Setahun Berlalu, Makam Affan Kurniawan Tak Sepenuhnya Sepi

Menjelang setahun wafatnya, mahasiswa dan keluarga masih sesekali datang ke makam Affan Kurniawan di TPU Karet Bivak.

Diterbitkan 28 Agustus 2026, 08:22 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Makam Affan Kurniawan masih diziarahi mahasiswa dan keluarga setahun setelah kematiannya.
  • Keluarga Affan mengimbau agar tidak ada peringatan berlebihan menjelang satu tahun wafatnya.
  • Affan menjadi simbol tuntutan keadilan setelah tewas dalam insiden kericuhan demonstrasi.

Liputan6.com, Jakarta - Hampir setahun setelah Affan Kurniawan meninggal dunia, makamnya di Blok A1 TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat, masih sesekali didatangi peziarah.

Bukan setiap hari. Namun, menurut petugas kebersihan TPU Karet Bivak, Agus (48), mahasiswa masih datang untuk berdoa di makam Affan.

Dalam dua bulan terakhir, Agus melihat sekitar tiga kali kunjungan mahasiswa. Kunjungan terakhir berlangsung pada pagi hari.

"Kadang seminggu sekali, kadang dua kali. Tapi sekarang sudah jarang," kata Agus saat ditemui Liputan6.com, Kamis (27/8/2026).

Pusara Affan lebih ramai pada dua bulan pertama setelah kematiannya pada 28 Agustus 2025. Memasuki bulan ketiga, jumlah peziarah mulai berkurang.

Keluarga Affan juga masih datang meski tidak memiliki jadwal rutin. Agus beberapa kali melihat ayah dan paman Affan berziarah.

"Dua kali. Tapi nggak tiap bulan sih, ya berapa bulan gitu," ujarnya.

Selain keluarga dan mahasiswa, sejumlah tokoh juga pernah datang ke makam Affan.

Namun, Agus tidak mengetahui identitas mereka.

Ia mengaku tidak biasa menanyakan siapa saja yang datang berziarah. Menurutnya, para peziarah biasanya datang, berdoa, kemudian meninggalkan area makam.

 

Keluarga Minta Tak Ada Peringatan Berlebihan

Menjelang satu tahun wafatnya Affan, keluarga juga telah menyampaikan imbauan agar tidak ada kegiatan peringatan yang digelar secara berlebihan.

Imbauan itu disampaikan orang tua Affan, Zulkifli dan Erlina, melalui sebuah video. Mereka meminta rekan seprofesi Affan maupun masyarakat yang ingin mengenangnya untuk tidak menggelar kegiatan secara berlebihan.

"Kami selaku keluarga mengimbau dan berharap kepada seluruh rekan seprofesi almarhum dan kepada masyarakat luas untuk tidak perlu adanya peringatan yang berlebihan tersebut," ujar Zulkifli pada Kamis (13/8/2026).

Meski demikian, kunjungan ke makam Affan masih berlangsung. Mahasiswa dan keluarga sesekali datang untuk berdoa, meski jumlahnya tidak lagi seramai masa-masa awal setelah Affan dimakamkan.

Affan meninggal pada 28 Agustus 2025 setelah terlibat dalam insiden saat kericuhan demonstrasi di Jakarta. Kabar Affan yang  tewas dilindas rantis dengan cepat menyebar. Kemarahan muncul dari komunitas pengemudi ojek daring dan masyarakat. Aksi solidaritas dan tuntutan keadilan kemudian berlangsung di sejumlah kota.

Di Jakarta, massa pengemudi ojol mendatangi Markas Brimob Polda Metro Jaya di kawasan Kwitang. Kericuhan kembali terjadi hingga Jumat dini hari.

Nama Affan pun tidak lagi hanya dikenal sebagai seorang pengemudi ojek daring. Dia menjadi simbol tuntutan keadilan setelah kematiannya.

Ia kemudian dimakamkan di TPU Karet Bivak pada 29 Agustus 2025.

Menjelang peringatan satu tahun kematiannya, suasana di sekitar makam kini jauh lebih tenang dibandingkan masa-masa awal. Namun, bagi sebagian peziarah, makam itu masih menjadi tempat untuk datang, berdoa, dan mengenang Affan.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6