6 Desain Rumah Type 36 Tanpa Sekat, Bikin Ruang Terasa Lebih Lega

Referensi desain rumah type 36 tanpa sekat untuk menciptakan hunian mungil yang terasa lega, rapi, dan nyaman.

Diterbitkan 29 Agustus 2026, 18:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Desain rumah type 36 memiliki luas bangunan yang relatif terbatas sehingga penataan ruang perlu dilakukan secara cermat. Salah satu pendekatan yang masuk akal adalah mengurangi sekat permanen pada area utama agar pandangan dan sirkulasi di dalam rumah tidak terputus.

Konsep tanpa sekat atau open plan umumnya diterapkan pada ruang tamu, ruang keluarga, ruang makan, dan dapur yang memiliki fungsi berbeda tetapi tetap dapat berada dalam satu area. Cara ini tidak membuat luas bangunan bertambah, tetapi membantu ruangan terasa lebih lapang karena tidak banyak dinding yang menghalangi pandangan.

Pada rumah type 36, desain tanpa sekat juga perlu disertai pembagian zona yang jelas melalui penataan furnitur, warna, pencahayaan, atau perbedaan material. Berikut beberapa inspirasi yang realistis dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan hunian mungil, dilansir Liputan6.com dari berbagai sumber, Sabtu (29/8).

1. Ruang Tamu, Ruang Makan, dan Dapur Menjadi Satu

Desain paling sederhana adalah menyatukan ruang tamu, ruang makan, dan dapur dalam satu area memanjang tanpa dinding pembatas. Sofa dapat ditempatkan di bagian depan, meja makan di tengah, sedangkan kitchen set berada di sisi belakang sehingga setiap fungsi tetap memiliki area masing-masing.

Agar batas antararea tetap terasa, gunakan furnitur sebagai penanda zona. Misalnya, sofa menghadap televisi untuk menandai ruang keluarga, meja makan menjadi transisi menuju dapur, sementara kitchen set linear ditempatkan menempel pada dinding agar tidak mengganggu jalur berjalan.

Tata letak seperti ini realistis diterapkan pada rumah type 36 karena tidak membutuhkan penambahan ruang. Konsep open plan memang banyak digunakan pada rumah mungil untuk menggabungkan area komunal sekaligus menciptakan pandangan yang lebih terbuka.

2. Open Plan dengan Dapur Linear di Sisi Dinding

Jika ingin area tengah tetap terasa luas, dapur dapat dibuat dalam bentuk linear yang menempel pada salah satu dinding. Kabinet bawah, kabinet atas, kompor, bak cuci, dan area persiapan disusun dalam satu garis sehingga tidak mengambil terlalu banyak ruang lantai.

Di depannya, Anda dapat menempatkan meja makan kecil yang sekaligus menjadi pembatas visual antara dapur dan ruang keluarga. Pilih meja dengan ukuran proporsional agar jalur dari pintu depan menuju bagian belakang rumah tetap nyaman digunakan.

Model ini lebih realistis untuk type 36 dibandingkan memaksakan kitchen island berukuran besar. Dapur terbuka yang menyatu dengan ruang makan atau ruang keluarga memang menjadi salah satu pendekatan yang sesuai untuk rumah type 36 karena dapat mengurangi kebutuhan akan sekat sekaligus mempertahankan fungsi setiap area.

3. Ruang Keluarga Terhubung Langsung dengan Taman Belakang

Bagi rumah type 36 yang masih memiliki area terbuka di belakang, ruang keluarga dapat dibuat menyatu secara visual dengan taman. Bagian belakang ruang keluarga bisa menggunakan pintu kaca geser sehingga ketika dibuka, area dalam dan teras atau taman belakang terasa seperti satu kesatuan.

Ruang tamu, ruang makan, dan dapur tetap berada dalam satu area tanpa sekat, sedangkan taman menjadi perluasan visual dari ruang dalam. Gunakan furnitur berukuran ringkas agar area menuju pintu belakang tidak terhalang dan akses keluar-masuk tetap nyaman.

Konsep ini bukan berarti seluruh dinding belakang harus dihilangkan. Justru penggunaan bukaan lebar seperti pintu kaca lebih masuk akal karena tetap memberikan batas antara ruang dalam dan luar ketika pintu ditutup, sekaligus membantu memasukkan cahaya alami ke area utama rumah. Inspirasi serupa juga banyak diterapkan pada rumah type 36 dengan taman belakang.

4. Open Plan dengan Rak sebagai Pembatas Visual

Rumah tanpa sekat tidak selalu berarti semua furnitur harus dibiarkan tanpa pembagian zona. Rak terbuka dengan ukuran ramping dapat ditempatkan di antara ruang tamu dan ruang makan untuk memberikan batas visual tanpa membuat ruangan terasa tertutup.

Gunakan rak dengan kompartemen terbuka sehingga pandangan masih dapat menembus dari satu sisi ke sisi lainnya. Rak tersebut juga bisa digunakan untuk menyimpan buku, tanaman kecil, atau dekorasi sehingga memiliki fungsi tambahan tanpa memerlukan area khusus.

Model seperti ini cocok apabila penghuni tetap menginginkan sedikit privasi atau batas antarfungsi. Penggunaan furnitur seperti rak buku sebagai room divider memang menjadi salah satu alternatif untuk menggantikan dinding permanen pada konsep open plan.

5. Rumah Type 36 Bergaya Japandi Tanpa Sekat

Gaya Japandi dapat diterapkan pada rumah type 36 dengan menggabungkan ruang tamu, ruang makan, dan dapur dalam satu area terbuka. Pilih furnitur sederhana dengan bentuk ramping, warna netral, serta aksen kayu agar ruangan tidak terasa penuh.

Sofa dua atau tiga dudukan dapat ditempatkan berhadapan dengan kabinet televisi yang dibuat menempel pada dinding. Di belakangnya, meja makan kecil dengan kursi berdesain ringan dapat menjadi zona transisi menuju dapur tanpa perlu menggunakan partisi.

Kunci desain ini adalah menjaga jumlah furnitur dan dekorasi tetap terkendali. Prinsip open plan yang dipadukan dengan warna lembut, material kayu, dan pencahayaan yang baik juga telah digunakan pada inspirasi interior rumah type 36 bergaya Scandinavian dan Japandi.

6. Open Plan dengan Plafon Tinggi dan Bukaan Lebar

Jika struktur rumah memungkinkan, area utama dapat dibuat dengan plafon yang lebih tinggi untuk memberikan kesan ruang yang lebih lega. Konsep ini dapat dipadukan dengan bukaan jendela yang cukup besar di bagian depan atau belakang agar cahaya alami masuk lebih jauh ke dalam rumah.

Tanpa sekat antara ruang tamu, ruang makan, dan dapur, garis pandang dari bagian depan menuju belakang rumah menjadi lebih panjang. Gunakan furnitur rendah dan tidak terlalu besar agar kualitas ruang terbuka tersebut tetap terasa.

Namun, plafon tinggi dan bukaan besar perlu direncanakan sejak tahap desain atau renovasi, terutama terkait struktur, ventilasi, keamanan, dan kondisi iklim setempat. Jadi, konsep ini tetap realistis selama disesuaikan dengan struktur bangunan yang ada, bukan sekadar meniru tampilan rumah pada gambar inspirasi.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Desain Rumah Type 36 Tanpa Sekat

1. Apa yang dimaksud dengan rumah type 36 tanpa sekat?

Rumah type 36 tanpa sekat adalah hunian dengan luas bangunan 36 meter persegi yang mengurangi penggunaan dinding pembatas pada area tertentu, terutama ruang tamu, ruang keluarga, ruang makan, dan dapur. Konsep ini membuat area utama terasa lebih terbuka dan fleksibel.

2. Apakah rumah type 36 cocok menggunakan konsep open plan?

Ya, konsep open plan cukup cocok untuk rumah type 36 karena dapat membuat area utama terasa lebih lega secara visual. Namun, penataan furnitur tetap perlu diperhatikan agar setiap fungsi ruang memiliki zona yang jelas.

3. Bagaimana cara membagi fungsi ruangan tanpa menggunakan sekat?

Pembagian zona dapat dilakukan dengan menata furnitur, seperti sofa, meja makan, atau rak terbuka pada posisi tertentu. Perbedaan warna, material lantai, pencahayaan, dan karpet juga dapat membantu membedakan fungsi setiap area tanpa membangun dinding permanen.

4. Apakah dapur tanpa sekat cocok untuk rumah type 36?

Dapur tanpa sekat dapat menjadi pilihan yang praktis, terutama jika menggunakan kitchen set linear yang menempel pada dinding. Tata letak tersebut membantu menghemat ruang sekaligus membuat dapur terhubung dengan area makan atau ruang keluarga.

5. Apakah rumah type 36 tanpa sekat tetap bisa memiliki privasi?

Bisa, tetapi area yang membutuhkan privasi seperti kamar tidur dan kamar mandi tetap sebaiknya menggunakan sekat atau dinding. Sementara itu, area komunal dapat dibuat lebih terbuka agar rumah terasa lega tanpa mengorbankan kebutuhan privasi penghuni.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6