Gus Kikin Siap Bertarung Jadi Ketum PBNU di Muktamar ke-35 NU

Jika dipercaya menjadi Ketum PBNU, Gus Kikin mengusung dua program besar yang menurutnya penting bagi kamajuan NU.

Diterbitkan 29 Agustus 2026, 06:33 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jombang - KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin mengaku siap dengan sejumlah program besar jika dipercaya memimpin PBNU. Pengasuh Ponpes Tebuireng, Jombang, itu juga menyatakan siap bertarung dalam kontestasi calon Ketua umum PBNU di Muktamar ke-35 NU di Jombang.

"Kalau pemilihan, kesiapan, sudah pasti siap," kata Gus Kikin, Sabtu (29/8/2026).

Lebih jauh dirinya mengatakan, dua program besar yang diusungnya jika dipercaya menjadi Ketum PBNU adalah mengembalikan Qanun Asasi NU dan memperkuat ekonomi NU.

Gus Kikin kemudian menceritakan awal mula dirinya dicalonkan sebagai kandidat Ketua Umum PBNU. Pencalonan tersebut datang dari Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur (Jatim) menjelang Muktamar NU ke-35 yang digelar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang.

Cicit pendiri NU, Hadratussyaikh KH Hasyim Asy'ari tersebut, menyambut baik dukungan yang diberikan berbagai pihak kepadanya, termasuk dari sejumlah PWNU dan PCNU.

"Ya Alhamdulillah. Ini karena saya terbiasa bersilaturahim dengan yang lain, dan kita menjalin hubungan dengan semuanya," kata Gus Kikin.

Jika terpilih sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Kikin menyatakan akan mendorong penerapan kembali Qanun Asasi NU sebagai salah satu pedoman dalam menjalankan organisasi. Baginya, Qanun Asasi yang menjadi dasar pemikiran awal berdirinya NU semestinya kembali digunakan sebagai pijakan dalam kehidupan organisasi.

"Ini yang ketika NU menjadi partai politik pada tahun 1952, kemudian ditinggalkan," ungkap Gus Kikin.

Gus Kikin meyakini penerapan Qanun Asasi yang diciptakan KH Hasyim Asy'ari sebagai pijakan berorganisasi akan mendorong NU kembali pada karakter awal sebagai organisasi keagamaan yang dibangun para muassis.

Selain Qanun Asasi, penguatan ekonomi NU menjadi program lain yang menjadi perhatian Gus Kikin. Jumlah warga NU yang besar merupakan potensi sekaligus kekuatan ekonomi yang dapat dikembangkan apabila dikelola dan ditata secara baik.

"Jumlah warganya yang begitu besar itu pasar ekonomi. Itu kalau ditata dengan baik insyaallah jadi satu nilai bagi ekonomi NU," kata Gus Kikin.

Perlu diketahui, Muktamar NU ke-35 tahun 2026 digelar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada 27-31 Agustus 2026.

Dalam momentum tersebut, sejumlah nama disebut-sebut sebagai kandidat calon Ketua Umum PBNU.

Selain KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin, nama lain yang mencuat yakni KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, KH Yusuf Chudori atau Gus Yusuf, KH Abdul Ghaffar Rozin atau Gus Rozin, dan KH Abdussalam Shohib atau yang akrab disapa Gus Salam. 

Â