Bacaan Doa dan Dzikir setelah Sholat Rawatib, Lengkap Tata Caranya

Doa dan dzikir setelah sholat rawatib merupakan amalan yang sangat dianjurkan.

Diterbitkan 03 Oktober 2026, 11:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Doa dan dzikir setelah sholat rawatib merupakan amalan yang sangat dianjurkan. Sholat rawatib sendiri adalah sholat sunnah yang mengiringi sholat wajib, baik yang dikerjakan sebelum (qobliyah) maupun sesudahnya (ba'diyah). Keberadaannya menjadi penyempurna bagi kekurangan yang mungkin terjadi dalam pelaksanaan sholat fardhu.

Dr. Abdullah bin Hamod Al-Forih dalam kitab Sunnah dan Dzikir Harian Nabi SAW menjelaskan bahwa sholat sunnah rawatib yang muakkad berjumlah 12 rakaat, dan siapa yang menjaganya akan dibangunkan rumah di surga. Setelah menyelesaikan sholat rawatib, seorang Muslim dianjurkan untuk tidak langsung beranjak, melainkan melanjutkannya dengan doa dan dzikir.

Syaikh Sa'id bin 'Ali bin Wahf al-Qahthani dalam kitab Dzikir Pagi dan Petang dan Sesudah Sholat Fardhu menegaskan bahwa berdzikir setelah shalat merupakan amalan yang sangat dianjurkan dan memiliki ganjaran yang besar. Beliau merinci berbagai bacaan dzikir yang diajarkan Nabi SAW, mulai dari istighfar, tasbih, tahmid, takbir, hingga doa-doa khusus.

Merujuk berbagai sumber, berikut ini adalah bacaan doa dan dzikir setelah sholat rawatib, tata cara dan waktu terbaiknya, serta kandungan keutamaannya.

Bacaan Doa dan Dzikir Setelah Sholat Rawatib

1. Istighfar

Teks Arab: اَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ

Latin: Astaghfirullahal 'azhiim.

Artinya: "Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung."

Bacaan ini dibaca sebanyak tiga kali setelah salam. Imam an-Nawawi dalam Al-Adzkar menjelaskan bahwa istighfar adalah pembuka rangkaian dzikir setelah shalat.

2. Doa Setelah Sholat Rawatib

Teks Arab: اَللّٰهُمَّ اغْفِرْلِيْ ذُنُوْبِيْ وَخَطَايَايَ كُلَّهَا، اَللّٰهُمَّ أَنْعِشْنِيْ وَاجْبُرْنِيْ، وَاهْدِنِيْ لِصَالِحِ الْأَعْمَالِ وَالْأَخْلَاقِ، إِنَّهُ لَا يَهْدِيْ لِصَالِحِهَا وَلَا يَصْرِفُ سَيِّئَهَا إِلَّا أَنْتَ

Latin: Allohummaghfirlii dzunuubii wa khothooyaaya kullahaa. Allohumman'isynii wajburnii wahdinii li shoolihil a'maali wal akhlaaqi innahuu laa yahdii li shoolihihaa wa laa yashrifu sayyi'ahaa illaa anta.

Artinya: "Ya Allah, ampunilah aku atas segala dosaku dan kesalahanku. Ya Allah, tinggikan aku dan tutupi aibku, serta berilah aku petunjuk kepada kebaikan amal dan akhlak. Sesungguhnya tidak ada seorang pun yang dapat menunjukkan kepada kebaikan amal dan akhlak, serta tidak ada seorang pun yang dapat memalingkan dari keburukan amal dan akhlak kecuali Engkau."

Doa ini diriwayatkan oleh Ibnu Sunni dari Abu Umamah, yang menceritakan bahwa ia tidak pernah berada di dekat Rasulullah SAW setelah shalat wajib maupun shalat sunnah, melainkan mendengar beliau membaca doa ini.

3. Tasbih, Tahmid, dan Takbir

Teks Arab: سُبْحَانَ اللهِ (33x) - اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ (33x) - اَللهُ أَكْبَرُ (33x)

Latin: Subhanallah (33x), Alhamdulillah (33x), Allahu Akbar (33x).

Artinya: "Mahasuci Allah (33x), segala puji bagi Allah (33x), Allah Mahabesar (33x)."

Setelah itu ditutup dengan:

Teks Arab: لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

Latin: Laa ilaaha illalloohu wahdahuu laa syariika lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa 'alaa kulli syai'in qodiir.

Artinya: "Tiada Tuhan yang berhak diibadahi dengan benar selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nyalah segala kekuasaan dan bagi-Nyalah segala pujian. Dia Maha Berkuasa atas segala sesuatu."

Rasulullah SAW bersabda: "Siapa yang bertasbih, bertahmid, dan bertakbir setelah shalat sebanyak 33 kali dan menutupnya dengan membaca laa ilaaha illalloohu wahdahuu laa syariika lah..., maka dosanya akan diampuni meskipun sebanyak buih di lautan." (HR. Muslim no. 597)

4. Ayat Kursi

Teks Arab: اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۗ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ ۚ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ ۖ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ

Latin: Allāhu lā ilāha illā huwal-ḥayyul-qayyūm, lā ta'khudzuhū sinatuw wa lā naum, lahū mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ, man dzal-ladzī yasyfa'u 'indahū illā bi'idznih, ya'lamu mā baina aidīhim wa mā khalfahum, wa lā yuḥīṭūna bisyai'im min 'ilmihī illā bimā syā', wasi'a kursiyyuhus-samāwāti wal-arḍ, wa lā ya'ūduhū ḥifẓuhumā, wa huwal-'aliyyul-'aẓīm.

Artinya: "Allah, tidak ada Tuhan selain Dia, Yang Maha Hidup, Yang terus-menerus mengurus (makhluk-Nya). Tidak mengantuk dan tidak tidur. Milik-Nya apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui sesuatu pun tentang ilmu-Nya melainkan apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya meliputi langit dan bumi. Dan Dia tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Dia Mahatinggi, Mahabesar."

5. Surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Naas

Membaca surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Naas masing-masing satu kali (kecuali setelah shalat Maghrib dan Subuh dibaca tiga kali).

6. Doa Penutup

Teks Arab: اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً

Latin: Allahumma inni as'aluka 'ilman naafi'an, wa rizqan thayyiban, wa 'amalan mutaqabbalan.

Artinya: "Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rizki yang halal, dan amal yang diterima di sisi-Mu." (HR. Ibnu Majah no. 925)

Tata Cara dan Waktu Doa dan Dzikir Setelah Sholat Rawatib

Tata Cara

• Duduk dengan Tenang: Setelah salam, duduklah sejenak dengan tenang, menghadap kiblat, dan dalam keadaan suci.

• Membaca Istighfar Tiga Kali: Mulailah dengan membaca Astaghfirullahal 'azhiim sebanyak tiga kali.

• Membaca Doa Setelah Sholat Rawatib: Lanjutkan dengan doa Allohummaghfirlii dzunuubii... yang diajarkan Nabi SAW.

• Membaca Tasbih, Tahmid, dan Takbir: Dilanjutkan dengan tasbih 33 kali, tahmid 33 kali, dan takbir 33 kali, lalu ditutup dengan tahlil.

• Membaca Ayat Kursi: Kemudian membaca ayat kursi satu kali.

• Membaca Surah Mu'awwidzat: Membaca surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Naas.

• Menutup dengan Doa: Diakhiri dengan doa Allahumma inni as'aluka 'ilman naafi'an....

Waktu Terbaik

1. Setelah Sholat Fardhu sebelum Rawatib

Menurut pendapat yang shahih, dzikir setelah sholat fardhu sebaiknya dilakukan segera setelah salam, sebelum melaksanakan sholat sunnah rawatib. Ibnu Hajar rahimahullah menjelaskan bahwa maksudnya adalah agar antara shalat fardhu dan zikir tidak terputus dengan jeda yang panjang, termasuk jeda dengan shalat sunnah rawatib.

2. Setelah Sholat Rawatib Ba'diyah

Namun, jika seseorang melaksanakan sholat rawatib ba'diyah terlebih dahulu, ia tetap bisa melanjutkan dzikir setelahnya. Menurut mazhab Syafi'i, kesunahan zikir setelah shalat wajib akan hilang jika dilakukan setelah jeda yang lama, meski jeda tersebut hanya berupa shalat sunnah rawatib. Namun, pendapat lain menyatakan bahwa pahala zikir tidak hilang sepenuhnya, hanya saja tidak mendapatkan kesempurnaan pahala.

3. Setelah Sholat Rawatib Qobliyah

Untuk sholat rawatib qobliyah, dzikir dan doa dapat dilakukan setelah sholat rawatib tersebut, terutama jika waktunya sempit dan khawatir sholat fardhu segera dimulai.

Keutamaan-Keutamaan Doa dan Dzikir Setelah Sholat Rawatib

Dr. MS. Udin, MA dalam bukunya Konsep Dzikir dalam Al-Qur'an dan Implikasinya terhadap Kesehatan menyatakan bahwa zikir bukan hanya berdampak pada pahala akhirat, tetapi juga memberikan ketenangan jiwa, mengurangi stres, dan meningkatkan kesehatan mental. Berikut ini keutamaannya:

1. Diampuninya Dosa Meskipun Sebanyak Buih di Lautan

Keutamaan utama dari dzikir tasbih, tahmid, dan takbir yang dibaca 33 kali masing-masing adalah diampuninya dosa-dosa. Rasulullah SAW bersabda: "Siapa yang bertasbih, bertahmid, dan bertakbir setelah shalat sebanyak 33 kali dan menutupnya dengan membaca laa ilaaha illalloohu wahdahuu laa syariika lah..., maka dosanya akan diampuni meskipun sebanyak buih di lautan." (HR. Muslim)

2. Menyempurnakan Kekurangan Sholat Fardhu

Sholat sunnah rawatib berfungsi sebagai penyempurna sholat fardhu. Berdasarkan hadits riwayat Tamim ad-Dari, pada hari kiamat amal yang pertama kali dihisab adalah shalat. Jika shalat fardhu belum sempurna, Allah akan memerintahkan malaikat untuk melihat apakah hamba tersebut memiliki amalan tathawwu' (sunnah) untuk menambal kekurangan tersebut.

3. Mendapatkan Perlindungan dari Api Neraka

Dalam kitab Syawariq al-Anwar yang disusun Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliky, disebutkan bahwa setelah shalat Maghrib dan Subuh, dianjurkan membaca Allahumma ajirni minan-naar (Ya Allah, lindungilah aku dari api neraka) sebanyak tujuh kali.

4. Dijamin Masuk Surga

Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa membaca ayat Kursi setiap selesai salat, tidak ada yang menghalanginya masuk surga selain kematian." (HR. An-Nasai, dishahihkan Ibnu Hibban)

5. Waktu Mustajab untuk Berdoa

Setelah sholat adalah waktu yang mustajab untuk berdoa. Rasulullah SAW bersabda: "Doa tidak akan ditolak di antara adzan dan iqamah." (HR. Abu Dawud, an-Nasa'i, dan at-Tirmidzi). Maka, doa setelah sholat rawatib, terutama yang dilakukan di antara adzan dan iqamah, memiliki peluang besar untuk dikabulkan.

6. Menghapus Dosa dan Meninggikan Derajat

Doa Allohummaghfirlii dzunuubii... yang dibaca setelah sholat rawatib mengandung permohonan ampunan, perbaikan diri, serta hidayah menuju akhlak yang mulia. Amalan ini membuka pintu ampunan, menghapus dosa, dan mengangkat derajat seorang hamba di hadapan Allah SWT.

7. Mendekatkan Diri kepada Allah (Taqarrub)

Dzikir dan doa setelah sholat rawatib menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah. Imam Al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin memasukkan bahasan khusus tentang doa dan dzikir, dan menegaskan bahwa salah satu dzikir yang sangat dianjurkan adalah membaca tasbih, tahmid, dan takbir sebanyak 33 kali.

 

Pertanyaan Seputar Doa Setelah Sholat Rawatib

1. Apakah doa setelah sholat rawatib harus dibaca setelah sholat sunnah, atau setelah sholat fardhu?

Doa setelah sholat rawatib dapat dibaca setelah sholat sunnah rawatib, baik qobliyah maupun ba'diyah. Namun, menurut pendapat yang shahih, dzikir setelah sholat fardhu sebaiknya dilakukan segera setelah salam, sebelum melaksanakan sholat sunnah rawatib, agar tidak terputus dengan jeda yang panjang.

2. Apa bacaan doa setelah sholat rawatib yang diajarkan Nabi SAW?

Bacaan doa setelah sholat rawatib yang diajarkan Nabi SAW adalah: Allohummaghfirlii dzunuubii wa khothooyaaya kullahaa. Allohumman'isynii wajburnii wahdinii li shoolihil a'maali wal akhlaaqi innahuu laa yahdii li shoolihihaa wa laa yashrifu sayyi'ahaa illaa anta. Doa ini diriwayatkan oleh Ibnu Sunni dari Abu Umamah.

3. Berapa kali tasbih, tahmid, dan takbir dibaca setelah sholat?

Tasbih (Subhanallah), tahmid (Alhamdulillah), dan takbir (Allahu Akbar) masing-masing dibaca 33 kali setelah sholat, lalu ditutup dengan tahlil (Laa ilaaha illalloohu wahdahuu laa syariika lah...) satu kali. Totalnya menjadi 100 dzikir.

4. Apakah ada keutamaan khusus membaca ayat kursi setelah sholat?

Ya, membaca ayat kursi setelah sholat memiliki keutamaan yang sangat besar. Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa membaca ayat Kursi setiap selesai salat, tidak ada yang menghalanginya masuk surga selain kematian." (HR. An-Nasai, dishahihkan Ibnu Hibban).

5. Kapan waktu terbaik untuk berdoa setelah sholat rawatib?

Waktu terbaik untuk berdoa setelah sholat rawatib adalah segera setelah salam, sebelum melaksanakan sholat sunnah rawatib (untuk sholat fardhu), atau setelah sholat rawatib itu sendiri. Waktu di antara adzan dan iqamah juga merupakan waktu yang mustajab untuk berdoa.