Kasus Pneumonia Melonjak di Pontianak Akibat Kabut Asap

Peningkatan kasus pneumonia tercatat 10 hingga 20 persen pada pasien di IGD.

Diterbitkan 29 Agustus 2026, 05:46 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Kasus pneumonia di RS Bhayangkara Pontianak naik 10-20% akibat kualitas udara buruk.
  • RS mengantisipasi peningkatan pasien dengan menyiapkan nakes, alat, dan ruang perawatan.
  • Kabut asap memperburuk pernapasan, terutama anak dan lansia; masyarakat diimbau waspada.

Liputan6.com, Jakarta - Rumah Sakit Bhayangkara Anton Soedjarwo Pontianak mencatat peningkatan kasus pneumonia sekitar 10 hingga 20 persen pada pasien di Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan ruang rawat inap. Kenaikan tersebut terjadi seiring memburuknya kualitas udara di Pontianak dan sekitarnya.

Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Anton Soedjarwo Pontianak Kombes Pol Josep Ginting mengatakan, kondisi tersebut menjadi perhatian rumah sakit untuk mengantisipasi peningkatan jumlah pasien dengan gangguan pernapasan akibat memburuknya kualitas udara yang dipicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

"Sehingga rumah sakit mengantisipasi peningkatan kasus dengan menyiapkan tenaga kesehatan, alat medis, ruang perawatan, serta sistem koordinasi dengan rumah sakit lain," tutur Josep di Pontianak, dikutip Sabtu (29/8/2026), seperti dilansir dari Antara.

Dokter spesialis paru Rumah Sakit Bhayangkara Anton Soedjarwo Pontianak, Andreas menjelaskan paparan kabut asap dapat memperburuk kondisi saluran pernapasan. Dalam kondisi tertentu, paparan tersebut bahkan dapat berkembang menjadi pneumonia.

Anak-anak dan lansia menjadi kelompok yang lebih rentan mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap.

"Orang tua lebih banyak dan rentan terdampak pneumonia, bisa karena kabut asap ini," jelas Andreas.

Andreas mengatakan, keluhan akibat paparan asap umumnya diawali dengan gejala seperti batuk dan bersin. Gejala tersebut dapat muncul lebih cepat pada orang yang memiliki alergi atau riwayat asma.

"Kalau paparan berlangsung terus-menerus dan tubuh tidak mampu mentoleransinya, gejala dapat berkembang menjadi sesak napas," ungkapnya.

 

Imbauan ke Masyarakat

Karena itu, masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar rumah ketika kualitas udara memburuk. Bagi yang harus beraktivitas di luar ruangan, penggunaan masker dianjurkan, khususnya bagi kelompok rentan seperti anak-anak, balita, ibu hamil, dan lansia, serta masyarakat dengan kondisi kesehatan tertentu.

Selain pneumonia, masyarakat juga perlu mewaspadai peningkatan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), terutama di wilayah dengan jumlah titik panas (hotspot) yang tinggi. Daerah yang perlu mendapat perhatian antara lain Kabupaten Ketapang, Kota Pontianak, Kabupaten Kubu Raya, Mempawah, Sintang, dan Kapuas Hulu.

Pneumonia merupakan infeksi yang menyebabkan jaringan paru-paru mengalami peradangan. Kondisi tersebut dapat membuat kantung udara atau alveoli terisi cairan maupun nanah sehingga mengganggu proses pernapasan.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6