6 Cara Membersihkan Galon Berlumut dan Berkerak Tanpa Merusak Kemasannya

Galon berlumut dan berkerak bisa dibersihkan tanpa merusak kemasan. Ini cara membersihkan galon berlumut pakai cuka dan baking soda, plus cara mencegahnya.

Diterbitkan 29 Agustus 2026, 11:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kebersihan wadah air minum perlu mendapat perhatian agar kualitas air tetap terjaga. Galon berlumut dapat muncul akibat paparan cahaya, kelembapan, sisa air, maupun penyimpanan dalam waktu lama. Kondisi tersebut membuat permukaan bagian dalam tampak kotor dan berpotensi menurunkan kebersihan air. Memahami cara membersihkan galon berlumut menjadi langkah penting bagi setiap rumah tangga.

Lumut pada galon sering kali terlihat sebagai lapisan hijau, kekuningan, atau kecokelatan di bagian dinding maupun dasar wadah. Endapan semacam ini tidak cukup diatasi hanya melalui pembilasan memakai air biasa. Proses pembersihan perlu dilakukan secara menyeluruh, supaya sisa lumut serta kotoran bisa terangkat secara optimal. Pengetahuan mengenai cara membersihkan galon berlumut membantu proses perawatan terasa lebih praktis.

Peralatan sederhana di rumah juga dapat dimanfaatkan untuk merawat galon agar tetap bersih. Sikat khusus, air bersih dan bahan pembersih seperti cuka atau baking soda bisa menjadi pilihan sesuai kondisi wadah. Setiap tahapan perlu dilakukan secara hati-hati, agar tidak meninggalkan residu maupun merusak permukaan galon. Panduan cara membersihkan galon berlumut juga dapat menjadi referensi bagi pemilik galon isi ulang.

Berikut ulasan lengkap yang Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Sabtu (29/8/2026).

 

 

Alat dan Bahan yang Dibutuhkan

  • Sikat botol berbulu lembut (bukan sikat kawat atau bulu kasar) — untuk menjangkau leher galon yang sempit tanpa menggores permukaan dalam
  • Air hangat kuku, bukan air mendidih — cukup untuk melarutkan lumut dan kerak tanpa berisiko merusak kemasan
  • Cuka putih atau baking soda — bahan alami yang efektif melunakkan lumut, kerak mineral, dan bau tanpa meninggalkan residu kimia keras
  • Sabun cuci piring cair secukupnya (opsional, untuk noda membandel) — pilih yang cair karena lebih mudah larut merata dalam air
  • Lap bersih atau spons lembut untuk bagian luar galon — menjaga permukaan luar tetap higienis tanpa menggores

Langkah Membersihkan Galon Berlumut dan Berkerak

1. Kosongkan dan Bilas Galon Lebih Dulu

Buang seluruh sisa air lama di dalam galon, lalu bilas dengan air bersih sambil digoyang perlahan agar air menjangkau seluruh permukaan dalam, termasuk bagian dasar dan sudut yang sulit dijangkau tangan. Langkah ini mengangkat kotoran ringan seperti debu, pasir halus, atau endapan awal sebelum masuk ke pembersihan utama.

Kalau bagian dalam galon masih terlihat kotor setelah pembilasan pertama, ulangi proses ini beberapa kali. Semakin bersih kondisi awal galon, semakin ringan kerja sikat dan larutan pembersih di tahap berikutnya.

2. Sikat Bagian Dalam dengan Sikat Botol Berbulu Lembut

Masukkan sikat botol ke dalam galon, lalu sikat perlahan area yang berlumut atau berkerak, termasuk bagian leher galon yang sempit dan sering luput dari jangkauan tangan. Gunakan sikat berbulu lembut, bukan sikat kasar atau kawat, supaya permukaan galon tidak tergores.

Permukaan yang tergores justru lebih rentan jadi tempat menumpuknya kotoran dan bakteri pada pemakaian berikutnya, sehingga galon justru lebih cepat kotor lagi meski baru dibersihkan. Kalau ada noda atau lendir yang cukup tebal, tambahkan sedikit sabun cuci piring cair saat menyikat untuk membantu mengangkatnya.

3. Buat Larutan Air Hangat dan Cuka atau Baking Soda

Isi galon dengan air hangat kuku, lalu tambahkan cuka putih atau baking soda secukupnya, bisa salah satu atau dikombinasikan keduanya secara bergantian untuk hasil yang lebih maksimal pada kerak yang membandel. Tutup galon, lalu goyangkan perlahan agar larutan menyentuh seluruh permukaan bagian dalam.

Kombinasi air hangat dengan cuka atau baking soda ini efektif melunakkan lumut dan kerak mineral tanpa perlu bahan kimia keras yang berisiko meninggalkan residu berbahaya kalau tidak terbilas sempurna. Hindari menambahkan bahan pembersih dalam jumlah berlebihan, karena justru akan membuat proses pembilasan jadi lebih lama dan meningkatkan risiko sisa zat tertinggal di dalam galon.

4. Diamkan Larutan, lalu Sikat Ulang

Diamkan larutan selama sekitar 10-15 menit agar kotoran dan kerak melunak dan lebih mudah terangkat. Untuk kerak atau lumut yang sudah cukup lama menempel, waktu perendaman bisa diperpanjang, dengan beberapa referensi bahkan menyarankan sampai satu jam untuk kasus yang membandel.

Setelah didiamkan, sikat ulang bagian dalam galon, terutama area yang masih terlihat berlumut atau berkerak tebal. Kalau hasil belum maksimal dalam sekali percobaan, ulangi tahap merendam dan menyikat ini beberapa kali sampai kondisinya benar-benar bersih.

5. Bilas Berulang hingga Tidak Berbau

Bilas galon dengan air bersih beberapa kali sampai tidak ada lagi aroma cuka, baking soda, atau sabun yang tersisa. Isi galon dengan air bersih, kocok perlahan agar air menjangkau seluruh permukaan dalam, lalu buang — ulangi proses ini sampai benar-benar tidak ada busa maupun bau menyengat.

Pembilasan yang tuntas ini penting karena sisa larutan pembersih yang tertinggal bisa memengaruhi rasa dan keamanan air minum yang nanti diisikan ke dalam galon. Sebagai gambaran, regulasi higiene sanitasi depot air minum bahkan mengatur proses penyikatan dan pembilasan galon secara spesifik sebelum diisi ulang, sebagai standar minimal kebersihan wadah.

6. Keringkan dengan Posisi Terbalik

Setelah dibilas tuntas, keringkan galon dengan posisi terbalik di tempat yang bersih, punya sirkulasi udara baik, dan tidak lembap. Posisi terbalik membantu sisa air menetes keluar sepenuhnya, sehingga bagian dalam galon tidak lembap dan tidak jadi tempat lumut tumbuh kembali sebelum sempat dipakai.

Hindari menjemurnya langsung di bawah sinar matahari terik dalam waktu lama karena justru bisa memicu lumut tumbuh lagi saat galon disimpan setelah dipakai. Ingat, paparan cahaya adalah salah satu penyebab utama lumut muncul di galon.

Hindari Ini Saat Membersihkan Galon Polikarbonat

Secara industri, pabrik air minum memang mencuci galon polikarbonat melalui proses berlapis: dimulai dari pembersihan mekanis pakai sikat khusus untuk menghilangkan kotoran dari dalam dan luar galon, dilanjutkan pencucian dengan air panas dan deterjen food grade karena suhu tinggi efektif membunuh mikroorganisme, lalu dibilas dengan air murni bertekanan tinggi agar tidak ada residu deterjen tersisa, dan diakhiri inspeksi satu per satu untuk memastikan tidak ada keretakan atau kerusakan pada galon.

Di rumah, kondisinya jauh berbeda karena tidak ada sistem pembilasan bertekanan tinggi maupun kontrol suhu setara pabrik. Karena itu, untuk pembersihan mandiri di rumah, sebaiknya hindari menuang air mendidih langsung ke dalam galon dan hindari deterjen atau pemutih yang keras. Bukan karena galon polikarbonat tidak tahan panas, di mana material ini justru cukup tahan suhu tinggi, melainkan karena tanpa pembilasan setara pabrik, residu deterjen keras atau panas berlebih yang tidak terkontrol lebih berisiko meninggalkan sisa yang sulit dipastikan benar-benar hilang.

Cukup gunakan air hangat kuku dan bahan lembut seperti cuka atau baking soda, lalu pastikan pembilasan benar-benar tuntas dengan cara membilas berulang kali, supaya kemasan tetap awet dan tidak ada residu bahan pembersih yang tertinggal di air minum.

Tips Mencegah Galon Berlumut Lagi

  • Simpan galon di tempat teduh, jauh dari cahaya matahari langsung maupun pantulan dari lantai keramik, dinding, atau atap transparan
  • Jangan biarkan galon terisi air dalam waktu lama tanpa dipakai, karena air yang mengendap lebih rentan ditumbuhi lumut dan bakteri
  • Bersihkan galon secara rutin sebelum diisi ulang, bukan hanya saat sudah terlihat berlumut. Regulasi higiene sanitasi bahkan mensyaratkan wadah galon dibersihkan lebih dulu setiap kali sebelum pengisian
  • Pastikan dispenser dan area sekitar galon juga rutin dibersihkan, karena lumut dan kotoran bisa berpindah dari saluran dispenser ke galon maupun sebaliknya

Pertanyaan Seputar Cara Membersihkan Galon Berlumut

Galon berkerak dibersihkan pakai apa?

Galon berkerak bisa dibersihkan dengan larutan cuka putih atau baking soda yang dicampur air hangat, didiamkan sekitar 10-15 menit  atau lebih lama untuk kerak tebal, lalu disikat dengan sikat botol berbulu lembut sebelum dibilas bersih. Untuk kerak yang cukup membandel, proses merendam dan menyikat ini bisa diulang beberapa kali sampai permukaan galon benar-benar bersih, tanpa perlu menggunakan bahan kimia keras yang berisiko meninggalkan residu.

Kenapa galon bau dan bagaimana mengatasinya?

Bau pada galon biasanya berasal dari sisa air lama, lumut, atau kerak yang tidak segera dibersihkan, apalagi kalau galon sempat terpapar cahaya matahari atau disimpan dalam kondisi lembap dalam waktu lama. Atasi dengan mengisi galon larutan cuka atau baking soda, diamkan, sikat bagian dalamnya sampai ke area leher galon, lalu bilas berulang sampai baunya benar-benar hilang sebelum galon dikeringkan dengan posisi terbalik.

 

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6