Liputan6.com, Jakarta - Kehadiran buah hati merupakan dambaan setiap pasangan suami istri. Anak menjadi penerus keturunan, penyejuk hati dan penyempurna kebahagiaan keluarga.
Anak saleh dan salehah merupakan salah satu dari tiga amal yang tidak terputus pahalanya meskipun orang tua telah meninggal dunia. Namun, tidak semua pasangan diberi kemudahan dalam mendapatkan momongan. Sebagian harus menanti bertahun-tahun, bahkan ada yang harus melalui berbagai ikhtiar medis dan spiritual.
Doa agar segera mendapatkan momongan menjadi salah satu ikhtiar batin yang sangat dianjurkan. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an bahwa Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengabulkan doa hamba-Nya.
Advertisement
Dalam Doa-Doa Pilihan Terbaik, Syaikh Abdurrazzaq bin Abdulmuhsin Al-Badr menjelaskan bahwa doa adalah ibadah yang paling mulia di sisi Allah, karena di dalamnya terkandung pengakuan akan kehambaan diri dan ketergantungan total kepada Sang Pencipta.
Dalam buku Penjelasan Doa-Doa bagi Orang Sakit dan yang Tertimpa Musibah, Al-Badr juga menegaskan bahwa doa adalah senjata orang beriman dan sarana paling ampuh untuk mendekatkan diri kepada Allah.
Ustaz Salehuddin bin Abu Samah dalam Koleksi Doa dan Zikir menyebutkan bahwa memperbanyak doa untuk memohon keturunan merupakan amalan yang diajarkan Rasulullah SAW dan para nabi terdahulu. Al-Qur'an mengabadikan doa-doa para nabi yang memohon keturunan, seperti doa Nabi Ibrahim AS, Nabi Zakaria AS, dan lainnya.
Doa-doa ini menjadi pedoman spiritual yang dapat diamalkan oleh setiap pasangan yang mendambakan momongan.
Bacaan Lengkap Doa agar Segera Mendapatkan Momongan
1. Doa Nabi Ibrahim AS (QS. Ash-Shaffat: 100)
Arab: رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ
Latin: Rabbi hab lī minaṣ-ṣāliḥīn
Arti: "Tuhanku, berikanlah aku (seorang anak) yang termasuk orang-orang saleh." (QS. Ash-Shaffat: 100)
Doa ini dipanjatkan oleh Nabi Ibrahim AS yang mendambakan keturunan saleh yang dapat melanjutkan dakwah dan perjuangannya. Dalam Tafsir Al-Qur'an Al-'Azhim, Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa Nabi Ibrahim AS berdoa memohon keturunan yang saleh, bukan sekadar anak, melainkan anak yang menjadi bagian dari orang-orang saleh
Doa ini menunjukkan bahwa tujuan utama memohon keturunan adalah untuk melahirkan generasi yang taat kepada Allah.
Diriwayatkan, doa ini sudah dan selalu dipanjatkan oleh Nabi Ibrahim AS sejak beliau masih lajang, belum menikah. Ini menunjukkan bahwa doa memohon keturunan saleh sebaiknya diamalkan bahkan sebelum menikah, agar Allah mempersiapkan pasangan dan keturunan yang saleh sejak awal.
2. Doa Nabi Zakaria AS (QS. Ali Imran: 38)
Arab: رَبِّ هَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً إِنَّكَ سَمِيعُ الدُّعَاءِ
Latin: Rabbi hab lī min ladunka dzurriyyatan ṭayyibatan innaka samī'ud-du'ā'
Arti: "Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi-Mu seorang anak yang baik. Sungguh, Engkau Maha Pendengar doa." (QS. Ali Imran: 38)
Doa ini dipanjatkan Nabi Zakaria AS ketika melihat karunia Allah kepada Maryam. Imam Ibnu Katsir dalam Tafsir Al-Qur'an Al-'Azhim menjelaskan bahwa Nabi Zakaria AS berdoa memohon keturunan yang thayyibah (baik), yaitu keturunan yang suci, bersih, dan diberkahi.
Doa ini mengandung pengakuan akan kelemahan diri dan kepasrahan total kepada Allah, serta keyakinan bahwa Allah Maha Mendengar segala doa.
Doa Nabi Zakaria ini dipanjatkan dengan penuh keikhlasan meskipun usia beliau sudah lanjut dan istrinya mandul. Allah pun mengabulkan doanya dan menganugerahkan Nabi Yahya AS.
3. Doa Nabi Zakaria AS (QS. Al-Anbiya: 89)
Arab: رَبِّ لَا تَذَرْنِي فَرْدًا وَأَنْتَ خَيْرُ الْوَارِثِينَ
Latin: Rabbi lā tadzarnī fardan wa anta khairul-wāritsīn
Arti: "Ya Tuhanku, janganlah Engkau membiarkan aku hidup seorang diri (tanpa keturunan) dan Engkaulah Waris Yang Paling Baik." (QS. Al-Anbiya: 89)
Doa ini merupakan permohonan Nabi Zakaria AS agar tidak dibiarkan hidup tanpa keturunan. Dalam Tafsir Tahlili terbitan Kementerian Agama RI, dijelaskan bahwa Nabi Zakaria AS merasa kesepian dan khawatir tidak ada yang melanjutkan perjuangannya sepeninggalnya.
Beliau berdoa dengan penuh kerendahan hati dan kepasrahan, menyadari bahwa Allah adalah sebaik-baik waris yang akan memelihara agamanya.
Surat Al-Anbiya ayat 89 dapat diamalkan sebagai terapi bagi pasangan suami istri yang belum dikaruniai keturunan. Cara mengamalkannya adalah dengan membaca 41 kali secara rutin setelah salat fajar, disertai basmalah secara bersambung.
4. Doa Nabi Zakaria AS (QS. Maryam: 4-6)
Arab: رَبِّ إِنِّي وَهَنَ الْعَظْمُ مِنِّي وَاشْتَعَلَ الرَّأْسُ شَيْبًا وَلَمْ أَكُنْ بِدُعَائِكَ رَبِّ شَقِيًّا وَإِنِّي خِفْتُ الْمَوَالِيَ مِنْ وَرَائِي وَكَانَتِ امْرَأَتِي عَاقِرًا فَهَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ وَلِيًّا
Latin: Rabbi innī wahanal-'azmu minnī wasyta'alar-ra'su syaibaw wa lam akum bidu'ā'ika rabbi syaqiyyā. Wa innī khiftul-mawāliya miw warā'ī wa kānatimra'atī 'āqiran fa hab lī mil ladungka waliyyā
Arti: "Wahai Tuhanku, sesungguhnya tulangku telah lemah, kepalaku telah dipenuhi uban, dan aku tidak pernah kecewa dalam berdoa kepada-Mu, wahai Tuhanku. Sesungguhnya aku khawatir terhadap keluargaku sepeninggalku, sedangkan istriku adalah seorang yang mandul. Anugerahilah aku seorang anak dari sisi-Mu." (QS. Maryam: 4-6)
Doa ini menggambarkan kondisi Nabi Zakaria AS yang sudah sangat tua dan lemah, sementara istrinya mandul. Namun, beliau tidak pernah berputus asa dari rahmat Allah. Dalam Tafsir Al-Qur'an Al-'Azhim, Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa Nabi Zakaria AS mengadukan keadaannya kepada Allah dengan penuh kerendahan hati, memohon keturunan yang akan mewarisi kenabian dan melanjutkan dakwah.
5. Doa agar Dikaruniai Keturunan yang Menyejukkan Mata (QS. Al-Furqan: 74)
Arab: رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
Latin: Rabbanā hab lanā min azwājinā wa dzurriyyātinā qurrata a'yunin waj'alnā lil-muttaqīna imāmā
Arti: "Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami penyejuk mata dari pasangan dan keturunan kami serta jadikanlah kami sebagai pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa." (QS. Al-Furqan: 74)
Doa ini mencakup permohonan agar pasangan dan keturunan menjadi qurrata a'yun (penyejuk mata). Menurut Ibnu Abbas, qurratul a'yun berarti keturunan yang taat kepada Allah. Doa ini mengajarkan bahwa kebahagiaan sejati terletak pada keluarga yang saleh, bukan sekadar memiliki anak.
Tata Cara dan Waktu Terbaik Berdoa agar Terkabul
Tata Cara Berdoa
1. Bersuci dan Menghadap Kiblat
Sebelum berdoa, hendaklah berwudhu dan menghadap kiblat sebagai bentuk penghormatan dan keseriusan dalam memohon kepada Allah.
2. Memulai dengan Memuji Allah dan Berselawat
Dalam Koleksi Doa dan Zikir, Ustaz Salehuddin bin Abu Samah menjelaskan bahwa doa hendaklah dimulai dengan memuji Allah dan berselawat kepada Rasulullah SAW sebelum menyampaikan permohonan.
3. Berdoa dengan Penuh Kekhusyukan dan Keyakinan
Rasulullah SAW bersabda: "Berdoalah kepada Allah dalam keadaan kalian benar-benar yakin bahwa Allah akan memustajabkan doa tersebut. Ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah tidak memustajabkan doa daripada hati yang lalai dan tidak khusyu." (HR. at-Tirmizi)
4. Mengulang Doa dan Tidak Berputus Asa
Abdullah bin Mas'ud RA meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW suka berdoa dan beristighfar sebanyak tiga kali. Seorang hamba hendaklah mengulang-ulang doanya dan tidak merasa jemu memohon kepada Allah.
5. Disertai dengan Istighfar dan Taubat
Dalam Koleksi Doa dan Zikir, dijelaskan bahwa maksiat adalah penyebab utama penghalang mustajabnya doa. Maka hendaklah bertaubat dan beristighfar sebelum berdoa.
Waktu Terbaik Berdoa
1. Sepertiga Malam Terakhir (Waktu Sahur)
Waktu sepertiga malam terakhir adalah waktu paling istimewa untuk berdoa. Allah SWT turun ke langit dunia pada waktu ini dan berfirman: "Siapa yang berdoa kepada-Ku, maka Aku akan mengabulkannya." (HR. Bukhari dan Muslim)
2. Setelah Salat Fardhu
Bahwa setelah melakukan shalat fardhu, perbanyaklah membaca QS. Al-Anbiya ayat 89.
3. Antara Adzan dan Iqamah
Rasulullah SAW bersabda: "Doa tidak akan tertolak antara adzan dan iqamah, maka berdoalah." (HR. Tirmidzi)
4. Ketika Sujud dalam Salat
Rasulullah SAW bersabda: "Sedekat-dekat hamba dengan Tuhannya adalah ketika ia sedang sujud, maka perbanyaklah doa." (HR. Muslim)
5. Hari Jumat
Dalam kitab Ihya' Ulumuddin karya Imam al-Ghazali, disebutkan bahwa disunatkan 'bersama' dengan isteri pada malam Jumaat dan hari Jumaat.
6. Ketika Hujan Turun
Waktu hujan adalah salah satu waktu mustajab untuk berdoa.
7. Setelah Salat Fajar (Sebelum Subuh)
Surat Al-Anbiya ayat 89 dibaca 41 kali secara rutin setelah shalat fajar (sebelum shalat subuh).
Hikmah Doa agar Segera Mendapatkan Momongan
1. Melatih Kesabaran dan Ketawakalan
Hikmah pertama adalah melatih kesabaran. Maksud dari doa Nabi Zakaria adalah apabila Allah menghendaki tidak akan menganugerahkan keturunan kepadanya, maka ia pun rela dan tidak berkecil hati. Doa mengajarkan bahwa hasil akhir adalah milik Allah, dan tugas hamba adalah berusaha dan berdoa dengan sebaik-baiknya.
2. Menumbuhkan Optimisme dan Menjauhi Keputusasaan
Hikmah kedua adalah menumbuhkan optimisme. Kisah Nabi Zakaria AS yang tetap berdoa meskipun sudah tua dan istrinya mandul mengajarkan bahwa tidak ada yang mustahil bagi Allah. Dalam Tafsir Al-Qur'an Al-'Azhim, Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa Nabi Zakaria AS tidak pernah berputus asa dari rahmat Allah.
3. Memperkuat Tauhid dan Kedekatan dengan Allah
Hikmah ketiga adalah memperkuat tauhid. Doa-doa para nabi yang dipanjatkan dalam kondisi sulit menunjukkan bahwa hanya Allah-lah tempat bergantung dan memohon pertolongan. Syaikh Abdurrazzaq bin Abdulmuhsin Al-Badr dalam Doa-Doa Pilihan Terbaik menjelaskan bahwa doa adalah ibadah yang paling mulia karena mengandung pengakuan akan keesaan Allah.
4. Meneladani Doa Para Nabi dan Orang Saleh
Hikmah keempat adalah meneladani doa para nabi. Al-Qur'an mengabadikan doa-doa Nabi Ibrahim AS, Nabi Zakaria AS, dan lainnya yang dipanjatkan untuk memohon keturunan. Dengan mengamalkan doa-doa ini, seorang Muslim mengikuti jejak para nabi dan orang-orang saleh dalam menghadapi ujian hidup.
5. Memohon Keturunan yang Saleh, Bukan Sekadar Anak
Hikmah kelima adalah orientasi pada kualitas keturunan. Doa-doa para nabi tidak hanya memohon anak, tetapi memohon anak yang saleh, baik, dan menjadi penyejuk mata. Ini mengajarkan bahwa tujuan utama memiliki keturunan adalah melahirkan generasi yang taat kepada Allah dan bermanfaat bagi agama dan umat.
Pertanyaan Seputar Doa Mendapat Momongan
1. Apa doa yang paling dianjurkan untuk segera mendapatkan momongan?
Doa yang paling dianjurkan adalah doa Nabi Zakaria AS dalam QS. Al-Anbiya ayat 89: Rabbi lā tadzarnī fardan wa anta khairul-wāritsīn (Ya Tuhanku, janganlah Engkau membiarkan aku hidup seorang diri dan Engkaulah Waris Yang Paling Baik). Doa ini diamalkan dengan membaca 41 kali setelah salat fajar.
2. Apakah ada doa Nabi Ibrahim untuk memohon keturunan?
Ya, doa Nabi Ibrahim AS terdapat dalam QS. Ash-Shaffat ayat 100: Rabbi hab lī minaṣ-ṣāliḥīn (Tuhanku, berikanlah aku seorang anak yang saleh). Nabi Ibrahim AS sering memanjatkan doa ini bahkan sejak sebelum menikah.
3. Kapan waktu terbaik membaca doa agar cepat hamil?
Waktu terbaik adalah sepertiga malam terakhir, setelah salat fardhu, antara adzan dan iqamah, ketika sujud dalam salat, hari Jumat, dan setelah salat fajar. Dalam Koleksi Doa dan Zikir, disebutkan bahwa doa yang dipanjatkan di waktu-waktu mustajab lebih berpeluang dikabulkan.
4. Apakah doa harus disertai dengan ikhtiar medis?
Ya, Islam mengajarkan keseimbangan antara ikhtiar lahir dan batin. Dalam Penjelasan Doa-Doa bagi Orang Sakit dan yang Tertimpa Musibah, Syaikh Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin al-Badr menegaskan bahwa doa adalah senjata orang beriman, namun tetap harus disertai dengan usaha maksimal, termasuk konsultasi medis.
5. Apa saja adab berdoa agar cepat dikabulkan?
Adab berdoa antara lain: bersuci dan menghadap kiblat, memulai dengan memuji Allah dan berselawat, berdoa dengan khusyuk dan yakin, mengulang doa, serta disertai istighfar dan taubat. Dalam Koleksi Doa dan Zikir, Ustaz Salehuddin bin Abu Samah menjelaskan bahwa maksiat adalah penghalang utama mustajabnya doa.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2845750/original/003475400_1562319949-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4694399/original/071316700_1703154571-Stasiun_Senen_mulai_dipadati_pemudik_Nataru-ANGGA_10.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344493/original/042033300_1788947267-HOAX__15_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9325714/original/050754000_1786927542-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-17T074440.081.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4268921/original/060897000_1671675252-happy-islamic-family-sitting-floor-full-shot.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363979/original/062618200_1790927438-WhatsApp_Image_2026-10-02_at_14.34.23.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363541/original/082820800_1790873841-Foto_2.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363423/original/047017100_1790859858-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_6.58.42_PM__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362754/original/098924600_1790829492-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_09.43.00__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362269/original/040098400_1790766180-795732a8-c861-4c22-8125-6fbfa58c0b6d.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361300/original/000394000_1790692999-WhatsApp_Image_2026-09-29_at_9.36.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360089/original/_Langkah_Membumi_mengajak_mahasiswa_mempraktikkan_pemilahan_sampah_berdasarkan_kategori_organik__anorganik_dan_residu_dalam_Waste_Sorting_Competition_yang_berlangsung_sepanjang_Bulan_September_202.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360261/original/089333200_1790604449-1790416230.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4938388/original/037330400_1725618752-WhatsApp_Image_2024-09-06_at_6.54.31_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2995583/original/093783600_1576227057-coline-hasle-YCnycuWG7XY-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358415/original/056465700_1790339608-IMG_2927.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358530/original/092817600_1790359243-WhatsApp_Image_2026-09-25_at_9.24.59_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364706/original/017541400_1791017243-1001725873.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7852299/original/025107000_1780675698-20260605AA_Timnas_Indonesia_vs_Oman-6.JPG.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364677/original/057784300_1791015366-1001725370.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3142697/original/054131300_1591166259-startup-planning-notes-mac-book-7357__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3728544/original/034547000_1639761994-000_1ME3T9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364568/original/007790200_1791007223-1001722712.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3108176/original/099514400_1587459746-close-up-of-text-on-paper-318451__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364565/original/096098500_1791007187-Copy_of_VLV08397__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364559/original/013876800_1791005531-IMG_6346.jpg)