Liputan6.com, Jakarta - Menanam delima dari biji di pot bisa menjadi pilihan menarik bagi Anda yang ingin memiliki tanaman buah sendiri meski tidak mempunyai halaman yang luas. Tanaman delima memiliki tampilan yang cantik dengan bunga berwarna cerah dan buah yang menarik, sehingga tidak hanya menghasilkan buah tetapi juga dapat menjadi penghias teras atau sudut rumah. Menariknya, delima dapat ditanam dari biji dengan perawatan yang relatif sederhana, asalkan proses penyemaian, pemilihan media tanam, hingga pemenuhan kebutuhan cahaya dilakukan dengan tepat.
Namun, menanam delima dari biji tidak cukup hanya dengan memasukkan biji ke dalam tanah dan menyiramnya setiap hari. Biji perlu dipersiapkan dengan baik agar lebih mudah berkecambah, sedangkan bibit muda membutuhkan media tanam yang gembur dan memiliki drainase baik supaya tidak mudah mengalami pembusukan akar. Setelah tanaman mulai tumbuh, pemangkasan, penyiraman, pemupukan, serta pencahayaan juga perlu diperhatikan agar pertumbuhannya optimal dan tanaman memiliki peluang lebih besar untuk memasuki fase berbunga dan berbuah.
Jika dilakukan dengan langkah yang tepat, pot dapat menjadi media untuk membudidayakan delima di rumah sekaligus memanfaatkan ruang terbatas secara maksimal. Lantas bagaimana cara menanam delima dari biji di pot agar cepat tumbuh dan rajin berbuah? Melansir dari berbagai sumber, Rabu (26/8/2026), simak ulasan informasinya berikut ini.
Advertisement
1. Pilih Biji Delima yang Segar dan Berkualitas
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3531226/original/023982000_1628085975-pexels-jessica-lewis-992815.jpg)
Langkah pertama dalam menanam delima dari biji adalah memilih bahan tanam yang kondisinya baik. Gunakan biji yang berasal dari buah delima matang dan sehat, karena biji dari buah yang sudah matang umumnya telah berkembang dengan baik.
Hindari mengambil biji dari buah yang busuk, berjamur, atau mengalami kerusakan karena kualitas bahan tanam dapat memengaruhi keberhasilan perkecambahan. Sebaiknya pilih buah yang matang sempurna, kemudian keluarkan beberapa bijinya untuk meningkatkan peluang mendapatkan bibit yang tumbuh kuat.
Setelah biji dikeluarkan, bersihkan sisa daging buah yang masih menempel. Bagian daging buah yang tersisa dapat menjadi sumber pertumbuhan jamur ketika biji berada dalam kondisi lembap.
Biji dapat dicuci menggunakan air bersih secara perlahan, kemudian ditiriskan. Jangan langsung menanam biji dalam kondisi sangat basah atau masih dipenuhi sisa buah. Anda dapat mengering-anginkan biji di tempat teduh selama beberapa waktu sebelum masuk ke tahap penyemaian.
Untuk mendapatkan bibit yang lebih sehat, jangan hanya menggunakan satu atau dua biji. Semai beberapa biji sekaligus karena tidak semua biji akan berkecambah dengan kecepatan yang sama.
Setelah tumbuh, bibit yang paling sehat dapat dipilih untuk dipindahkan ke pot. Pilih bibit dengan batang yang tegak, daun berkembang dengan baik, dan tidak menunjukkan tanda-tanda penyakit. Cara ini juga membantu mengurangi risiko kegagalan ketika proses penyemaian dilakukan untuk pertama kali.
Advertisement
2. Semai Biji pada Media yang Gembur dan Tidak Becek
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9319913/original/053388500_1786326348-6904d1c0-4f91-4b16-8481-47e8117bb37a.jpg)
Setelah biji siap, tahap berikutnya adalah melakukan penyemaian. Gunakan wadah kecil seperti tray semai atau pot berukuran kecil yang memiliki lubang drainase. Media semai harus ringan, gembur, dan mampu menahan kelembapan tanpa membuat air menggenang.
Kondisi media yang terlalu padat dapat menyulitkan akar muda berkembang, sedangkan media yang terlalu basah dapat meningkatkan risiko biji membusuk sebelum berkecambah.
Buat lubang kecil pada media, kemudian masukkan biji dan tutup dengan lapisan media secara tipis. Jangan menanam biji terlalu dalam karena tunas muda membutuhkan energi untuk mencapai permukaan. Setelah ditanam, siram menggunakan air secukupnya agar media menjadi lembap. Penyiraman sebaiknya dilakukan secara perlahan supaya biji tidak berpindah posisi atau justru terangkat ke permukaan.
Letakkan wadah semai di lokasi yang mendapatkan cahaya cukup tetapi terlindung dari kondisi yang terlalu ekstrem. Media perlu diperiksa secara rutin untuk memastikan kelembapannya tetap terjaga.
Hindari kebiasaan menyiram secara berlebihan hanya karena ingin mempercepat pertumbuhan. Perkecambahan membutuhkan kelembapan yang stabil, bukan media yang terus-menerus tergenang air. Setelah kecambah muncul dan mulai membentuk beberapa daun, bibit dapat dipersiapkan untuk mendapatkan tempat tumbuh yang lebih luas.
3. Pindahkan Bibit ke Pot dengan Drainase yang Baik
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5555341/original/086785500_1776152709-Delima_Mini.jpg)
Ketika bibit delima sudah cukup kuat, pindahkan ke pot yang lebih besar agar akar mempunyai ruang untuk berkembang. Pilih pot yang memiliki beberapa lubang di bagian bawah sehingga kelebihan air dapat keluar dengan mudah.
Ukuran pot tidak harus langsung sangat besar. Pot yang terlalu besar justru dapat menampung terlalu banyak air jika media yang digunakan memiliki kemampuan drainase kurang baik. Yang terpenting adalah ukuran pot sesuai dengan perkembangan akar dan dapat ditingkatkan secara bertahap ketika tanaman semakin besar.
Gunakan media tanam yang gembur dan memiliki drainase baik. Campuran tanah dengan bahan organik matang dan material yang membantu meningkatkan porositas dapat digunakan agar akar mendapatkan cukup udara.
Hindari menggunakan tanah kebun yang sangat padat sebagai satu-satunya media tanam. Sebelum memasukkan tanaman, pastikan lubang drainase tidak tersumbat dan bagian bawah pot tidak menjadi tempat berkumpulnya air.
Saat memindahkan bibit, lakukan dengan hati-hati agar akar muda tidak banyak mengalami kerusakan. Usahakan media yang menempel pada akar ikut dipindahkan bersama bibit.
Tanam pada kedalaman yang kurang lebih sama seperti ketika bibit berada di wadah semai dan jangan menimbun batang terlalu dalam. Setelah selesai, siram secukupnya untuk membantu media menempel di sekitar akar. Selama masa adaptasi, letakkan tanaman di tempat dengan cahaya yang cukup dan pantau kondisinya secara rutin.
Advertisement
4. Letakkan Pot di Tempat yang Mendapatkan Banyak Sinar Matahari
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5483968/original/031754800_1769410021-Delima_Mini__Sentuhan_Artistik_yang_Tahan_Panas.jpg)
Delima merupakan tanaman yang membutuhkan cahaya matahari untuk mendukung pertumbuhan yang sehat. Setelah bibit cukup kuat, letakkan pot di lokasi yang mendapatkan sinar matahari langsung dalam jumlah memadai.
Teras, halaman, balkon, atau area rumah yang terbuka dapat menjadi pilihan selama tanaman mendapatkan pencahayaan yang cukup. Kekurangan cahaya dapat membuat pertumbuhan tanaman menjadi kurang optimal, batang memanjang dan lemah, serta perkembangan daun tidak maksimal.
Meskipun membutuhkan cahaya, bibit yang baru saja dipindahkan dari tempat teduh sebaiknya tidak langsung ditempatkan di bawah paparan matahari yang sangat terik sepanjang hari. Tanaman muda perlu beradaptasi secara bertahap agar tidak mengalami stres.
Intensitas cahaya dapat ditingkatkan perlahan sesuai dengan kondisi tanaman. Perhatikan daun setelah dipindahkan. Jika tanaman terlihat layu secara berlebihan atau menunjukkan tanda stres, evaluasi kembali intensitas cahaya dan kondisi media.
Ketika tanaman sudah beradaptasi dan tumbuh kuat, pertahankan lokasi yang mendapatkan pencahayaan baik secara konsisten. Sinar matahari berperan penting dalam proses fotosintesis yang menghasilkan energi untuk pertumbuhan.
Pada tanaman yang sudah dewasa, pencahayaan yang memadai juga membantu mendukung proses pembentukan bunga dan buah. Karena itu, jangan terlalu sering memindahkan pot dari satu tempat ke tempat lain tanpa alasan yang jelas, terutama ketika tanaman sudah menemukan lokasi dengan kondisi yang sesuai.
5. Siram Secukupnya dan Jangan Biarkan Air Menggenang
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5315111/original/070835700_1755151860-jamur_6.jpg)
Penyiraman merupakan salah satu bagian penting dalam merawat delima di dalam pot. Tanaman memang membutuhkan air untuk mendukung pertumbuhan, tetapi bukan berarti media harus selalu basah.
Frekuensi penyiraman perlu disesuaikan dengan kondisi cuaca, ukuran pot, jenis media, dan lokasi tanaman. Periksa kondisi media terlebih dahulu sebelum menyiram. Jika bagian atas media masih terasa lembap, penyiraman dapat ditunda sampai kelembapannya berkurang.
Saat menyiram, berikan air secara merata hingga media cukup basah dan sebagian air keluar melalui lubang drainase. Cara ini membantu memastikan air mencapai bagian media yang lebih dalam sekaligus mencegah sebagian area akar tetap kering.
Namun, setelah penyiraman selesai, jangan membiarkan pot berdiri di dalam genangan air. Jika pot ditempatkan di atas tatakan, periksa dan buang air yang terkumpul agar akar tidak terus-menerus berada dalam kondisi terlalu basah.
Kondisi terlalu basah yang berlangsung lama dapat membuat akar kekurangan oksigen dan meningkatkan risiko masalah pada sistem perakaran. Sebaliknya, tanaman yang terlalu lama kekurangan air juga dapat mengalami layu dan pertumbuhan terhambat.
Karena itu, kunci perawatannya bukan menyiram sebanyak mungkin, melainkan menjaga keseimbangan kelembapan media. Ketika tanaman semakin besar dan kebutuhan air berubah, pola penyiraman juga perlu disesuaikan dengan kondisi lingkungan.
Advertisement
6. Berikan Pupuk Secara Bertahap Sesuai Fase Pertumbuhan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5444832/original/086518400_1765790059-Pupuk_Kompos.jpg)
Tanaman delima yang ditanam di dalam pot memiliki ruang perakaran dan sumber nutrisi yang lebih terbatas dibandingkan tanaman yang tumbuh langsung di tanah. Karena itu, pemberian nutrisi perlu diperhatikan agar tanaman dapat berkembang dengan baik.
Pada fase pertumbuhan awal, tanaman membutuhkan nutrisi yang mendukung perkembangan akar, batang, dan daun. Pupuk organik matang dapat menjadi salah satu sumber bahan organik untuk membantu memperbaiki kondisi media, sedangkan pupuk tambahan dapat diberikan sesuai kebutuhan tanaman.
Jangan memberikan pupuk dalam jumlah berlebihan dengan anggapan bahwa semakin banyak nutrisi akan membuat tanaman semakin cepat besar. Pemberian pupuk terlalu banyak justru dapat mengganggu kesehatan akar dan menyebabkan masalah pada tanaman.
Gunakan pupuk sesuai petunjuk pada kemasan dan berikan dengan interval yang wajar. Tanaman yang masih kecil sebaiknya mendapatkan perlakuan lebih hati-hati dibandingkan tanaman yang sudah besar dan memiliki sistem perakaran lebih berkembang.
Ketika tanaman mulai memasuki fase dewasa dan diarahkan untuk berbunga serta berbuah, kebutuhan nutrisinya juga perlu diperhatikan kembali. Unsur hara yang mendukung pembungaan dan pembentukan buah dapat menjadi bagian dari program pemupukan, tetapi tetap harus diberikan secara seimbang.
Selain pupuk, pastikan tanaman mendapatkan cahaya matahari dan penyiraman yang tepat karena pemupukan saja tidak dapat membuat tanaman rajin berbuah jika kondisi tumbuh lainnya tidak mendukung.
7. Pangkas dan Rawat Tanaman agar Fokus pada Pertumbuhan serta Pembuahan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310096/original/038429700_1785305267-6.jpg)
Pemangkasan dapat dilakukan setelah tanaman cukup kuat dan memiliki pertumbuhan yang stabil. Tujuannya bukan sekadar membuat tanaman terlihat rapi, tetapi juga membantu membentuk struktur tanaman dan mengurangi bagian yang tidak diperlukan.
Cabang yang mati, rusak, sakit, atau tumbuh terlalu rapat dapat disingkirkan menggunakan alat pemangkas yang bersih. Dengan tajuk yang tidak terlalu padat, sirkulasi udara dan penerimaan cahaya pada bagian tanaman juga dapat menjadi lebih baik.
Untuk tanaman delima yang ditanam dalam pot, pembentukan tajuk juga penting karena ruang tumbuhnya terbatas. Jangan membiarkan terlalu banyak cabang tumbuh tanpa arah karena tanaman dapat menjadi terlalu rimbun dan sulit dirawat.
Pilih beberapa cabang utama yang sehat dan biarkan tanaman membentuk struktur yang kuat. Pemangkasan sebaiknya dilakukan secara bertahap dan tidak berlebihan agar tanaman tidak mengalami stres akibat kehilangan terlalu banyak bagian vegetatif sekaligus.
Selain pemangkasan, periksa tanaman secara rutin untuk melihat adanya serangan hama atau tanda penyakit. Bersihkan daun atau cabang yang rusak dan pastikan area sekitar pot tidak menjadi tempat menumpuknya sisa tanaman. Yang tidak kalah penting, jangan terburu-buru mengharapkan tanaman yang baru tumbuh langsung menghasilkan banyak buah.
Delima yang berasal dari biji membutuhkan waktu untuk mencapai kematangan. Dengan kombinasi cahaya yang cukup, media yang baik, penyiraman terkontrol, nutrisi seimbang, serta pemangkasan yang tepat, tanaman memiliki peluang lebih baik untuk tumbuh sehat dan memasuki fase berbunga serta berbuah.
Advertisement
Pertanyaan & Jawaban Seputar Cara Menanam Delima dari Biji di Pot agar Cepat Tumbuh dan Rajin Berbuah
1. Apakah delima bisa ditanam dari biji di dalam pot?
Ya, delima bisa ditanam dari biji menggunakan pot. Biji dari buah delima matang dapat dibersihkan kemudian disemai hingga berkecambah. Setelah bibit cukup kuat, tanaman dapat dipindahkan ke pot yang lebih besar dengan media tanam gembur dan memiliki drainase baik.
2. Berapa lama biji delima mulai berkecambah?
Waktu perkecambahan biji delima dapat berbeda-beda tergantung kualitas biji, kelembapan media, suhu, dan kondisi lingkungan. Karena itu, penting menjaga media tetap lembap tetapi tidak tergenang serta menempatkan wadah semai di lokasi yang mendapatkan cahaya cukup.
3. Apakah tanaman delima di pot bisa berbuah?
Bisa. Tanaman delima dapat tumbuh dan berbuah di dalam pot selama mendapatkan kondisi tumbuh yang sesuai. Pot harus memiliki ruang yang cukup untuk akar, media tanam yang baik, sinar matahari memadai, penyiraman terkontrol, serta nutrisi yang seimbang.
4. Apakah delima membutuhkan banyak sinar matahari?
Ya, delima membutuhkan pencahayaan yang baik untuk mendukung pertumbuhan. Tanaman yang sudah kuat sebaiknya ditempatkan di area yang mendapatkan sinar matahari langsung. Jika bibit sebelumnya berada di tempat teduh, biasakan tanaman terhadap paparan matahari secara bertahap.
5. Seberapa sering tanaman delima dalam pot harus disiram?
Tidak ada jadwal penyiraman yang sama untuk semua tanaman karena kebutuhan air dipengaruhi cuaca, ukuran pot, media tanam, dan lokasi tanaman. Periksa kelembapan media sebelum menyiram dan hindari membuat media terus-menerus basah. Pastikan pot memiliki lubang drainase agar kelebihan air dapat keluar.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5572964/original/041797700_1777876963-cek_fakta_-_cpns_kejaksaan_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9334225/original/010172500_1787825621-demo_motor.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9331817/original/055880700_1787567222-BSU_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310112/original/014361000_1785306495-Screenshot_2026-07-29_125347.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332868/original/057820800_1787721054-Cara_Menanam_Delima_dari_Biji_di_Pot.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335483/original/035537500_1787989872-9926641750754632234.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332815/original/007207600_1787720176-a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335463/original/074927100_1787987122-pexels-pixabay-327090.jpg)