Liputan6.com, Jakarta - Cara ternak bebek petelur sambil menanam azolla di kolam yang sama bisa menjadi solusi untuk menghemat biaya pakan. Azolla dimanfaatkan sebagai pakan alternatif, sementara kotoran bebek membantu menyuburkan tanaman air.
Sistem ini menggabungkan peternakan dan budidaya tanaman dalam satu lingkungan yang saling mendukung. Azolla yang mudah tumbuh dapat menjadi sumber nutrisi tambahan, sedangkan limbah ternak dimanfaatkan kembali secara alami.
Selain lebih hemat, pola ini membantu mengurangi limbah dan menciptakan sistem pertanian yang berkelanjutan. Dengan pengelolaan yang tepat, peternak dapat menghasilkan pakan tambahan sekaligus menjaga ekosistem kolam tetap produktif. Simak cara ternak bebek petelur sambil menanam azolla di kolam yang sama, oleh Liputan6.com, Sabtu (29/8/2026).
Advertisement
1. Siapkan Kolam dan Kandang Bebek
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5523794/original/030058400_1772862410-Sistem_Ternak_3_Hewan_Sekaligus_di_Lahan_2x2_Meter_untuk_Pemula_Model_Bebek__Ikan_Nila_dan_Azzola.jpg)
Langkah pertama adalah menyiapkan kolam yang dapat digunakan untuk menumbuhkan Azolla sekaligus mendukung aktivitas bebek petelur. Kolam bisa dibuat dari tanah, terpal, bak semen, atau wadah plastik berukuran sesuai lahan. Jika menggunakan kolam tanah, perhatikan kondisi pH karena perubahan akibat hujan dapat memengaruhi pertumbuhan Azolla.
Ketinggian air sebaiknya sekitar 10–20 cm agar tanaman air tersebut mudah berkembang. Kandang bebek dapat dibuat di atas atau di sekitar kolam dengan sistem semi-intensif. Pastikan kandang memiliki sirkulasi udara baik, terlindung dari hujan berlebihan, serta mudah dibersihkan. Untuk bebek dewasa, kepadatan sekitar 4–5 ekor per meter persegi dapat menjadi acuan agar ruang geraknya tetap nyaman.
Advertisement
2. Pilih dan Tebarkan Bibit Azolla
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263241/original/026820600_1781870752-Budidaya_Azolla_sebagai_Pakan_Alternatif.jpeg)
Setelah kolam siap, pilih bibit Azolla yang sehat dan dapat berkembang dengan cepat. Beberapa jenis yang umum digunakan adalah Azolla microphylla dan Azolla pinnata. Bibit vegetatif dapat ditebarkan pada permukaan kolam dengan kepadatan sekitar 200–300 gram per meter persegi. Jika menggunakan spora, jumlahnya dapat disesuaikan dengan kondisi kolam.
Sebarkan bibit secara merata agar pertumbuhannya tidak menumpuk di satu area. Azolla membutuhkan air yang tenang sehingga sebaiknya hindari aliran air yang terlalu deras. Pada tahap awal, perhatikan perubahan warna dan pertumbuhan tanaman. Azolla yang tumbuh baik umumnya akan menyebar dan menutupi permukaan air secara bertahap.
3. Atur Kondisi Air dan Media Kolam
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5481878/original/087568900_1769150171-AA_Budidaya_Ikan_Nila_dengan_Azolla.jpg)
Pertumbuhan Azolla sangat dipengaruhi oleh kondisi air dan lingkungan kolam. Pertahankan kedalaman air sekitar 10–20 cm agar tanaman dapat berkembang dengan baik. Kisaran pH air yang sesuai untuk Azolla berada sekitar 4–7,5. Kolam juga perlu memperoleh cahaya matahari yang cukup, tetapi hindari paparan panas berlebihan. Jika suhu terlalu tinggi, gunakan paranet sebagai pelindung sementara.
Untuk menambah nutrisi, media kolam dapat diberikan pupuk organik atau pupuk kandang yang sesuai. Namun, pemberiannya perlu diperhatikan agar tidak membuat kualitas air menurun. Pastikan air tidak tercemar bahan kimia atau limbah yang dapat menghambat pertumbuhan Azolla maupun membahayakan bebek.
Advertisement
4. Rawat Azolla agar Cepat Berkembang
Azolla termasuk tanaman air yang memiliki pertumbuhan relatif cepat sehingga perawatannya tidak terlalu rumit. Meski demikian, kondisi kolam tetap perlu diperiksa secara rutin. Pastikan permukaan air tidak terlalu panas dan hindari gangguan yang dapat membuat koloni Azolla rusak. Jika pertumbuhannya terlalu padat, lakukan pengurangan sebagian tanaman agar tidak seluruh permukaan kolam tertutup.
Kepadatan yang terlalu tinggi dapat menghambat masuknya cahaya dan memengaruhi kualitas air. Sebaliknya, jika pertumbuhan lambat, periksa kembali pH, pencahayaan, serta ketersediaan nutrisi. Perawatan yang konsisten membantu menjaga produksi Azolla sehingga ketersediaannya sebagai pakan tambahan untuk bebek dapat berlangsung secara berkelanjutan.
5. Panen Azolla Secara Berkala
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6308550/original/008305000_1779182795-unnamed__56_.jpg)
Azolla dapat mulai dipanen ketika koloninya sudah berkembang dan menutupi sebagian besar permukaan kolam. Tanaman ini dapat berkembang dalam waktu relatif singkat, sehingga pemanenan perlu dilakukan secara berkala agar pertumbuhannya tetap terkendali. Gunakan jaring kecil atau alat yang sesuai untuk mengambil Azolla dari permukaan air.
Jangan mengambil seluruh tanaman karena sebagian perlu disisakan sebagai bibit untuk menghasilkan koloni baru. Sisakan sekitar 10–20 persen Azolla di dalam kolam agar proses regenerasi dapat berlangsung.
Hasil panen kemudian dapat dicuci sebelum diberikan kepada bebek untuk menghilangkan kotoran yang menempel. Dengan pola panen dan regenerasi yang tepat, satu kolam dapat terus menghasilkan Azolla sebagai sumber pakan tambahan.
Advertisement
6. Olah Azolla Menjadi Pakan Bebek
Azolla yang telah dipanen dapat diberikan kepada bebek dalam kondisi segar maupun difermentasi. Sebelum diberikan, Azolla segar sebaiknya dicuci terlebih dahulu untuk menghilangkan kotoran dari kolam. Tanaman ini dapat digunakan sebagai pakan tambahan dengan mencampurkannya bersama pakan komersial.
Selain bentuk segar, fermentasi dapat menjadi pilihan untuk membantu meningkatkan pemanfaatan nutrisi dan membuatnya lebih mudah dicerna. Azolla juga dapat dikeringkan dan diolah menjadi tepung untuk dicampurkan dengan bahan pakan lain.
Penggunaannya sebaiknya tetap sebagai pelengkap, bukan menggantikan seluruh kebutuhan pakan bebek. Komposisi pakan perlu disesuaikan dengan umur, kondisi tubuh, serta fase produksi bebek petelur.
7. Atur Pemberian Pakan dan Perawatan Bebek
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8204163/original/039848000_1781062941-4471ebc4-fdde-4133-b6b0-649dd33acc73.jpg)
Selain menyediakan Azolla, kebutuhan nutrisi bebek petelur tetap harus diperhatikan agar pertumbuhan dan produksi telur berjalan optimal. Azolla dapat diberikan sebagai pakan tambahan sekitar 20–30 persen dari total pakan atau disesuaikan dengan formulasi yang digunakan. Salah satu acuan yang disebutkan dalam artikel adalah sekitar 100 gram Azolla per ekor per hari.
Pemberian dapat dibagi menjadi beberapa kali agar lebih mudah dikonsumsi. Bebek juga harus memperoleh pakan utama yang lengkap, air minum bersih, serta kandang yang nyaman dan higienis. Perhatikan kondisi bebek secara rutin untuk mengetahui perubahan nafsu makan, kesehatan, maupun produktivitas telur. Dengan manajemen pakan dan kandang yang baik, integrasi bebek dan Azolla dapat berjalan lebih efisien.
Advertisement
Pertanyaan Seputar Cara Ternak Bebek Petelur Sambil Menanam Azolla di Kolam yang Sama
Apa manfaat utama mengintegrasikan ternak bebek petelur dengan budidaya Azolla?
Manfaat utamanya adalah menciptakan kemandirian, efisiensi biaya pakan hingga 20-50%, meningkatkan kualitas dan produksi telur bebek, serta mendukung keberlanjutan lingkungan melalui sistem pertanian tanpa limbah.
Seberapa tinggi kandungan protein dalam Azolla sebagai pakan bebek?
Azolla memiliki kandungan protein yang tinggi, berkisar antara 20% hingga 35% dari berat keringnya, serta mengandung asam amino esensial, vitamin, dan mineral.
Bagaimana cara mempersiapkan kolam untuk budidaya Azolla yang terintegrasi dengan bebek?
Kolam dapat berupa kolam tanah, terpal, atau bak semen dengan kedalaman air ideal 10-20 cm. Pastikan kolam mendapatkan cukup sinar matahari, memiliki pH air antara 4-7,5, dan tambahkan pupuk organik sebagai nutrisi.
Bagaimana Azolla diberikan kepada bebek petelur?
Azolla dapat diberikan dalam bentuk segar (setelah dicuci bersih) atau difermentasi. Bisa dicampur dengan pakan komersial (rasio 1:1) atau sebagai suplemen (20-30% dari total pakan) dengan dosis sekitar 100 gram per ekor per hari.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5572964/original/041797700_1777876963-cek_fakta_-_cpns_kejaksaan_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9334225/original/010172500_1787825621-demo_motor.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9331817/original/055880700_1787567222-BSU_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310112/original/014361000_1785306495-Screenshot_2026-07-29_125347.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335571/original/002400100_1787998659-db3f122c-726f-4229-b3f5-edcac8a2d45c.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297920/original/016968600_1784110916-tam.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2909318/original/005220000_1568272410-julia-kuzenkov-TjFetPc6NXs-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332868/original/057820800_1787721054-Cara_Menanam_Delima_dari_Biji_di_Pot.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335501/original/018524000_1787990943-6269367069371328412.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335483/original/035537500_1787989872-9926641750754632234.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332815/original/007207600_1787720176-a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335463/original/074927100_1787987122-pexels-pixabay-327090.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5217593/original/050667200_1747110526-12940f0c-a903-4424-af64-2a1490bf6d6f.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335447/original/082931600_1787984721-12639867924291580198.jpeg)