Liputan6.com, Jakarta - Harga perak PT Aneka Tambang Tbk (Antam) turun pada perdagangan Sabtu, (29/8/2026). Koreksi harga perak Antam hari ini mengikuti harga emas Antam dan perak dunia.
Mengutip laman logammulia.com, harga perak Antam hari ini turun Rp 1.700 menjadi Rp 44.000. Pada perdagangan sebelumnya, harga perak Antam dibanderolR p 45.700.
Antam menawarkan perak batangan 250 gram, 500 gram dan perak butiran murni 99,95%. Harga perak batangan 250 gram dibanderol Rp 11.525.000 dan perak batangan 500 gram dibanderol Rp 22.125.00.
Advertisement
Lalu bagaimana harga perak dunia?
Mengutip tradingeconomics.com, harga perak melemah 4,48% menjadi US$ 66,15.
Harga perak dunia turun dari kenaikan sebelumnya dan diperdagangkan di kisaran US$ 69 per ons pada Jumat pekan ini. Harga perak Antam melemah seiring investor mencermati pernyataan bernada hawkish dari Ketua the Federal Reserve (the Fed) Kevin Warsh.
Dalam pidato penting pertamanya sejak menjabat pada Mei, Warsh memperingatkan, laju inflasi belum melambat secara signifikan. Ia menyatakan, para pembuat kebijakan perlu melihat bukti yang lebih jelas mengenai meredanya tekanan harga dasar; jika tidak, bank sentral masih memiliki "pekerjaan yang harus diselesaikan.
Ia menegaskan kembali komitmen The Fed untuk mengembalikan inflasi ke target 2% yang disebutnya sebagai tujuan yang "tegas dan pasti" serta menyatakan kondisi keuangan saat ini tidak bersifat restriktif.
Pernyataannya, yang disimak dengan saksama, memberikan kejelasan lebih lanjut mengenai pandangan ekonomi dan kebijakan setelah muncul kritik bahwa strategi komunikasinya yang terbatas membuat pasar minim panduan terkait prospek jangka pendek.
Menyusul pidato tersebut, pasar meningkatkan probabilitas kenaikan suku bunga pada bulan September hingga mendekati 50% menurut data CME FedWatch, yang turut menekan harga perak.
Harga Emas Dunia
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310805/original/018959900_1785371554-Gemini_Generated_Image_skzpy7skzpy7skzp.jpg)
Sebelumnya, harga emas dunia berbalik melemah pada perdagangan Jumat, 28 Agustus 2026 (Sabtu pagi Jakarta). Koreksi harga emas dunia seiring meningkatnya spekulasi pelaku pasar mengenai kenaikan suku bunga, menyusul pernyataan ketua the Federal Reserve (the Fed) Kevin Warsh mengenai upaya meredam tekanan inflasi.
Mengutip CNBC, Sabtu (29/8/2026), harga emas spot turun 2,75% menjadi US$ 4.474,45 per ons. Kontrak berjangka emas Amerika Serikat (AS) untuk pengiriman Desember terpangkas 3% menjadi US$ 4.524,10.
"Harga emas terpukul keras setelah Ketua Warsh menegaskan bahwa inflasi tidak melambat secara signifikan dan The Fed masih memiliki 'pekerjaan yang harus diselesaikan.' Meskipun pendekatannya mungkin kembali berupa 'bicara lantang namun bertindak terbatas' (speak loudly and carry a short stick), hal ini membuat pasar menilai hasil pertemuan September sebagai situasi yang tidak pasti, layaknya melempar koin," ujar analis independen Tai Wong.
Pelaku pasar meningkatkan taruhan pada kenaikan suku bunga September setelah Warsh menyatakan The Fed "memiliki pekerjaan yang harus diselesaikan" jika para pembuat kebijakan tidak yakin bahwa inflasi inti kembali ke target 2%. Pernyataan ini merupakan indikasi terkuat sejauh ini bahwa ia mengakui perlunya kenaikan suku bunga untuk meredakan tekanan harga.
Â
Advertisement
Dolar AS
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5092467/original/062939600_1736770257-20250113-Rupiah_Melemah-ANG_2.jpg)
Menurut perangkat CME FedWatch, para pelaku pasar kini memperkirakan peluang sebesar 56% untuk kenaikan suku bunga AS pada September naik dari 36% sebelum komentar Warsh, serta peluang 80% untuk kenaikan pada Desember.
Nilai tukar dolar AS menguat ke level tertinggi dalam lebih dari satu minggu, sehingga harga emas yang diperdagangkan dalam mata uang dolar AS menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.
Sebelumnya, pada Selasa, logam mulia ini sempat mencapai level tertinggi dalam lebih dari tiga bulan di US$ 4.696,18, melanjutkan tren kenaikan yang dipicu oleh pengumuman Departemen Keuangan AS pekan lalu mengenai langkah-langkah dukungan untuk obligasi berdurasi panjang.
Emas cenderung kurang diminati dalam lingkungan suku bunga tinggi karena aset ini tidak memberikan imbal hasil (yield).
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310112/original/014361000_1785306495-Screenshot_2026-07-29_125347.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9334903/original/053454000_1787904698-HOAX__7_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335179/original/068083900_1787917398-cek_fakta_menko.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9334946/original/033690300_1787906817-cek_fakta_bank_mandiri.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4881567/original/061423100_1719967228-fotor-ai-2024070373734.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4881569/original/094570800_1719967258-fotor-ai-2024070373820.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4156442/original/088611200_1663062671-Emas6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9318562/original/011507200_1786104106-693127e6dc59c_20251204131918-3.jpg)