Liputan6.com, Jakarta - Rumah berbahan kayu memiliki daya tarik tersendiri, tetapi juga perlu perlindungan ekstra dari rayap. Tanaman yang membuat rayap enggan mendekat ke rumah berbahan kayu dapat menjadi pilihan alami untuk membantu mengurangi risiko rayap di sekitar hunian.
Beberapa tanaman memiliki aroma kuat atau senyawa alami yang kurang disukai serangga. Menanamnya di area strategis seperti halaman, dekat pagar, atau sekitar rumah dapat menjadi bagian dari upaya menjaga lingkungan hunian tetap nyaman.
Meski begitu, tanaman sebaiknya digunakan sebagai langkah pendukung, bukan satu-satunya cara membasmi rayap. Kebersihan lingkungan, pengelolaan kelembapan, dan pemeriksaan kayu tetap penting untuk melindungi rumah dari kerusakan akibat rayap. Berikut beberapa tanaman yang dapat dipertimbangkan untuk ditanam di sekitar rumah berbahan kayu, oleh Liputan6.com, Jumat (28/8/2026).
Advertisement
1. Serai
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9329798/original/015247800_1787296545-pexels-mingche-lee-2072368-38004213.jpg)
Serai memiliki aroma khas yang kuat karena mengandung berbagai senyawa aromatik. Tanaman ini cukup mudah ditanam di area rumah dan dapat ditempatkan di sekitar halaman atau area yang menjadi batas antara rumah dengan taman.
Aroma serai dapat membantu mengurangi keberadaan beberapa jenis serangga sehingga kerap digunakan dalam pendekatan pengendalian serangga berbasis tanaman. Untuk rumah berbahan kayu, serai dapat menjadi salah satu tanaman pendamping yang ditanam di area sekitar hunian.
Meski demikian, menanam serai tidak berarti rayap akan otomatis meninggalkan rumah. Tetap perhatikan kondisi kayu, kelembapan tanah, dan kemungkinan adanya jalur rayap di sekitar bangunan.
Advertisement
2. Mint
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5341040/original/079746600_1757302692-TANAMAN_MINT.jpg)
Mint dikenal memiliki aroma segar yang cukup kuat dan berasal dari kandungan minyak atsirinya. Tanaman ini dapat ditanam dalam pot sehingga lebih mudah ditempatkan di area tertentu di sekitar rumah.
Aromanya yang kuat membuat mint menarik digunakan sebagai salah satu tanaman pendamping untuk membantu mengurangi gangguan serangga. Menempatkannya di dekat teras atau area luar rumah juga dapat memberikan aroma yang menyegarkan.
Karena mint mudah menyebar dan tumbuh dengan cepat, menanamnya dalam pot dapat menjadi pilihan praktis. Tanaman ini sebaiknya tetap dirawat dengan baik agar tidak mengambil alih area tanaman lain.
3. Lavender
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9329797/original/005453600_1787296545-baraa-jalahej-qfZGhapxoa4-unsplash__1_.jpg)
Lavender terkenal dengan aromanya yang khas dan sering dimanfaatkan dalam berbagai produk pengusir serangga. Tanaman ini juga dapat menjadi elemen dekoratif yang menarik untuk halaman atau area dekat pintu dan jendela.
Kandungan minyak atsiri pada lavender membuat aromanya cukup kuat. Karena itu, tanaman ini dapat menjadi bagian dari strategi alami untuk menciptakan lingkungan yang kurang menarik bagi beberapa serangga.
Jika ingin menanam lavender di sekitar rumah kayu, pastikan tanaman memperoleh cukup sinar matahari dan ditanam pada media dengan drainase baik. Perawatan yang tepat membuat tanaman tetap sehat sekaligus mempercantik lingkungan rumah.
Advertisement
4. Kemangi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290052/original/054798800_1783422241-tookapic-basil-932079_1280.jpg)
Kemangi tidak hanya dikenal sebagai tanaman yang sering digunakan dalam masakan, tetapi juga memiliki aroma khas yang berasal dari minyak atsirinya. Tanaman ini dapat ditanam dalam pot maupun langsung di tanah selama mendapatkan kondisi tumbuh yang sesuai.
Aroma kemangi membuatnya menarik untuk digunakan sebagai tanaman pendamping di area rumah. Menempatkannya di sekitar taman atau dekat area luar rumah dapat menjadi salah satu cara sederhana untuk menambah tanaman aromatik.
Namun, manfaatnya terhadap rayap sebaiknya tidak dianggap sebagai perlindungan utama. Jika ditemukan tanda rayap pada struktur kayu, penanganan langsung tetap diperlukan untuk mencegah kerusakan semakin meluas.
5. Marigold
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4764690/original/056553200_1709782989-yellow-flower-with-background-yellow-flowers-out-focus.jpg)
Marigold atau bunga tahi ayam memiliki aroma khas dan sering ditanam sebagai tanaman pendamping di kebun. Bunga ini juga memiliki tampilan cerah sehingga dapat memberikan nilai dekoratif pada halaman rumah.
Tanaman marigold dapat ditempatkan di sekitar area luar rumah yang memiliki tanaman kayu atau taman. Kehadirannya dapat menjadi bagian dari pendekatan alami untuk mengurangi gangguan berbagai serangga.
Untuk rumah berbahan kayu, marigold lebih tepat digunakan sebagai pelengkap pengelolaan lingkungan. Pastikan area sekitar rumah tetap bersih, tidak terlalu lembap, dan bebas dari tumpukan kayu atau material organik yang dapat menjadi tempat berlindung serangga.
Advertisement
6. Rosemary
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8050121/original/045374400_1780893531-rosemar.jpeg)
Rosemary merupakan tanaman herbal yang memiliki aroma kuat dan khas. Tanaman ini dapat ditanam dalam pot maupun di area taman dengan kondisi yang cukup terkena sinar matahari.
Aroma yang berasal dari minyak atsiri rosemary membuat tanaman ini kerap dimanfaatkan dalam berbagai pendekatan pengendalian serangga. Menempatkannya di sekitar area luar rumah dapat menjadi pilihan tambahan untuk menciptakan lingkungan yang kurang menarik bagi serangga tertentu.
Rosemary juga relatif menarik sebagai tanaman dekoratif karena bentuk daunnya yang khas. Pastikan media tanam memiliki drainase yang baik agar tanaman tidak mudah mengalami masalah akibat terlalu banyak air.
7. Catnip
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5252470/original/082979500_1749898486-cat-829681_1920.jpg)
Catnip merupakan tanaman yang masih berkerabat dengan mint dan memiliki aroma khas dari kandungan minyak atsirinya. Tanaman ini dapat ditanam sebagai bagian dari taman rumah dan cocok ditempatkan dalam pot jika ingin mengontrol pertumbuhannya.
Kandungan tertentu dalam catnip telah menarik perhatian dalam penelitian mengenai aktivitas pengusir serangga. Karena itu, tanaman ini dapat dipertimbangkan sebagai salah satu tanaman pendamping untuk pengelolaan serangga secara alami.
Namun, pemilik kucing perlu mempertimbangkan keberadaan hewan peliharaan sebelum menanamnya karena catnip dapat menarik perhatian kucing. Tetap gunakan pendekatan pengendalian rayap yang tepat jika sudah terdapat infestasi.
Advertisement
8. Bawang Putih
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9305264/original/086437900_1784789797-ce08a99f-a647-41cb-92b6-6e1d2f0b4341.jpg)
Bawang putih memiliki aroma tajam yang berasal dari senyawa sulfur, terutama ketika siungnya dihancurkan atau dipotong. Tanaman ini dapat ditanam di kebun rumah sekaligus dimanfaatkan sebagai bahan dapur.
Aroma kuat bawang putih membuatnya sering dikaitkan dengan upaya mengurangi keberadaan sejumlah serangga. Menanamnya di sekitar area rumah dapat menjadi tambahan dalam strategi pengelolaan lingkungan secara alami.
Meski begitu, bawang putih bukan solusi untuk membasmi koloni rayap yang sudah berada di dalam struktur rumah. Pemeriksaan tetap diperlukan apabila terdapat kayu berlubang, serbuk kayu, jalur lumpur, atau tanda kerusakan lainnya.
Jangan Hanya Mengandalkan Tanaman untuk Mengatasi Rayap
Menanam tanaman aromatik dapat menjadi salah satu langkah tambahan dalam menjaga lingkungan rumah, tetapi efektivitasnya tidak boleh dianggap setara dengan metode pengendalian rayap yang memang dirancang untuk menangani infestasi.
Rumah berbahan kayu juga perlu dijaga agar tidak terlalu lembap. Periksa kebocoran atap, pipa, saluran air, dan bagian rumah yang berdekatan dengan tanah. Kayu yang bersentuhan langsung dengan tanah juga sebaiknya dihindari karena dapat meningkatkan risiko serangan rayap.
Selain itu, jangan menyimpan potongan kayu, kardus, atau material berbahan selulosa terlalu dekat dengan rumah. Lakukan pemeriksaan secara berkala pada kusen, lantai, rangka, dan bagian kayu lain yang sulit terlihat.
Jika ditemukan tanda infestasi, seperti jalur lumpur, kayu terdengar kopong ketika diketuk, sayap rayap yang berserakan, atau kerusakan kayu, jangan menunggu hingga kerusakannya meluas. Pengendalian khusus rayap dapat diperlukan untuk mengatasi sumber masalah.
Dengan demikian, tanaman seperti serai, mint, lavender, kemangi, marigold, rosemary, catnip, dan bawang putih dapat diposisikan sebagai bagian dari strategi pencegahan alami, bukan sebagai pengganti pemeriksaan dan pengendalian rayap. Kombinasi antara tanaman, lingkungan yang kering, sanitasi, dan pemeriksaan rutin akan memberikan pendekatan yang lebih menyeluruh untuk menjaga rumah berbahan kayu.
Advertisement
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Tanaman yang Membuat Rayap Enggan Mendekat ke Rumah Berbahan Kayu
Apakah tanaman benar-benar bisa mengusir rayap dari rumah?
Tanaman tertentu dapat menjadi bagian dari pencegahan alami, tetapi tidak dapat menjamin rayap sepenuhnya menjauh atau membasmi koloni yang sudah berada di dalam rumah.
Tanaman apa yang dapat ditanam di sekitar rumah berbahan kayu?
Beberapa pilihan yang dapat digunakan antara lain serai, mint, lavender, kemangi, marigold, rosemary, catnip, dan bawang putih.
Apakah tanaman cukup untuk mengatasi rumah yang sudah terserang rayap?
Tidak. Jika sudah ditemukan tanda infestasi, diperlukan pemeriksaan dan metode pengendalian rayap yang sesuai. Tanaman hanya berperan sebagai langkah pendukung.
Bagaimana cara mencegah rayap pada rumah berbahan kayu?
Jaga rumah tetap kering, perbaiki kebocoran, hindari kontak langsung kayu dengan tanah, singkirkan tumpukan kayu, dan lakukan pemeriksaan secara rutin.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9334903/original/053454000_1787904698-HOAX__7_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335179/original/068083900_1787917398-cek_fakta_menko.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9334946/original/033690300_1787906817-cek_fakta_bank_mandiri.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9306409/original/068173500_1784877920-cek_fakta_-_pendaftaran_CPNS.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335165/original/054227400_1787914357-f2d56033-0aa0-4357-9b72-993de6435264.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9333102/original/021901200_1787731829-pexels-yuanda-darian-shen-429147904-32543475.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5493518/original/013815500_1770256727-Berikan__Makanan__Khusus__Pupuk_dengan_Kandungan_Fosfor_Tinggi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5519457/original/052864600_1772567350-Ilustrasi_Cokelat_Valentine__Photo_by_valeria_aksakova_on_Freepik___1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5467862/original/083566000_1767933329-unnamed__14_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9327029/original/012136100_1787048090-11858284891473003081.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9321482/original/062196100_1786443015-hl2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9320264/original/073722500_1786342136-0f855500-2cfb-4338-9362-586f268f4f34.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9319041/original/082124600_1786178764-Screenshot_2026-08-08_153751.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9319104/original/002904900_1786182738-0e1e28f0-83de-4140-b11f-3b0551b72f42.jpg)