, dan hindari mengenai batang serta daun secara langsung, terutama saat terkena sinar matahari.
Berdasarkan laporan Optimist Daily, tinjauan atas lebih dari 120 studi menemukan bahwa pupuk berbahan kulit pisang kerap meningkatkan perkecambahan, ukuran daun, serta tinggi tanaman dibanding tanah tanpa perlakuan.
Kekuatan larutan bisa disesuaikan dengan kebutuhan tanaman. Simon Akeroyd, penulis lebih dari 30 buku berkebun, dikutip dari Tom's Guide, menyatakan, "Anda bisa mengencerkan konsentratnya dengan menambahkan sedikit ke dalam gembor saat menyiram, atau memakainya sebagai konsentrat untuk dorongan nutrisi yang nyata, tergantung kekuatan pupuk yang diinginkan."
Baca juga: 7 Cara Mengolah Kulit Pisang Fermentasi untuk Pupuk Bunga agar Cepat Berbunga
Advertisement
Cara Membuat Pupuk Bubuk dari Kulit Pisang Kering
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5500547/original/085893600_1770869635-unnamed__13_.jpg)
Bila menginginkan pupuk yang tahan lama dan melepaskan nutrisi secara perlahan, kulit pisang kering adalah jawabannya. Teknik ini menjadi variasi cara membuat pupuk dari kulit pisang yang cocok untuk stok dalam jumlah banyak dan minim risiko mengundang lalat.
-
Cuci dan potong kulit: Bersihkan kulit pisang, lalu potong memanjang atau kecil-kecil supaya lebih cepat kering. Bagian ujung yang tebal sebaiknya dikomposkan karena butuh waktu lebih lama.
-
Keringkan hingga renyah: Jemur di bawah sinar matahari selama satu hingga dua hari, atau panggang dalam oven bersuhu rendah hingga kulit benar-benar kering dan mudah patah.
-
Haluskan menjadi bubuk: Giling kulit pisang kering menggunakan blender, penggiling kopi, atau ulekan hingga menjadi bubuk halus.
-
Simpan dalam wadah kedap udara: Masukkan bubuk ke stoples atau wadah bekas bumbu agar terhindar dari jamur dan kelembapan.
-
Taburkan ke media tanam: Sebarkan bubuk di sekitar pangkal tanaman atau campurkan ke tanah, lalu tutup tipis dengan tanah agar nutrisi meresap perlahan.
Sebagaimana dikutip dari SunCo Lawns, kulit pisang segar memberikan dorongan nutrisi yang lebih cepat, sedangkan kulit pisang kering melepaskan nutrisi secara bertahap sehingga lebih tepat untuk perawatan jangka panjang. Cara serupa juga berlaku pada bahan dapur lain, misalnya kulit telur sebagai pupuk alami yang dihaluskan menjadi bubuk kalsium.
Cara Membuat Pupuk dari Kulit Pisang dengan Kompos dan Kubur Langsung
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9333026/original/057694900_1787728427-D.jpg)
Cara membuat pupuk dari kulit pisang yang paling sederhana adalah mengubur potongannya langsung ke tanah atau memasukkannya ke tumpukan kompos. Metode ini menuntut kesabaran karena penguraian berlangsung alami, tetapi hasilnya memperkaya struktur tanah dalam jangka panjang.
-
Potong kecil kulit pisang: Cincang kulit menjadi potongan sekitar 1 cm untuk memicu proses pengomposan dan mempercepat pelepasan nutrisi.
-
Kubur di dekat tanaman: Benamkan potongan kulit sedalam beberapa sentimeter di sekitar pangkal tanaman, sebaiknya sebelum menanam agar tidak melukai akar.
-
Manfaatkan tumpukan kompos: Sebagai alternatif, campurkan kulit pisang ke tumpukan kompos bersama ampas kopi dan sisa dapur lain sebagai bahan hijau kaya kalium.
-
Aduk dan tunggu matang: Aduk tumpukan sesekali untuk menjaga aerasi, lalu biarkan hingga kompos matang dan berwarna gelap seperti tanah.
-
Aplikasikan kompos matang: Campurkan kompos ke lapisan atas media tanam atau taburkan di sekeliling tanaman saat mulai berbunga dan berbuah.
Pengomposan dinilai sebagai cara teraman memanfaatkan limbah ini. Beth Murton, Kepala Kebun di Homes and Gardens, dikutip dari Homes and Gardens, menyatakan, "Kulit pisang adalah cara cemerlang untuk meningkatkan kadar bahan organik dalam kompos buatan sendiri, meski begitu kulit akan terurai jauh lebih cepat jika dipotong kecil-kecil terlebih dahulu."
Advertisement
Hal Penting agar Pupuk Kulit Pisang Bekerja Maksimal
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5520169/original/035031100_1772607990-Gemini_Generated_Image_uc8jtsuc8jtsuc8j.jpeg)
Kulit pisang paling menonjol karena kandungan kaliumnya, diikuti fosfor, kalsium, dan sedikit magnesium. Meski kaya mineral, kandungan nitrogennya rendah sehingga bahan ini bukan pupuk lengkap dan sebaiknya dipadukan dengan kompos, pupuk kandang, atau sumber nitrogen lain. Dilansir dari Gardenia, kulit pisang lebih tepat dianggap sebagai sumber nutrisi yang lembut dan lambat, bukan pupuk instan yang bekerja seketika.
Satu hal yang kerap terlewat, nutrisi dalam kulit pisang tidak langsung tersedia begitu ditanam karena harus terurai dahulu oleh mikroba tanah. Barbara Smith, hortikulturis dari Clemson Extension, dikutip dari AOL, menyatakan, "Pisang sebagian besar terdiri dari air, akan terurai perlahan, dan tidak akan menyediakan cukup nutrisi." Senada dengan itu, Pam Farley, penulis buku The First-Time Gardener, dikutip dari AOL, menyatakan, "Kulit pisang butuh waktu sangat lama untuk terurai sehingga tanaman tidak mendapatkan nutrisi ketika membutuhkannya, bahkan bisa lebih dari setahun di kebun."
Pupuk kulit pisang paling bermanfaat bagi tanaman yang menyukai kalium seperti tomat berbuah lebat, cabai, dan mawar, terutama saat fase berbunga dan berbuah. Namun, harapan yang berlebihan perlu diluruskan. Dr. Linda Chambers, peneliti botani di Universitas Florida, dikutip dari Journee Mondiale, menyatakan, "Klaim viral bahwa kulit pisang memiliki rasio NPK 0-25-42 sepenuhnya keliru, sebab tidak ada bahan tanaman yang secara alami mengandung nol nitrogen atau kalium setinggi itu."
Perhatikan pula bahwa kulit pisang mentah dapat mengundang lalat buah dan hama kecil, sehingga penggunaan langsung untuk tanaman dalam ruangan sebaiknya dihindari. Sebagai gantinya, versi kering atau kompos matang jauh lebih aman untuk tanaman pot di rumah. Sebagaimana dilaporkan Earth.com, produksi pisang dunia mencapai sekitar 116 juta ton per tahun dengan kulit menyumbang seperempat bobot buah yang sering terbuang percuma, padahal bisa disulap menjadi penyubur tanaman lewat berbagai pupuk alami rumahan.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Pupuk dari Kulit Pisang
Berapa lama proses membuat pupuk cair dari kulit pisang?
Proses fermentasi umumnya membutuhkan waktu 7 hingga 10 hari, meski sebagian resep dengan tambahan bioaktivator seperti EM4 dapat mempersingkatnya menjadi sekitar 3 hari. Tanda pupuk sudah jadi adalah munculnya aroma asam manis dan warna air yang berubah kecokelatan. Metode ini bisa dipadukan dengan pengolahan sisa makanan menjadi pupuk cair organik lainnya.
Apakah pupuk kulit pisang boleh dipakai untuk tanaman dalam ruangan?
Sebaiknya dihindari untuk tanaman indoor karena kulit pisang mentah dapat mengundang lalat buah, agas, dan hama lain. Untuk tanaman pot di dalam rumah, gunakan bentuk bubuk kering atau kompos matang yang lebih stabil dan tidak berbau. Bahan seperti cangkang telur jadi pupuk kompos juga bisa ditambahkan untuk memperkaya nutrisi.
Tanaman apa yang paling cocok diberi pupuk kulit pisang?
Tanaman berbunga dan berbuah yang menyukai kalium paling diuntungkan, seperti tomat, cabai, mawar, hingga pohon buah. Kandungan kaliumnya membantu pohon kelengkeng dan pohon alpukat berbuah lebih lebat, terutama saat fase pembungaan dan pembuahan. Untuk memulai, Anda bisa mempraktikkannya pada sayuran organik di pot atau kebun mini di pekarangan, sekaligus mendukung pupuk alami untuk kebun sayur yang ramah lingkungan.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9334903/original/053454000_1787904698-HOAX__7_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335179/original/068083900_1787917398-cek_fakta_menko.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9334946/original/033690300_1787906817-cek_fakta_bank_mandiri.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9306409/original/068173500_1784877920-cek_fakta_-_pendaftaran_CPNS.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9333025/original/051101400_1787728427-Cara_Membuat_Pupuk_dari_Kulit_Pisang_yang_Mudah_dan_Kaya_Nutrisi_untuk_Tanaman_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335165/original/054227400_1787914357-f2d56033-0aa0-4357-9b72-993de6435264.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4633292/original/014896000_1698919401-slaapwijsheid-nl-nWt1z1Ue86k-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335142/original/082058400_1787912714-ASDFGHGFDDFCDX.jpg)