Cara Membuat Pupuk dari Ampas Kopi, Panduan Lengkap agar Tanaman Tumbuh Subur

Cara membuat pupuk dari ampas kopi lewat metode kompos, fermentasi POC, dan tabur langsung. Simak langkah lengkapnya agar tanaman subur dan ramah lingkungan.

Diterbitkan 29 Agustus 2026, 18:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Cara membuat pupuk dari ampas kopi bisa dilakukan lewat tiga metode utama, yaitu dikomposkan, difermentasi menjadi pupuk organik cair, atau ditaburkan langsung ke tanah. Ampas kopi bekas mengandung nitrogen, fosfor, dan kalium yang dibutuhkan tanaman untuk tumbuh subur.

Kunci keberhasilannya terletak pada pengolahan yang benar, sebab ampas kopi segar sebaiknya tidak langsung ditumpuk tebal di permukaan tanah. Dengan teknik tepat, cara membuat pupuk dari ampas kopi menjadi solusi murah sekaligus ramah lingkungan untuk mengurangi limbah dapur yang biasanya terbuang.

Mengacu pada riset Washington State University Extension, ampas kopi mengandung protein kaya nitrogen lebih dari 10 persen dan memiliki rasio karbon-nitrogen yang dapat mencapai 11:1, yang tergolong ideal untuk nutrisi tanaman dan tanah. Selain nitrogen, ampas kopi bekas juga masih mengandung sejumlah mineral, termasuk magnesium, kalsium, dan tembaga, meski kandungannya dapat bervariasi.

Cara Membuat Pupuk Kompos dari Ampas Kopi

Metode pertama dalam cara membuat pupuk dari ampas kopi adalah mengolahnya menjadi kompos. Cara ini dinilai paling aman karena proses pengomposan menetralkan senyawa yang berpotensi mengganggu tanaman sekaligus mempertahankan nutrisinya, mirip dengan prinsip membuat kompos dari daun kering.

Chelsea McKinley, spesialis kesehatan tanaman di U.S. Botanic Garden, menyebut cara terbaik memanfaatkan ampas kopi dalam berkebun adalah dengan mengomposkannya. Pengomposan membantu membuat nutrisi dari ampas kopi lebih mudah tersedia bagi tanaman.

Sementara itu, Washington State University Extension menyarankan penggunaan ampas kopi tidak lebih dari 20 persen berdasarkan volume kompos. Penggunaan lebih dari 30 persen dilaporkan dapat merugikan kualitas dan efektivitas proses pengomposan.

  1. Kumpulkan dan keringkan ampas kopi: Sisihkan ampas kopi sisa seduhan dan angin-anginkan hingga cukup kering. Langkah ini mencegah gumpalan lembap yang mudah berjamur saat dicampur bahan lain.

  2. Siapkan bahan cokelat: Sediakan bahan kering kaya karbon seperti daun kering, ranting, kardus, atau sobekan kertas. Filter kopi kertas juga boleh ikut dimasukkan karena tergolong bahan cokelat.

  3. Tentukan perbandingan hijau dan cokelat: Campur satu bagian ampas kopi dengan dua sampai tiga bagian bahan cokelat. Meski warnanya gelap, ampas kopi dihitung sebagai bahan hijau karena kadar nitrogennya tinggi.

  4. Susun dan aduk merata: Tumpuk bahan berlapis lalu aduk agar partikel halus ampas kopi tidak memadat. Pencampuran yang baik menjaga sirkulasi udara di dalam tumpukan.

  5. Jaga kelembapan: Pastikan tumpukan terasa lembap seperti spons yang diperas, tidak terlalu basah dan tidak kering. Tambahkan air bila terlalu kering, atau bahan cokelat bila terlalu basah.

  6. Balik tumpukan berkala: Aduk kompos tiap beberapa hari sampai satu minggu sekali untuk mempercepat penguraian dan mencegah bau. Cara ini mirip membuat kompos rumahan tanpa bau.

  7. Panen kompos matang: Setelah sekitar dua hingga tiga bulan, kompos berubah menjadi gembur, berwarna cokelat kehitaman, dan berbau seperti tanah. Kompos siap disebar tipis ke media tanam.

Sebagai gambaran perbandingan bahan, banyak praktik pengomposan menyarankan komposisi empat bagian bahan kering berbanding satu bagian bahan basah, seperti yang lazim diterapkan pada pengolahan sampah organik rumah tangga. Bila ingin proses lebih ringkas, Anda juga bisa mengikuti pola pembuatan kompos yang sederhana dan cepat dengan menambahkan aktivator.

Cara Membuat Pupuk Organik Cair dari Ampas Kopi

Selain dikomposkan, cara membuat pupuk dari ampas kopi yang populer di kalangan pehobi tanaman adalah teknik fermentasi menjadi pupuk organik cair (POC). Metode ini praktis karena hasilnya mudah diserap tanaman dan bisa langsung disiramkan ke media tanam, seperti pada pembuatan pupuk organik cair pada umumnya.

Lauren Click, pendiri Let's Go Compost, dikutip dari AOL, menjelaskan, "Ampas kopi bekerja seperti pupuk nitrogen lepas-lambat yang mendukung pertumbuhan daun." Ia juga mengingatkan bahwa proses penguraian menggunakan nitrogen, sehingga penambahan ampas kopi dalam jumlah berlebihan berisiko membuat mikroba "mencuri" hara penting dari tanaman.

  1. Siapkan alat dan bahan: Sediakan ampas kopi, air cucian beras (air leri), gula pasir atau molase, bioaktivator EM4, serta wadah bertutup seperti ember atau botol. Bahan-bahan ini murah dan mudah didapat di rumah.

  2. Campurkan bahan utama: Masukkan ampas kopi ke dalam air cucian beras lalu aduk hingga merata. Air leri berperan menambah sumber nutrisi bagi mikroba pengurai.

  3. Tambahkan gula dan EM4: Larutkan gula sebagai sumber energi mikroorganisme, kemudian tuang EM4 sebagai starter fermentasi. Aduk kembali sampai seluruh bahan tercampur homogen.

  4. Tutup dan simpan di tempat teduh: Tempatkan wadah di lokasi yang tidak terkena sinar matahari langsung maupun hujan. Fermentasi berlangsung sekitar 7 hingga 14 hari, dan sebagian resep memerlukan waktu lebih lama.

  5. Buang gas setiap hari: Buka tutup wadah sebentar setiap hari untuk melepaskan gas hasil fermentasi, lalu tutup kembali rapat. Langkah ini mencegah tekanan berlebih di dalam wadah.

  6. Saring dan simpan larutan: Setelah fermentasi selesai dan aroma menjadi asam segar seperti tapai, saring cairannya dan simpan dalam botol bersih. Cairan inilah pupuk organik cair siap pakai.

  7. Encerkan sebelum aplikasi: Campur POC dengan air memakai perbandingan sekitar 1:10 sebelum disiramkan ke tanaman. Aplikasikan satu sampai dua kali seminggu agar dosisnya tidak berlebih.

Teknik fermentasi serupa juga dipakai pada pembuatan pupuk organik cair dari sampah dapur maupun racikan POC untuk cabai dan tomat. Untuk mengatur takaran dan jadwal penyiraman yang tepat, Anda dapat menyimak panduan perbandingan bahan pupuk kompos cair agar hasilnya maksimal.

Baca juga: Cara Mengolah Sisa Makanan Menjadi Pupuk Cair Organik

Cara Menggunakan Ampas Kopi Langsung sebagai Pupuk Tabur dan Semprot

Bagi yang ingin praktis, cara membuat pupuk dari ampas kopi juga dapat ditempuh dengan menaburkannya langsung ke tanah atau membuat pupuk cair rendaman. Meski begitu, penerapannya harus hati-hati agar ampas kopi tidak membentuk lapisan keras yang menghambat air dan udara mencapai akar.

Thomas Rutter, mantan tukang kebun profesional, dikutip dari Homes & Gardens, menuturkan, "Saya sering memakai ampas kopi sebagai pupuk, dan memberikannya ke tanaman adalah cara bagus untuk mengurangi limbah rumah tangga." Merujuk studi dalam jurnal Urban Forestry & Urban Greening, penerapan ampas kopi segar langsung ke tanah dalam jumlah banyak justru dapat menekan pertumbuhan tanaman karena kandungan kafein dan senyawa fenoliknya.

  1. Gunakan ampas kopi bekas: Pilih ampas kopi sisa seduhan, bukan bubuk kopi segar, karena ampas bekas lebih ramah bagi tanaman. Ampas segar mengandung lebih banyak kafein yang dapat menghambat akar.

  2. Keringkan lebih dulu: Hamparkan ampas kopi hingga kering agar tidak mudah ditumbuhi jamur ketika bersentuhan dengan media tanam yang lembap. Ampas kering juga lebih mudah ditabur merata.

  3. Taburkan tipis: Sebarkan lapisan tipis di sekitar tanaman, jangan menumpuk tebal di satu titik. Lapisan yang terlalu tebal akan memadat dan menahan air di permukaan.

  4. Aduk ke dalam tanah: Garuk atau benamkan ampas kopi beberapa sentimeter ke lapisan tanah agar tercampur bahan organik lain. Cara ini membantu pelepasan nitrogen secara perlahan.

  5. Tutup dengan mulsa kasar: Lapisi permukaan dengan mulsa kasar seperti serpihan kayu untuk mencegah ampas mengeras jadi kerak. Metode ini menjaga kelembapan tanah tetap stabil.

  6. Buat pupuk cair rendaman: Untuk versi cair sederhana, rendam sekitar dua cangkir ampas kopi dalam beberapa liter air selama beberapa jam hingga semalaman, lalu saring dan gunakan menyiram tanaman, seperti dijelaskan pada cara menggunakan ampas kopi untuk menyuburkan tanaman.

Sebagian pehobi memanfaatkan ampas kopi sebagai campuran media tanam untuk menjaga kelembapan, seperti diulas pada cara membuat media tanam dari ampas kopi. Meski demikian, porsinya sebaiknya kecil, umumnya cukup sekitar 10 persen dari keseluruhan media agar tidak memadatkan pot.

Tanaman yang Cocok dan Kesalahan yang Perlu Dihindari

Setelah memahami cara membuat pupuk dari ampas kopi, penting mengetahui tanaman mana yang paling diuntungkan serta kekeliruan yang sering terjadi. Pemahaman ini membuat pupuk ampas kopi bekerja optimal tanpa merugikan tanaman.

Justin Hancock, hortikulturis Costa Farms, dikutip dari AOL, menegaskan, "Anda sering melihat orang menyarankan ampas kopi untuk mengasamkan tanah, padahal itu sebagian besar hanyalah mitos." Ampas kopi bekas justru cenderung mendekati pH netral, sehingga tidak seampuh yang diyakini banyak orang untuk menurunkan keasaman tanah.

  • Utamakan tanaman pencinta asam dan sayuran: Blueberry, azalea, rhododendron, mawar, cabai, tomat, dan wortel umumnya merespons baik terhadap pupuk ampas kopi, seperti disinggung pada bahan alami untuk menyuburkan tanaman.

  • Jangan menumpuk ampas segar terlalu tebal: Lapisan tebal membentuk kerak yang menolak air dan udara. Selalu campurkan dengan bahan organik lain atau komposkan lebih dulu.

  • Batasi porsi dalam kompos: Jaga proporsi ampas kopi maksimal sekitar 20 sampai 30 persen dari total tumpukan agar penguraian tetap lancar.

  • Hati-hati pada benih dan bibit muda: Kafein dapat menghambat perkecambahan, sehingga hindari memberi ampas kopi pekat di area persemaian.

  • Manfaatkan untuk menekan hama dan penyakit: Tekstur kasar ampas kopi kerap dipakai menghalau siput, sementara riset menunjukkan kompos ampas kopi dapat menekan sejumlah jamur tular tanah seperti Fusarium dan Pythium.

  • Undang cacing tanah: Ampas kopi disukai cacing yang membantu menggemburkan tanah, sehingga cocok ditambahkan ke wadah vermikompos dalam jumlah wajar.

  • Waspadai hewan peliharaan: Kafein bersifat racun bagi anjing, jadi sebaiknya benamkan ampas ke tanah atau masukkan ke komposter tertutup, sebagaimana disinggung pada beragam manfaat ampas kopi di rumah.

Daphne Richards, hortikulturis Texas A&M AgriLife Extension Service, dikutip dari Texas A&M AgriLife Today, menjelaskan, "Hanya sebagian kecil nitrogen dalam ampas kopi yang bisa langsung dipakai tanaman, lalu mikroorganisme perlahan mengurainya menjadi pasokan yang stabil." Studi lembaga tersebut bahkan menemukan ampas kopi bekas berpotensi menyaingi peat moss sebagai bahan pembenah tanah bila dipadukan dengan sumber nutrisi lain.

Pupuk ampas kopi juga cocok untuk mempercantik tanaman hias, misalnya pada pupuk alami untuk sirih gading, dan bisa dikombinasikan dengan bahan dapur lain seperti kulit pisang serta cangkang telur yang dibahas pada daftar sampah dapur yang baik untuk tanaman. Jika ingin variasi resep lain, Anda dapat memadukannya dengan pupuk cair akar bambu untuk memperkaya unsur hara.

Dengan mengolah ampas kopi secara tepat, Anda tidak hanya menghemat biaya perawatan tetapi juga turut mengurangi limbah organik yang menumpuk. Kebiasaan kecil menyisihkan ampas seduhan pagi bisa berubah menjadi sumber nutrisi berharga bagi kebun rumah, apalagi jika dipadukan dengan pemahaman soal jenis tanaman yang minim pupuk.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Pupuk dari Ampas Kopi

Apakah ampas kopi bisa langsung dijadikan pupuk tanaman?

Bisa, tetapi tidak disarankan dalam bentuk segar dan bertumpuk tebal. Ampas kopi sebaiknya dikeringkan lalu ditabur tipis, dibenamkan ke tanah, atau dikomposkan terlebih dahulu agar senyawa seperti kafein terurai dan nutrisinya lebih mudah diserap tanaman.

Berapa lama ampas kopi menjadi kompos?

Umumnya kompos matang dalam waktu sekitar dua hingga tiga bulan bila tumpukan rutin dibalik dan kelembapannya terjaga. Proses bisa lebih cepat jika ampas kopi dicampur bahan cokelat yang seimbang dan ditambahkan aktivator seperti EM4.

Tanaman apa saja yang cocok diberi pupuk ampas kopi?

Tanaman yang menyukai tanah agak asam paling diuntungkan, seperti blueberry, azalea, rhododendron, dan mawar. Beberapa sayuran seperti tomat, cabai, dan wortel juga bisa tumbuh baik, asalkan pupuk ampas kopi diberikan dalam jumlah wajar dan tidak berlebihan.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6