Liputan6.com, Jakarta - Dzikir yang setara dengan sedekah ratusan juta rupiah menjadi salah satu topik menarik dalam khazanah spiritual Islam. Sebab, alih-alih memberatkan amalan ini cukup diucapkan dengan lisan dan dihadirkan dalam hati secara istiqamah.
Satu kalimat dzikir yang dibaca seratus kali sehari dapat mendatangkan pahala yang nilainya setara dengan memerdekakan sepuluh hamba sahaya. Jika dikonversikan dengan nilai hamba sahaya pada masa kini, para ulama memperkirakan nilainya mencapai ratusan juta rupiah.
Dr. Abdullah bin Hamod Al-Forih dalam kitab Sunnah dan Dzikir Harian Nabi SAW menegaskan bahwa salah satu dampak positif menjaga sunnah dzikir adalah tercapainya derajat kecintaan kepada Allah. Hal ini disebutkan dalam hadits Qudsi: "Hamba-Ku senantiasa mendekatkan diri kepada-Ku dengan ibadah-ibadah sunnah sehingga Aku mencintainya."
Advertisement
Syaikh Sa'id bin 'Ali bin Wahf al-Qahthani dalam kitab Dzikir Pagi dan Petang dan Sesudah Sholat Fardhu merinci bacaan dzikir tersebut sebagai bagian dari amalan harian yang sangat dianjurkan. Dzikir yang dilakukan secara rutin mampu menghadirkan ketenangan jiwa dan mengurangi stres.
Bacaan Dzikir yang Setara dengan Sedekah Ratusan Juta Rupiah Berdasarkan hadits-hadits shahih, terdapat dua bacaan dzikir utama yang memiliki keutamaan setara dengan sedekah ratusan juta rupiah. Keduanya dianjurkan untuk dibaca sebanyak seratus kali dalam sehari.
1. Dzikir Tahlil Seratus Kali
Teks Arab:
لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Latin: Lā ilāha illallāhu waḥdahū lā syarīka lah, lahul-mulku wa lahul-ḥamdu, wa huwa 'alā kulli syai'in qadīr.
Artinya: "Tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah saja, tidak ada sekutu bagi-Nya. Hanya milik-Nya seluruh kerajaan, milik-Nya seluruh pujian, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu."
Hadits ini diriwayatkan oleh Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, bahwasanya Nabi SAW bersabda: "Siapa yang membaca 'Lā ilāha illallāh waḥdahū lā syarīka lah, lahul-mulku walahul-ḥamdu, wahuwa 'alā kulli syai`in qadīr' dalam sehari seratus kali, hal itu baginya setara memerdekakan 10 budak, dituliskan baginya 100 kebaikan, dihapus darinya 100 keburukan, dan menjadi tamengnya dari setan hari itu hingga sore. Tidak ada seorang pun yang bisa meraih pahala yang lebih utama dari apa yang ia raih kecuali orang yang mengamalkannya lebih banyak dari jumlah itu." (Muttafaq 'alaih).
Pahala memerdekakan sepuluh hamba sahaya ini jika dikonversikan dengan nilai hamba sahaya pada zaman ini, maka nilainya mencapai ratusan juta rupiah. Beliau menyebutkan bahwa nilai 10 budak sama dengan 100.000 real, yang jika dirupiahkan sekarang berkisar Rp470 juta.
2. Dzikir Tasbih 100 Kali
Teks Arab: سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ
Latin: Subḥānallāhi wa biḥamdih.
Artinya: "Mahasuci Allah dan segala puji hanya milik-Nya."
Abu Hurairah RA juga meriwayatkan dari Nabi SAW bahwa beliau bersabda: "Siapa yang membaca 'Subḥānallāhi wa biḥamdihi' sebanyak seratus kali sehari, maka dosa-dosanya dihapuskan walaupun sebanyak buih di lautan." (Muttafaq 'alaih).
Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyyah dalam kitab Al-Wabil ash-Shaib menyebutkan bahwa dzikir Subhanallah wa bihamdih memiliki keutamaan yang sangat besar, di antaranya adalah penghapusan dosa-dosa kecil. Beliau juga menjelaskan bahwa dzikir ini merupakan tanaman surga yang akan terus berbuah bagi orang yang mengamalkannya.
3. Dzikir Alhamdulillah
Teks Arab: اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ
Latin: Alhamdulillaah.
Artinya: "Segala puji bagi Allah."
Dalil dan Pandangan Ulama:
Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa yang mengucapkan Alhamdulillah 100 kali, sebelum terbit matahari di pagi hari dan sebelum tenggelam matahari di petang hari, pahalanya seperti orang bersedekah 100 kuda perang fii sabilillah." (HR. Tirmidzi no. 3471) Imam Tirmidzi menilai hadits ini sebagai hasan.
Membaca Alhamdulillah 100 kali tidak membutuhkan waktu lebih dari 3-4 menit, namun pahalanya setara dengan sedekah 100 kuda perang di jalan Allah.
Tata Cara dan Waktu Terbaik Berdzikir
Tata Cara Berdzikir
Dilakukan dengan Khusyuk dan Penuh Adab: Berdasarkan QS. Al-A'raf ayat 205, zikir hendaknya dilakukan dengan merendahkan diri, rasa takut, dan tidak mengeraskan suara.
Menghadirkan Hati: Imam al-Qurthubi dalam tafsirnya menjelaskan bahwa zikir bukan sekadar menyebut nama Allah dengan lisan, tetapi juga menghadirkan kesadaran hati terhadap apa yang diingat.
Duduk dengan Tenang: Sebaiknya berdzikir dalam keadaan duduk dengan tenang, menghadap kiblat jika memungkinkan, dan dalam keadaan suci.
Memperhatikan Jumlah yang Ditentukan: Untuk dzikir-dzikir tertentu yang memiliki jumlah spesifik seperti 100 kali, hendaknya memperhatikan jumlah tersebut sesuai yang diajarkan Nabi SAW.
Mengulang dengan Istiqomah: Syaikh Sa'id bin 'Ali bin Wahf al-Qahthani menegaskan pentingnya konsistensi dalam berzikir. Amalan ini sebaiknya dilakukan setiap hari tanpa terputus.
Waktu Terbaik Berdzikir
1. Waktu Pagi (Setelah Shalat Subuh hingga Terbit Matahari)
Waktu dzikir pagi dimulai sejak terbitnya fajar hingga matahari terbit. Dr. Abdullah bin Hamod Al-Forih menjelaskan bahwa zikir pagi sebaiknya dilakukan setelah shalat Subuh. Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Ahzab [33]: 41-42: "Wahai orang-orang yang beriman, ingatlah Allah dengan zikir sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya pada waktu pagi dan petang."
2. Waktu Petang (Setelah Shalat Ashar hingga Terbenam Matahari)
Waktu dzikir petang dimulai setelah shalat Ashar hingga terbenamnya matahari. Muhammadiyah dalam salah satu kajiannya menjelaskan bahwa waktu-waktu khusus yang dianjurkan untuk berdzikir antara lain setelah shalat dan pertengahan malam.
3. Setelah Shalat Fardhu
Syaikh Sa'id bin 'Ali bin Wahf al-Qahthani dalam kitab Dzikir Pagi dan Petang dan Sesudah Sholat Fardhu menjelaskan bahwa berdzikir setelah shalat fardhu memiliki keutamaan tersendiri, termasuk membaca tasbih 33 kali, tahmid 33 kali, dan takbir 33 kali.
4. Waktu-waktu Lain yang Dianjurkan
Selain waktu-waktu di atas, berdzikir juga dianjurkan pada saat-saat berikut: ketika bangun tidur, sebelum tidur, ketika masuk dan keluar rumah, ketika dalam perjalanan, dan ketika menghadapi kesulitan.
Keutamaan Dzikir yang Setara dengan Sedekah Ratusan Juta Rupiah
Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyyah dalam kitab Al-Wabil ash-Shaib menjelaskan bahwa dzikir adalah makanan pokok bagi hati dan ruh. Apabila seorang hamba gersang dari siraman dzikir, maka jiwanya akan merana. Rasulullah SAW sendiri telah menjanjikan pahala yang sangat besar bagi siapa saja yang mengamalkan dzikir tertentu, sebagaimana disebutkan dalam hadits-hadits shahih.
1. Mendapatkan Pahala Seperti Memerdekakan Sepuluh Hamba Sahaya
Hadits riwayat Abu Hurairah di atas secara tegas menyebutkan bahwa dzikir tahlil seratus kali setara dengan memerdekakan sepuluh budak. Memerdekakan hamba sahaya merupakan salah satu amalan yang sangat dicintai Allah dalam Islam, karena mengandung pembebasan manusia dari perbudakan. Ustaz Khalid Basalamah menjelaskan bahwa jika nilai ini dikonversikan dengan harga hamba sahaya pada masa kini, maka nilainya setara dengan sedekah ratusan juta rupiah.
2. Dituliskan Seratus Kebaikan dan Dihapus Seratus Keburukan
Setiap satu kali bacaan dzikir tahlil tersebut akan dicatat sebagai satu kebaikan, dan akan dihapuskan satu keburukan dari catatan amal seorang hamba. Ini berarti dengan membaca seratus kali, seseorang mendapatkan seratus kebaikan dan terbebas dari seratus keburukan. Keutamaan ini menunjukkan betapa besar kasih sayang Allah kepada hamba-Nya yang senantiasa mengingat-Nya.
3. Menjadi Tameng dari Setan Sepanjang Hari
Dzikir tahlil seratus kali yang dibaca pada pagi hari akan menjadi perlindungan dari gangguan setan hingga waktu sore. Ini sebagaimana disebutkan dalam hadits: "Menjadi tamengnya dari setan hari itu hingga sore." Ibnu Qayyim dalam Al-Wabil ash-Shaib menjelaskan bahwa dzikir menjauhkan setan dan menjadi benteng yang kokoh bagi seorang hamba.
4. Mendapatkan Ampunan Dosa Sebanyak Buih di Lautan
Dzikir Subhanallah wa bihamdih seratus kali memiliki keutamaan khusus berupa penghapusan dosa-dosa kecil meskipun sebanyak buih di lautan. Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa dosa yang dimaksud dalam hadits ini adalah dosa-dosa kecil, karena dosa besar hanya dapat dihapus dengan taubat. Namun, keutamaan ini tetap menunjukkan betapa luasnya rahmat Allah bagi hamba yang berdzikir.
5. Memperoleh Pahala yang Tidak Terbatas
Hadits menyebutkan: "Tidak ada seorang pun yang bisa meraih pahala yang lebih utama dari apa yang ia raih kecuali orang yang mengamalkannya lebih banyak dari jumlah itu." Ini menunjukkan bahwa pahala dzikir tidak memiliki batasan maksimal, semakin banyak seorang hamba berdzikir, semakin besar pula pahala yang ia peroleh. Dr. MS. Udin, MA dalam bukunya menjelaskan bahwa dzikir yang dilakukan secara istiqamah akan terus mengalir pahalanya dan menjadi investasi amal untuk kehidupan akhirat.
6. Mendapatkan Ketenangan Jiwa dan Kesehatan Mental
Dr. MS. Udin, MA dalam Konsep Dzikir dalam Al-Qur'an dan Implikasinya terhadap Kesehatan menjelaskan bahwa zikir yang dilakukan secara rutin mampu menurunkan kecemasan, mengurangi stres, meningkatkan ketenangan jiwa, dan memperkuat stabilitas emosi. Prof. Dr. dr. H. Dadang Hawari menegaskan bahwa zikir dan doa merupakan terapi psikiatrik setingkat lebih tinggi dari psikoterapi biasa, karena mengandung unsur spiritual yang dapat membangkitkan harapan dan rasa percaya diri.
Pertanyaan Seputar Dzikir
1. Dzikir apa yang setara dengan sedekah ratusan juta rupiah?
Dzikir yang setara dengan sedekah ratusan juta rupiah adalah dzikir tahlil "Lā ilāha illallāhu waḥdahū lā syarīka lah, lahul-mulku wa lahul-ḥamdu, wa huwa 'alā kulli syai'in qadīr" yang dibaca seratus kali dalam sehari. Keutamaannya setara dengan memerdekakan sepuluh hamba sahaya, yang jika dikonversikan dengan nilai saat ini mencapai ratusan juta rupiah.
2. Berapa kali dzikir tersebut harus dibaca dalam sehari?
Dzikir tersebut dianjurkan untuk dibaca sebanyak seratus kali dalam sehari. Waktu yang paling utama adalah pada pagi dan petang hari, sebagaimana disebutkan dalam kitab Dzikir Pagi dan Petang karya Syaikh Sa'id bin 'Ali bin Wahf al-Qahthani. Namun, boleh juga dibaca kapan saja selama masih dalam hitungan hari tersebut.
3. Apa dalil yang mendasari keutamaan dzikir ini?
Dalil utamanya adalah hadits riwayat Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim (Muttafaq 'alaih). Dalam hadits tersebut, Nabi SAW menyebutkan bahwa dzikir tersebut setara dengan memerdekakan sepuluh budak, dituliskan seratus kebaikan, dihapus seratus keburukan, dan menjadi tameng dari setan hingga sore hari.
4. Apakah dzikir ini harus dibaca dengan suara keras atau pelan?
Dzikir ini boleh dibaca dengan suara pelan maupun keras, yang terpenting adalah hati tetap hadir dan menyadari makna yang diucapkan. Dalam kitab Sunnah dan Dzikir Harian Nabi SAW, Dr. Abdullah bin Hamod Al-Forih menjelaskan bahwa zikir yang paling utama adalah yang dilakukan dengan hati yang khusyuk dan lisan yang basah.
5. Apakah wanita haid boleh membaca dzikir ini?
Ya, wanita yang sedang haid tetap dianjurkan untuk membaca dzikir ini karena dzikir tidak memerlukan syarat suci dari hadats besar. Syaikh Sa'id bin 'Ali bin Wahf al-Qahthani dalam kitabnya menjelaskan bahwa dzikir adalah amalan yang tidak terikat dengan waktu dan tempat, serta dapat dilakukan oleh siapa saja dalam keadaan apapun.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9325714/original/050754000_1786927542-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-17T074440.081.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349533/original/006044400_1789532857-HOAX__18_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364021/original/072430000_1790928361-cek_fakta_-_aturan_pembelian_bbm_pertamina.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2845745/original/091933300_1562319808-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5382022/original/048339900_1760524874-Sholawat_dan_Berdzikir.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363979/original/062618200_1790927438-WhatsApp_Image_2026-10-02_at_14.34.23.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363541/original/082820800_1790873841-Foto_2.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363423/original/047017100_1790859858-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_6.58.42_PM__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362754/original/098924600_1790829492-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_09.43.00__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362269/original/040098400_1790766180-795732a8-c861-4c22-8125-6fbfa58c0b6d.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361300/original/000394000_1790692999-WhatsApp_Image_2026-09-29_at_9.36.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360089/original/_Langkah_Membumi_mengajak_mahasiswa_mempraktikkan_pemilahan_sampah_berdasarkan_kategori_organik__anorganik_dan_residu_dalam_Waste_Sorting_Competition_yang_berlangsung_sepanjang_Bulan_September_202.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360261/original/089333200_1790604449-1790416230.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4938388/original/037330400_1725618752-WhatsApp_Image_2024-09-06_at_6.54.31_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2995583/original/093783600_1576227057-coline-hasle-YCnycuWG7XY-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358415/original/056465700_1790339608-IMG_2927.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358530/original/092817600_1790359243-WhatsApp_Image_2026-09-25_at_9.24.59_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364420/original/018173900_1790985573-tersangka_pembunuhan.jpg.2000x1333_q85_crop.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9341540/original/019135300_1788657624-0L5A9606.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364404/original/077003400_1790963572-1000168737.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364403/original/099847900_1790963052-IMG-20261002-WA0086.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364399/original/043090600_1790962469-VID-20261002-WA0047_2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364383/original/095863000_1790958256-1214676.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364368/original/084238100_1790955457-479583.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364367/original/024097800_1790954875-479736.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364363/original/090040400_1790954429-5683b32f-114e-43ee-ac45-e44f8bcf6f24.jpg)