Liputan6.com, Jakarta Buncis merupakan sayuran polong bernilai ekonomi yang permintaannya stabil sepanjang tahun. Cara menanam buncis di dataran rendah sebenarnya tidak sulit selama Anda memilih varietas yang tepat serta menjaga suhu dan kelembapan lahan tetap stabil.
Langkah utamanya meliputi penyiapan lahan gembur, penanaman benih secara langsung, perawatan rutin, sampai panen yang tepat waktu. Bila dilakukan dengan benar, cara menanam buncis di dataran rendah mampu menghasilkan polong segar dalam waktu sekitar 45 hingga 60 hari dan dapat dipetik berulang kali dalam satu musim.
Buncis (Phaseolus vulgaris) tergolong tanaman musim hangat. Sebagaimana disampaikan Oregon State University Extension, benih buncis berkecambah paling baik pada tanah bersuhu setidaknya 60°F atau sekitar 15,6°C. Suhu tanah yang lebih rendah masih memungkinkan perkecambahan, tetapi dapat meningkatkan risiko benih retak dan rentan terhadap mikroba tanah. Selain praktis dibudidayakan, sayuran ini menyimpan banyak manfaat buncis untuk kesehatan sehingga layak ditanam sendiri di rumah.
Advertisement
Cara Menyiapkan Lahan dan Benih Buncis di Dataran Rendah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5515246/original/068188100_1772167682-Untitled_design__22_.jpg)
Persiapan yang matang menentukan separuh keberhasilan panen. Pahami bahwa cara menanam buncis di dataran rendah menuntut tanah gembur, drainase lancar, serta pemilihan varietas yang tahan panas dan tahan penyakit.
Sebagaimana dikutip dari Clemson University, buncis merupakan tanaman musim hangat yang tumbuh optimal pada suhu rata-rata sekitar 16 hingga 24 derajat Celsius. Clemson juga menyarankan pemilihan varietas yang tahan terhadap Bean Common Mosaic Virus (BCMV) dan antraknosa untuk membantu mengurangi risiko penyakit pada tanaman.
-
Pilih varietas yang cocok: Kenali dua tipe buncis, yakni tipe tegak (tanpa lanjaran) dan tipe rambat. Untuk dataran rendah yang panas, varietas tegak berumur genjah dan tahan penyakit umumnya lebih aman, sedangkan varietas rambat berpotensi hasil lebih tinggi karena masa berbuahnya lebih panjang.
-
Siapkan benih bermutu: Ambil biji dari polong tua yang sudah dijemur hingga kering, lalu seleksi biji yang bernas dan buang yang kempes. Jika ingin hasil lebih seragam, gunakan benih hibrida bersertifikat dari toko pertanian.
-
Olah tanah dan buat bedengan: Bersihkan gulma, gemburkan tanah dengan cangkul atau bajak, lalu bentuk bedengan selebar 60 sampai 100 cm dengan tinggi 20 sampai 30 cm. Buat parit di antara bedengan agar air tidak menggenang, sebab buncis sangat peka terhadap tanah becek.
-
Perbaiki pH dan beri pupuk dasar: pH tanah ideal berada di kisaran 5,5 hingga 6,5; taburkan dolomit atau kapur pertanian bila tanah terlalu asam. Campurkan pupuk kompos atau pupuk kandang matang sebagai pupuk dasar, kemudian diamkan lahan 7 sampai 15 hari sebelum tanam.
-
Atur jarak tanam: Buat lubang tanam dengan tugal. Jarak tanam untuk buncis tegak sekitar 30 x 40 cm, sedangkan buncis rambat sekitar 60 x 70 cm agar sirkulasi udara baik dan tanaman tidak saling menaungi.
Bila lahan Anda terbatas, teknik yang sama bisa diterapkan pada wadah. Prinsip menanam sayuran di pot atau polybag cocok untuk buncis tegak di pekarangan sempit. Baca juga: 8 jenis tanaman sayur dan buah yang tumbuh subur di polybag.
Advertisement
Cara Menanam Benih Buncis di Dataran Rendah dengan Tepat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5472300/original/072763100_1768361510-cara_menanam_buncis.png)
Cara menanam buncis di dataran rendah paling praktis dilakukan dengan menyemai biji langsung ke lubang tanam tanpa persemaian. Teknik tanam langsung ini menghemat waktu sekaligus menghindari stres akibat pindah tanam.
Pete Ferretti, profesor tanaman sayuran di Penn State, menyatakan bahwa tanaman buncis “nyaris mustahil dipindah tanam”, sehingga pekebun perlu menanam benih langsung di lahan.
-
Tentukan waktu tanam: Pilih akhir musim hujan menjelang awal kemarau. Hindari masa tanam yang membuat fase berbunga bertepatan dengan hujan lebat, karena bunga mudah rontok dan penyerbukan terganggu.
-
Beri perlakuan benih: Rendam benih sebentar untuk mempercepat perkecambahan, atau lapisi dengan pelindung benih secukupnya guna mencegah hama perusak biji di dalam tanah.
-
Tanam dua biji per lubang: Masukkan dua butir biji per lubang pada kedalaman 2 sampai 3 cm, lalu tutup dengan tanah tipis atau abu sekam. Penanaman dua biji menjadi cadangan bila salah satu tidak tumbuh.
-
Siram secukupnya: Bila tanah kering, siram tipis setelah tanam. Benih umumnya mulai berkecambah pada hari ke-3 hingga ke-7 setelah tanam.
-
Lakukan penyulaman: Ganti benih yang tidak tumbuh atau rusak paling lambat 14 hari setelah tanam agar populasi tanaman tetap optimum dan seragam.
-
Pasang ajir atau lanjaran: Khusus tipe rambat, pasang ajir bambu setinggi 1,5 sampai 2 meter pada umur 7 sampai 10 hari setelah tanam, lalu rambatkan dan ikat batang agar tidak menjalar liar.
Pola tanam langsung seperti ini juga dipakai untuk banyak sayuran rumahan, sebagaimana panduan polybag gardening untuk pemula. Karena buncis rambat butuh penyangga, teknik ajirnya mirip tanaman merambat lain. Baca juga: cara menanam pare di polybag dan cara menanam oyong gantung di polybag.
Cara Merawat Buncis Dataran Rendah agar Berbuah Lebat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6214605/original/043334800_1779092254-Gemini_Generated_Image_ndifohndifohndif.jpg)
Perawatan menjadi penentu utama bobot panen; di sinilah letak tantangan sekaligus rahasia cara menanam buncis di dataran rendah yang tetap produktif meski suhu tinggi. Fokus utamanya adalah air yang cukup, suhu terkendali, dan nutrisi yang seimbang.
-
Siram secara konsisten: Air paling kritis saat tanaman berbunga dan mengisi polong; siram pada pagi hari agar daun tidak lembap semalaman. Merujuk Iowa State University, buncis membutuhkan kelembapan tanah yang konsisten, terutama saat pembungaan dan pembentukan polong. Kondisi panas dan kering dapat menyebabkan banyak bunga rontok sebelum membentuk polong, sehingga penyiraman perlu dijaga tetap teratur.
-
Kendalikan suhu panas: Gunakan mulsa untuk menstabilkan suhu dan kelembapan tanah, dan pasang naungan ringan seperti paranet ketika terik memuncak. Mengacu pada Utah State University Extension, cuaca panas di atas sekitar 35 derajat Celsius dan kondisi kering dapat membuat tanaman buncis menggugurkan bunga. Stres panas atau kekurangan air juga dapat membuat polong menjadi berserat, sehingga mulsa organik dianjurkan selama fase berbunga untuk membantu menjaga kelembapan tanah.
-
Pupuk susulan hemat nitrogen: Buncis mampu mengikat nitrogen sendiri, sehingga nitrogen berlebih hanya memicu daun rimbun dengan sedikit polong. Berdasarkan panduan University of Maryland Extension, kelebihan nitrogen dapat menunda pembungaan pada buncis. Karena tanaman ini mampu mengikat nitrogen sendiri setelah sistem akarnya berkembang baik, pemupukan tambahan tidak selalu diperlukan. Anda pun bisa memakai kompos dari sampah dapur sebagai sumber hara lepas lambat.
-
Siangi gulma dan bumbun: Akar buncis dangkal, jadi lakukan penyiangan dangkal saja agar akar tidak rusak. Bumbun pangkal batang untuk menutup akar yang terbuka sekaligus menegakkan tanaman.
-
Pangkas daun dan potong pucuk: Buang daun tua atau daun sakit dari bagian bawah agar sirkulasi udara membaik. Dilansir dari The Old Farmer’s Almanac, pucuk tanaman buncis rambat dapat dicubit atau dipangkas ketika sudah mencapai ujung penyangga. Langkah ini membantu menghentikan pertumbuhan ke atas dan mengarahkan energi tanaman untuk menghasilkan lebih banyak bunga dan polong.
-
Kendalikan hama dan penyakit: Pantau tanaman secara rutin dan utamakan cara alami seperti rotasi tanaman serta pemungutan hama secara manual sebelum beralih ke pestisida. Sebagaimana diungkapkan University of Georgia, suhu udara di atas sekitar 29 derajat Celsius dapat menyebabkan bunga buncis rontok dan memperlambat produksi. Karena itu, pengelolaan tanaman yang baik penting dilakukan untuk membantu mempertahankan pertumbuhan dan produksi. Pelajari pengendalian hama dan penyakit serta pengendalian secara organik agar kebun lebih seimbang.
-
Panen tepat waktu: Panen dimulai sekitar 45 hingga 60 hari setelah tanam saat polong masih muda, seukuran pensil, dan bijinya belum menonjol. Mengutip Michigan State University Extension, buncis dapat disimpan selama 7 hingga 10 hari dan sebaiknya tidak disimpan pada suhu di bawah sekitar 5 derajat Celsius karena dapat mengalami kerusakan akibat suhu dingin (chilling injury).
Soal suhu, penjelasannya sederhana. Sebagaimana dijelaskan Ask Extension, suhu tinggi dapat menyebabkan bunga tanaman sayuran berguguran. Pada buncis, panas berlebih juga menjadi salah satu faktor yang dapat mengganggu pembungaan dan produksi polong.
Ritme memetik juga menentukan lamanya masa panen. Sebagaimana dijelaskan West Coast Seeds, jika polong dibiarkan membesar hingga penuh biji, tanaman buncis dapat berhenti berbunga. Karena itu, polong sebaiknya dipanen secara rutin agar tanaman terus menghasilkan polong baru. Sebagaimana ditulis Weldon Burge dalam Fine Gardening, "Agar tanaman terus berproduksi, saya memetik buncis setiap dua atau tiga hari saat puncak panen."
Baca juga: hama dan penyakit tanaman serta cara mengatasinya.
Advertisement
Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Menanam Buncis di Lahan Panas
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5472298/original/061268900_1768361510-menanam_buncis.jpg)
Banyak kegagalan panen di dataran rendah bukan disebabkan benih yang jelek, melainkan kesalahan kecil yang berulang. Konsep kebun sayur di lahan sempit pun bisa gagal jika titik rawan berikut diabaikan.
Dari pengamatan redaksi di lapangan, sebagian besar persoalan buncis di dataran rendah bermuara pada dua hal utama, yaitu air yang tidak konsisten dan suhu yang terlalu tinggi tepat saat tanaman berbunga.
-
Menanam saat puncak kemarau ekstrem: Fase berbunga yang bertepatan dengan panas menyengat membuat bunga rontok massal. Atur jadwal agar pembungaan jatuh pada cuaca yang lebih sejuk.
-
Memberi nitrogen berlebihan: Daun akan tumbuh subur, tetapi polong sedikit. Kurangi pupuk nitrogen dan perbanyak bahan organik seperti yang dibahas dalam manfaat kompos bagi kesuburan tanah.
-
Menanam di bekas lahan kacang-kacangan: Menanam buncis berturut-turut di petak yang sama memicu penumpukan penyakit tanah. Rotasi dengan tanaman non-legum selama 3 sampai 4 tahun sangat dianjurkan.
-
Drainase buruk: Genangan air membuat akar membusuk dan tanaman mudah layu. Pastikan bedengan tinggi dan parit berfungsi baik, terutama pada musim hujan.
-
Telat panen atau jarang memetik: Polong yang dibiarkan tua justru menghentikan pembungaan. Hobby Farms menjelaskan bahwa pemanenan buncis secara rutin dapat mendorong tanaman menghasilkan lebih banyak polong. Karena itu, jangan biarkan polong terlalu lama menempel pada tanaman dan lakukan pemetikan secara berkala.
-
Mengabaikan naungan saat suhu ekstrem: Tanpa mulsa maupun paranet, tanaman gampang stres panas. Naungan tipis di siang hari membantu mempertahankan bunga dan bakal buah.
-
Jarak tanam terlalu rapat: Kerapatan berlebih meningkatkan kelembapan dan mempercepat penyebaran penyakit. Beri ruang cukup agar udara mengalir bebas.
-
Tidak memilih varietas tahan penyakit: Di iklim panas dan lembap, varietas rentan cepat terserang karat daun dan mosaik. Pilih varietas dengan ketahanan penyakit yang jelas.
Baca juga: 7 sayuran yang paling cepat tumbuh di polybag untuk melengkapi kebun sayur rumah Anda bersama buncis.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Menanam Buncis di Dataran Rendah
Apakah buncis bisa ditanam di dataran rendah?
Bisa. Buncis dapat tumbuh dari dataran rendah hingga dataran tinggi asalkan varietasnya sesuai, air tercukupi, dan suhu tidak terlalu ekstrem saat berbunga. Dengan menanam sendiri, Anda bisa langsung menikmati kesegarannya. Baca juga: kandungan antioksidan pada buncis.
Berapa lama buncis dipanen sejak tanam?
Umumnya buncis dipanen sekitar 45 sampai 60 hari setelah tanam. Tipe tegak biasanya lebih genjah, sedangkan tipe rambat butuh 10 sampai 20 hari lebih lama, dan panen dapat berlanjut setiap 2 sampai 3 hari selama beberapa minggu. Baca juga: manfaat buncis untuk menurunkan berat badan.
Mengapa bunga buncis rontok dan sulit berbuah?
Penyebab paling sering adalah suhu yang terlalu panas, kekurangan air pada fase berbunga, serta pemberian nitrogen berlebih. Solusinya adalah memasang naungan, menyiram secara konsisten, dan mengurangi pupuk nitrogen sambil memperbanyak fosfor dan kalium. Baca juga: nutrisi buncis untuk anak.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9331817/original/055880700_1787567222-BSU_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310112/original/014361000_1785306495-Screenshot_2026-07-29_125347.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9334903/original/053454000_1787904698-HOAX__7_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335179/original/068083900_1787917398-cek_fakta_menko.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5540346/original/030197200_1774710860-IMG-20260328-WA0025.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4994697/original/8600_1730956721-DALL__E_2024-11-07_12.15.56_-_A_dish_of_stir-fried_green_beans_and_thinly_sliced_carrots_in_teriyaki_sauce__based_on_the_recipe_described._The_green_beans_are_cut_into_small_pieces.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9329593/original/010202000_1787285446-KTz2tEJAKs6yM0exFSBC7VCmxYKEx1LQuyawUrfh.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5025301/original/023974300_1732677452-Depositphotos_324634922_S.jpg)