Liputan6.com, Jakarta - Cara menanam pare di polybag bisa jadi pilihan praktis bagi Anda yang ingin membudidayakan sayuran sendiri meski memiliki lahan terbatas. Selain tidak membutuhkan banyak persiapan, pare juga bisa menghasilkan panen yang berlimpah jika ditanam dan dirawat dengan tepat.
Pare dikenal sebagai sayuran dengan cita rasa pahit, tetapi tetap banyak digemari karena mengandung berbagai vitamin dan kaya akan serat. Sayuran ini juga dapat diolah menjadi beragam hidangan, seperti ditumis atau direbus sebagai pendamping nasi.
Bagi Anda yang ingin mencoba menanam pare di rumah, berikut panduan cara menanam pare di polybag, dihadirkan Liputan6.com dari berbagai sumber, Rabu (19/8).
Advertisement
1. Alat dan Bahan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9327549/original/085545000_1787114862-68ebdd41-b2bf-4912-899f-52c9f0d95a58.jpeg)
Sebelum mulai menanam, siapkan beberapa alat dan bahan berikut:
- Buah pare yang sudah matangÂ
- Pot ukuran sedangÂ
- CetokÂ
- AirÂ
- Media tanamÂ
- BambuÂ
- Kawat dan taliÂ
Advertisement
2. Cara Menanam Pare
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9327550/original/091088100_1787114862-c1951c98-eb96-4cb6-bb42-7cbdbe272ffe.jpeg)
Pertama, ambil biji pare dari dalam buah dengan cara membelah buah pare. Buah pare yang sudah matang umumnya memiliki warna hijau kekuningan, sedangkan bijinya berwarna kemerahan.
Selanjutnya, siapkan media tanam. Anda bisa menggunakan media tanam yang sudah jadi atau membuatnya sendiri di rumah.
Jika ingin membuat media tanam sendiri, campurkan tanah dan pupuk kompos dengan perbandingan 3:1. Aduk keduanya hingga tercampur secara merata, kemudian masukkan media tanam tersebut ke dalam pot berukuran sedang yang sudah disiapkan.
Buat lubang sedalam 3–5 cm pada media tanam sebagai tempat menanam biji pare. Masukkan biji pare ke dalam lubang, kemudian tutup kembali menggunakan media tanam.
Media tanam tidak perlu dipadatkan. Setelah itu, siram tanaman secukupnya dan letakkan pot di tempat yang tidak terlalu panas, tetapi masih mendapatkan sinar matahari yang cukup.
3. Perawatan Tanaman Pare
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9327551/original/098880900_1787114862-23e2c1f2-1b24-4f4e-9d1e-3290a4db97ed.jpeg)
Selama satu minggu pertama, biarkan tanaman pare tanpa penyiraman. Setelah memasuki usia satu minggu sejak masa tanam, lakukan penyiraman secukupnya.
Periksa kondisi media tanam dan lakukan penyiraman apabila terlihat kering. Saat menyiram, lakukan dengan hati-hati agar batang tanaman yang masih sangat lunak tidak mengalami kerusakan.
Setelah tanaman pare tumbuh hingga sekitar 15 cm, lakukan penyiraman setiap hari. Pare termasuk tanaman yang menyukai air sehingga tanaman yang semakin tinggi perlu terus mendapatkan pasokan air.
Tanaman pare juga cenderung menyukai kondisi tanah yang lembap. Karena itu, pastikan kebutuhan airnya tetap terpenuhi selama pertumbuhan.
Advertisement
4. Perawatan Lanjutan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9327552/original/004850800_1787114863-5bccf9d9-d2d3-400c-a73b-257c57e67cf2.jpeg)
Ketika tinggi batang tanaman pare sudah mencapai 25 cm, siapkan sandaran yang terbuat dari kayu, kawat, dan tali. Sandaran tersebut berfungsi sebagai penopang sekaligus tempat tanaman pare merambat.
Tanaman pare mulai berbunga ketika berusia kira-kira tiga bulan setelah masa tanam. Dalam waktu kurang lebih 1–2 minggu setelah berbunga, tanaman pare akan mulai menghasilkan buah.
Ketika mulai berbuah, tanaman pare menjadi lebih rentan terhadap serangan hama dan penyakit. Beberapa hama yang dapat menyerang antara lain ulat, kumbang, kepik, lembing, lalat buah, dan siput.
Untuk membasmi hama tersebut, gunakan pestisida. Pastikan pestisida yang digunakan merupakan pestisida organik agar tanaman pare tidak terkontaminasi bahan-bahan kimia berbahaya.
5. Panen Buah Pare
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9327553/original/010733800_1787114863-0cb8b8e1-bdb2-46cd-962c-821017070587.jpeg)
Pemanenan sebaiknya dilakukan ketika buah pare belum terlalu matang dan warnanya masih hijau. Pada kondisi tersebut, tekstur buah pare lebih renyah.
Proses pemanenan masih dapat dilakukan hingga tiga bulan setelah panen pertama. Dengan begitu, Anda masih bisa menikmati hasil panen pare dalam beberapa waktu setelah pemetikan pertama.
Advertisement
6. Tips Menanam Pare di Polybag
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9327554/original/016053700_1787114863-ecc001f6-8b2b-4ec3-94c3-e2f49008ad21.jpeg)
Menanam pare di polybag tergolong praktis karena tidak membutuhkan banyak persiapan dan dapat dilakukan dengan alat serta bahan yang sederhana. Pastikan tanaman mendapatkan air yang cukup, sinar matahari, serta sandaran untuk membantu pertumbuhannya merambat.
Dengan perawatan yang tepat, tanaman pare dapat tumbuh hingga mulai berbunga sekitar tiga bulan setelah masa tanam dan kemudian menghasilkan buah.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Cara Menanam Pare di Polybag
1. Apa saja alat dan bahan yang dibutuhkan untuk menanam pare di polybag?
Alat dan bahan yang perlu disiapkan antara lain buah pare matang, pot ukuran sedang, cetok, air, media tanam, bambu, kawat, dan tali.
2. Bagaimana cara membuat media tanam untuk pare?
Media tanam dapat dibuat dengan mencampurkan tanah dan pupuk kompos menggunakan perbandingan 3:1. Campurkan keduanya hingga merata, lalu masukkan ke dalam pot berukuran sedang.
3. Kapan tanaman pare perlu disiram?
Selama satu minggu pertama setelah ditanam, tanaman pare dibiarkan tanpa penyiraman. Setelah itu, lakukan penyiraman secukupnya dan periksa media tanam secara berkala; ketika tanaman sudah mencapai sekitar 15 cm, penyiraman dilakukan setiap hari.
4. Kapan tanaman pare mulai berbunga dan berbuah?
Tanaman pare mulai berbunga ketika berusia kira-kira tiga bulan setelah masa tanam. Sekitar 1–2 minggu setelah berbunga, tanaman pare akan mulai menghasilkan buah.
5. Kapan waktu yang tepat untuk memanen pare?
Pare sebaiknya dipanen ketika buahnya belum terlalu matang dan masih berwarna hijau. Pada tahap tersebut, tekstur buah pare cenderung lebih renyah dan pemanenan masih dapat dilakukan hingga tiga bulan setelah panen pertama.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295088/original/038010600_1783912968-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-13T101127.805.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296249/original/006576900_1784009127-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-14T124739.847.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5466673/original/082916800_1767862212-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-01-08T154559.006.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9314286/original/024914700_1785742099-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-03T142618.819.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9327548/original/080295300_1787114862-92b04265-9ea2-4949-9c57-d68bd2b82bd9.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9320361/original/001674800_1786346859-stasiun_poncol_wikipedia.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9327555/original/019046000_1787114912-HL_sabun.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4374139/original/096709100_1679981555-pexels-alena-darmel-8164742.jpg)