Cara Membedakan Galon Polikarbonat dan PET Hanya dari Kode Kemasan

Bingung membedakan galon polikarbonat dan PET? Kenali arti kode 7 dan kode 1, cara baca kode daur ulang di dasar galon, dan tabel lengkap 7 kode plastik.

Diterbitkan 29 Agustus 2026, 12:58 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Galon polikarbonat vs PET kerap bikin bingung konsumen air minum dalam kemasan (AMDK), padahal kedua jenis plastik ini sebenarnya gampang dibedakan lewat kode kecil yang tercetak di dasar atau leher galon. Kode angka tersebut diketahui menunjukkan jenis resin plastik yang dipakai, termasuk apakah galon tersebut berpotensi melepaskan senyawa Bisphenol A (BPA) dalam kondisi tertentu.

Sejak Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menerbitkan aturan label risiko BPA untuk galon berbahan polikarbonat, banyak konsumen mulai mencari cara praktis mengenali jenis kemasan galon yang mereka pakai sehari-hari. Artikel ini merangkum cara membaca kode kemasan, arti kode 7 dan kode 1, sampai tabel lengkap tujuh kode plastik yang berlaku secara internasional.

Galon polikarbonat ditandai kode daur ulang angka 7 dan bahannya keras serta kaku. Galon PET berkode 1, lebih ringan, dan biasanya dipasarkan sebagai galon sekali pakai atau bebas BPA. Kode ini tercetak kecil di dasar atau leher galon. Berikut ulasan selengkapnya, dirangkum Liputan6, Sabtu (29/8).

Apa Arti Kode 7 pada Galon?

Kode 7 adalah bagian dari Resin Identification Code (RIC), sistem penomoran plastik yang pertama kali dibuat Society of the Plastics Industry pada 1988 dan sejak 2008 dikelola oleh ASTM International lewat standar D7611/D7611M. Sistem ini terdiri dari tujuh angka: PET (1), HDPE (2), PVC (3), LDPE (4), PP (5), PS (6), dan kategori "Other" (7) yang salah satunya mencakup polikarbonat.

Polikarbonat dipilih produsen galon isi ulang karena sifatnya yang keras, tahan benturan, dan bisa dipakai berkali-kali. Namun plastik jenis ini dibuat menggunakan BPA sebagai bahan baku. Karena itu, sejak April 2024, BPOM mewajibkan produsen AMDK mencantumkan label peringatan pada galon polikarbonat lewat Peraturan BPOM Nomor 6 Tahun 2024 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan BPOM Nomor 31 Tahun 2018. Pasal 61A dalam aturan itu mewajibkan tulisan "dalam kondisi tertentu, kemasan polikarbonat dapat melepaskan BPA pada air minum dalam kemasan" tercantum di label. Produsen diberi masa transisi empat tahun untuk menyesuaikan, dengan sanksi baru berlaku pada 2028.

Berdasarkan data BPOM, sekitar 96 persen galon air minum bermerek yang beredar di Indonesia masih menggunakan kemasan polikarbonat, sehingga mengenali kode 7 di dasar galon jadi langkah paling praktis bagi konsumen yang ingin tahu jenis kemasan yang mereka pakai.

Cara Membedakan Galon BPA Free

Karena regulasi BPA saat ini spesifik menyasar kemasan polikarbonat, galon yang dipasarkan sebagai "BPA free" umumnya memakai bahan selain kode 7, paling umum PET (kode 1). Berikut langkah praktis mengecek kemasan galon:

  1. Balik galon dan cari simbol segitiga panah di bagian dasar atau leher galon, biasanya berukuran kecil dan agak tersembunyi.
  2. Baca angka di tengah segitiga. Angka 7 menandakan polikarbonat, angka 1 menandakan PET.
  3. Rasakan tekstur dan bobot galon. Polikarbonat terasa keras, kaku, dan berat; PET lebih ringan dan sedikit lentur saat ditekan.
  4. Cek label peringatan BPA. Untuk galon polikarbonat yang sudah menyesuaikan aturan BPOM, label peringatan risiko BPA akan tercantum jelas di kemasan.
  5. Perhatikan klaim di label. Galon yang eksplisit mencantumkan "BPA free" umumnya galon PET sekali pakai, bukan galon polikarbonat guna ulang.

Apa Beda Galon Sekali Pakai dan Galon Guna Ulang?

Galon PET umumnya dipasarkan sebagai galon sekali pakai, dipakai satu kali lalu dibuang atau didaur ulang, bukan dikembalikan ke produsen untuk diisi ulang. Sifatnya yang ringan membuat galon ini lebih murah diproduksi massal, meski kurang tahan lama dibanding polikarbonat.

Sebaliknya, galon polikarbonat dirancang untuk dipakai berulang lewat sistem isi ulang (refill) di depo-depo air minum. Ketahanannya terhadap benturan jadi alasan utama produsen galon bermerek masih dominan memakai bahan ini, meski kini harus disertai label risiko BPA sesuai aturan terbaru BPOM.

Tabel 7 Kode Plastik dan Artinya

Kode Nama Resin Sifat Contoh Penggunaan
1 PET Ringan, sedikit lentur Botol air, galon sekali pakai
2 HDPE Keras, buram Botol susu, jerigen
3 PVC Fleksibel Pipa, botol minyak
4 LDPE Lentur, tahan bahan kimia Kantong plastik
5 PP Tahan panas Kotak makan, sedotan
6 PS Ringan, rapuh Cup plastik, styrofoam
7 Other (termasuk Polikarbonat) Keras, kaku, tahan benturan Galon isi ulang bermerek

Mengenali kode di dasar galon jadi cara paling sederhana untuk memastikan jenis plastik yang bersentuhan langsung dengan air minum sehari-hari, sekaligus membantu konsumen mengikuti anjuran penyimpanan galon dari BPOM.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Galon Polikarbonat dan PET

1. Apa kode galon polikarbonat?

Galon polikarbonat umumnya menggunakan kode plastik 7 (Other) yang tercetak di dasar atau leher galon.

2. Apa kode galon PET?

Galon berbahan PET ditandai dengan kode plastik 1 pada simbol segitiga daur ulang di kemasan.

3. Bagaimana cara membedakan galon PET dan polikarbonat?

Cek kode kemasan. Kode 7 umumnya menunjukkan polikarbonat, sedangkan kode 1 menunjukkan PET. Galon polikarbonat juga cenderung lebih keras dan berat.

4. Apakah galon kode 7 mengandung BPA?

Kode 7 merupakan kategori Other yang dapat mencakup polikarbonat. Kemasan polikarbonat dibuat menggunakan BPA sebagai bahan baku sehingga BPOM mewajibkan label peringatan terkait potensi pelepasan BPA pada kondisi tertentu.

5. Apakah galon PET bebas BPA?

Galon PET umumnya dipasarkan sebagai BPA free karena PET tidak menggunakan BPA dalam pembuatannya. Namun, konsumen tetap perlu memeriksa informasi bahan dan klaim pada label kemasan.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6