Liputan6.com, Jakarta Resep rujak daun singkong barangkali belum sepopuler gulai atau tumisnya, padahal cita rasanya unik: asam, gurih, dan pedas dalam satu suapan. Berbeda dari rujak buah yang manis menyegarkan, rujak daun singkong mengandalkan daun singkong rebus yang dimasak bersama kuah santan berbumbu rempah. Sajian ini merupakan warisan dapur Kepulauan Bangka Belitung yang kini kian jarang ditemui di daerah asalnya sendiri.
Kabar baiknya, cara membuatnya sederhana dan bahannya mudah didapat. Panduan berikut merangkum asal-usul, kandungan gizi, takaran bahan, langkah memasak, hingga tips agar hasilnya maksimal, supaya Anda bisa langsung mempraktikkannya di rumah.
Sekilas tentang Rujak Daun Singkong
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364629/original/008822700_1791012339-7d3e7ef0-126f-4bc3-bffc-a5e8c61f29b4.jpg)
Rujak daun singkong adalah sajian tradisional dari Kepulauan Bangka Belitung. Kata "rujak" di sini merujuk pada karakter asam-pedas yang menyegarkan, bukan pada campuran buah seperti rujak pada umumnya. Rasanya cenderung asam segar dengan pedas yang tidak menyengat, dan paling nikmat disantap bersama kerupuk udang.
Kuliner Bangka Belitung dikenal didominasi bahan laut dengan perpaduan cita rasa Melayu dan Tionghoa. Karakter itu terasa pada deretan makanan khas Bangka Belitung seperti lempah, rusip, hingga martabak. Perpaduan dua budaya tersebut makin kentara jika Anda menjelajah cita rasa Melayu dan Tionghoa di kepulauan ini, termasuk sajian berkuah santan dari negeri Laskar Pelangi.
Rujak daun singkong turut memperkaya khazanah makanan khas daerah di Indonesia. Ia berbeda dari rujak cingur khas Jawa Timur yang mengandalkan bumbu petis, dan tidak sama dengan karedok ala Sunda yang menyajikan sayuran mentah dengan saus kacang. Pada resep ini, daun singkong justru direbus lebih dulu sebelum dimasak bersama kuah santan berbumbu.
Baca juga: pantun bertema makanan khas Nusantara
Advertisement
Bahan-bahan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257381/original/003631000_1781238047-10486908274894932716.jpeg)
Bahan utama
- 2 ikat daun singkong muda (sekitar 300 gram)
- 400 ml santan (dari 200 ml santan kental yang diencerkan dengan 200 ml air)
- 1 papan petai, kupas dan belah (opsional)
Bumbu halus
- 6 siung bawang merah
- 4 siung bawang putih
- 6 buah cabai merah keriting
- 3 butir kemiri, sangrai
- 1/2 sdt ketumbar
- 2 cm kunyit
- 2 cm jahe
Bumbu cemplung dan pelengkap
- 3 cm lengkuas, geprek
- 1 batang serai, geprek
- 2 lembar daun salam
- 2 lembar daun jeruk
- 10 buah cabai rawit utuh (sesuai selera)
- 2 sdm air asam jawa
- 1 sdt gula pasir
- 1 sdt garam
- 2 sdm minyak untuk menumis
- Kerupuk udang untuk penyajian
Cara Membuat Rujak Daun Singkong
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364630/original/015208500_1791012339-e38a3410-49c6-4658-8929-b8b419d92fdc.jpg)
- Didihkan air dalam panci, lalu rebus daun singkong muda tanpa menutup panci selama 10-15 menit hingga empuk dan berwarna hijau tua.
- Angkat, tiriskan, dan peras daun singkong hingga kesat, kemudian potong-potong kasar. Buang air rebusannya.
- Haluskan bawang merah, bawang putih, cabai merah keriting, kemiri, ketumbar, kunyit, dan jahe hingga lembut.
- Panaskan minyak, lalu tumis bumbu halus hingga harum dan matang, ditandai warna yang menggelap dan hilangnya bau langu.
- Masukkan lengkuas, serai, daun salam, daun jeruk, dan cabai rawit utuh, aduk hingga layu dan wangi.
- Tambahkan petai, aduk sebentar hingga tercampur rata.
- Tuang santan sedikit demi sedikit sambil terus diaduk perlahan agar santan tidak pecah.
- Bumbui dengan air asam jawa, gula pasir, dan garam, aduk rata.
- Masukkan potongan daun singkong, aduk hingga seluruh bumbu menyelimuti daun.
- Masak dengan api sedang sambil sesekali diaduk hingga kuah mengental dan mengeluarkan minyak, sekitar 8-10 menit.
- Cicipi dan koreksi rasa hingga seimbang antara asam, gurih, dan pedas.
- Angkat, lalu sajikan hangat bersama nasi putih dan kerupuk udang.
Tips agar Rujak Daun Singkong Makin Nikmat
- Pilih daun singkong muda. Bagian pucuk lebih cepat empuk dan minim rasa pahit. Pelajari juga cara merebus daun singkong agar warnanya tetap hijau dan tidak menghitam.
- Rebus dengan panci terbuka. Merebus tanpa menutup panci membantu gas hidrogen sianida menguap, dan perebusan singkong dapat menghilangkan sekitar 90 persen sianida bebas pada 15 menit pertama. Buang air rebusannya dan jangan dipakai kembali.
- Sajikan bersama lauk berprotein. Menyantap sumber protein seperti ikan, telur, atau kerupuk udang bersama olahan singkong membantu tubuh menetralkan sisa sianida.
- Tuang santan perlahan. Masak dengan api sedang dan aduk searah agar santan tidak pecah serta kuah tetap gurih.
- Seimbangkan rasa. Rujak daun singkong yang enak punya keseimbangan asam, gurih, dan pedas; koreksi rasa sebelum diangkat. Untuk pilihan lain, intip olahan daun singkong anti pahit.
Â
Advertisement
Memilih dan Menyimpan Daun Singkong
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364631/original/021382500_1791012339-41930ff1-61e0-402c-8ecd-acd2962e1480.jpg)
Cara memilih daun singkong
Pilih pucuk daun singkong yang muda, berwarna hijau segar, dengan tangkai yang mudah patah. Perlu diingat, varietas singkong pahit mengandung senyawa sianogenik jauh lebih tinggi dibanding varietas manis, sehingga pengolahannya harus lebih cermat. Daun yang terlalu tua cenderung alot dan lebih pahit.
Cara menyimpan daun singkong
Daun singkong segar sebaiknya segera diolah. Jika ingin disimpan, rebus lebih dulu, tiriskan, lalu tempatkan dalam wadah tertutup di kulkas dan habiskan dalam dua hingga tiga hari. Jangan pernah mengonsumsi daun singkong mentah atau setengah matang, sematang apa pun tampilannya.
Untuk inspirasi lain, tersedia banyak resep daun singkong rumahan yang mudah diikuti.
Variasi dan Substitusi
Versi tanpa santan. Untuk sajian yang lebih ringan, ganti santan dengan kaldu atau air, lalu tambahkan kemiri halus agar kuah tetap terasa gurih. Hasilnya mendekati tumis daun singkong berkuah yang lebih segar.
Versi lebih pedas. Tambah jumlah cabai rawit utuh atau bubuhkan sambal saat penyajian. Karakter pedasnya akan mengingatkan pada sayur daun singkong pedas yang populer.
Padu-padan lauk. Rujak daun singkong cocok didampingi lauk kering seperti dendeng daun singkong, atau disandingkan dengan daun singkong bumbu kuning. Bagi yang ingin bereksperimen, tersedia pula aneka resep daun singkong bergizi untuk menu harian.
Menghidupkan kembali rujak daun singkong di dapur Anda bukan hanya soal mencicipi rasa baru yang asam, gurih, dan pedas, melainkan juga ikut menjaga warisan kuliner Bangka Belitung agar tidak benar-benar hilang. Dengan bahan sederhana dan langkah yang mudah diikuti, sajian ini siap menemani nasi hangat di meja makan keluarga.
Pertanyaan Seputar Resep Rujak Daun Singkong Khas Bangka
1. Apa itu rujak daun singkong? Rujak daun singkong adalah sajian tradisional Bangka Belitung berupa daun singkong rebus yang dimasak dengan kuah santan berbumbu rempah. Kata "rujak" merujuk pada rasa asam-pedasnya, bukan campuran buah. Biasanya disantap bersama nasi hangat dan kerupuk udang.
2. Apa saja bahan untuk membuat rujak daun singkong? Bahan utamanya daun singkong muda, santan, dan petai (opsional). Bumbu halusnya terdiri dari bawang merah, bawang putih, cabai merah keriting, kemiri, ketumbar, kunyit, dan jahe, ditambah lengkuas, serai, daun salam, daun jeruk, cabai rawit, asam jawa, gula, dan garam.
3. Bagaimana cara membuat rujak daun singkong? Rebus daun singkong 10-15 menit tanpa menutup panci, lalu tiriskan dan peras. Tumis bumbu halus hingga harum, masukkan bumbu cemplung, petai, dan santan perlahan. Tambahkan asam jawa, gula, garam, serta daun singkong, lalu masak 8-10 menit hingga kuah mengental.
4. Bagaimana cara merebus daun singkong agar aman dan tidak pahit? Pilih pucuk daun singkong muda yang minim rasa pahit. Rebus dalam panci terbuka selama 10-15 menit agar sianida menguap, lalu buang air rebusannya. Jangan pernah mengonsumsi daun singkong mentah atau setengah matang, dan sajikan bersama lauk berprotein.
5. Bagaimana cara menyimpan daun singkong? Daun singkong segar sebaiknya segera diolah. Jika ingin disimpan, rebus lebih dulu, tiriskan, lalu masukkan ke wadah tertutup di kulkas. Daun singkong rebus ini sebaiknya dihabiskan dalam dua hingga tiga hari agar tetap segar dan aman.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2845750/original/003475400_1562319949-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4694399/original/071316700_1703154571-Stasiun_Senen_mulai_dipadati_pemudik_Nataru-ANGGA_10.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344493/original/042033300_1788947267-HOAX__15_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9325714/original/050754000_1786927542-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-17T074440.081.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364628/original/001852200_1791012339-d914aaf7-3c54-4fc2-bfa6-8d4768a33081.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363979/original/062618200_1790927438-WhatsApp_Image_2026-10-02_at_14.34.23.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363541/original/082820800_1790873841-Foto_2.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363423/original/047017100_1790859858-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_6.58.42_PM__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362754/original/098924600_1790829492-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_09.43.00__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362269/original/040098400_1790766180-795732a8-c861-4c22-8125-6fbfa58c0b6d.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361300/original/000394000_1790692999-WhatsApp_Image_2026-09-29_at_9.36.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360089/original/_Langkah_Membumi_mengajak_mahasiswa_mempraktikkan_pemilahan_sampah_berdasarkan_kategori_organik__anorganik_dan_residu_dalam_Waste_Sorting_Competition_yang_berlangsung_sepanjang_Bulan_September_202.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360261/original/089333200_1790604449-1790416230.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4938388/original/037330400_1725618752-WhatsApp_Image_2024-09-06_at_6.54.31_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2995583/original/093783600_1576227057-coline-hasle-YCnycuWG7XY-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358415/original/056465700_1790339608-IMG_2927.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358530/original/092817600_1790359243-WhatsApp_Image_2026-09-25_at_9.24.59_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5195069/original/035300400_1745318834-american-shrimp-fried-rice-served-with-chili-fish-sauce-thai-food_1150-26576.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364589/original/000841400_1791010370-pisang_goreng_madu_1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364632/original/089324400_1791012466-HL_Jambal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364598/original/012724300_1791010958-taco.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362972/original/040791800_1790836288-Gemini_Generated_Image_sdcf98sdcf98sdcf.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364301/original/064279700_1790945186-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364486/original/043419000_1790997759-Refreshing_Iced_Tea_Still_Life.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364262/original/043823700_1790942006-4.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360790/original/039603100_1790665029-Gemini_Generated_Image_ac44kjac44kjac44.jpg)