10 Tanaman yang Paling Sedikit Membutuhkan Pupuk, Cocok untuk Tukang Kebun Pemula

Temukan beragam tanaman hias, sayuran dan herbal yang tangguh serta minim pupuk, mendukung kesuburan tanah alami.

Diterbitkan 16 Juli 2026, 16:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Merawat kebun tidak selalu identik dengan jadwal pemupukan rutin. Ada banyak tanaman yang paling sedikit membutuhkan pupuk, sehingga mampu tumbuh subur meski memperoleh tambahan nutrisi dalam jumlah terbatas. Karakter tersebut menjadi nilai lebih, bagi siapa saja yang menginginkan taman hijau tanpa perawatan rumit.

Memilih tanaman yang paling sedikit membutuhkan pupuk, bisa membantu menghemat biaya perawatan dalam jangka panjang. Berbagai jenis tanaman memiliki kemampuan beradaptasi pada media tanam sederhana, asalkan kebutuhan cahaya, air, lalu sirkulasi udara terpenuhi secara optimal. Hasilnya, pertumbuhan tetap stabil tanpa harus sering menambahkan pupuk.

Selain praktis, tanaman yang paling sedikit membutuhkan pupuk juga cocok bagi pemula yang baru mulai menekuni hobi berkebun. Risiko kesalahan akibat pemberian pupuk berlebihan menjadi lebih kecil, sementara tanaman tetap mampu mempertahankan tampilan hijau, segar dan menarik sepanjang tahun apabila dirawat secara tepat.

Sebelum menentukan tanaman untuk menghiasi halaman, teras, maupun area dalam rumah, ada baiknya mengenal karakter tiap jenis terlebih dahulu. Berikut ulasan lengkap yang Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Kamis (16/7/2026).

1. Lidah Mertua (Sansevieria)

Lidah mertua atau Sansevieria merupakan salah satu tanaman hias yang sangat populer berkat daya tahannya yang luar biasa terhadap berbagai kondisi lingkungan. Tanaman ini mampu tumbuh dengan baik di dalam ruangan maupun di area terbuka, bahkan tetap menunjukkan pertumbuhan yang sehat meskipun tidak memperoleh pemupukan secara rutin. Daunnya yang tebal dan kokoh memiliki kemampuan menyimpan cadangan air sehingga kebutuhan nutrisinya tidak sebesar banyak tanaman hias lainnya. Selain dikenal mudah dirawat, lidah mertua juga sering dipilih sebagai penghias rumah karena tampilannya yang elegan serta kemampuannya beradaptasi pada berbagai jenis media tanam.

Untuk menjaga pertumbuhannya tetap optimal, pemupukan sebenarnya tidak perlu dilakukan terlalu sering. Cukup berikan pupuk organik atau pupuk khusus tanaman hias sebanyak dua hingga tiga kali dalam satu tahun menggunakan dosis ringan. Cara ini sudah cukup untuk membantu memenuhi kebutuhan unsur hara tanpa membuat tanaman mengalami kelebihan nutrisi. Apabila dipadukan bersama penyiraman yang sesuai dan pencahayaan yang memadai, lidah mertua dapat tumbuh subur selama bertahun-tahun tanpa memerlukan perawatan yang rumit.

2. Kaktus

Kaktus merupakan tanaman gurun yang secara alami telah beradaptasi untuk hidup pada lingkungan dengan curah hujan rendah dan kandungan unsur hara yang terbatas. Kemampuan menyimpan air di dalam batang membuat tanaman ini mampu bertahan dalam waktu lama tanpa banyak asupan nutrisi tambahan. Oleh sebab itu, kaktus termasuk salah satu tanaman yang paling sedikit membutuhkan pupuk dan justru dapat mengalami gangguan pertumbuhan apabila terlalu sering diberi nutrisi.

Pemupukan pada kaktus cukup dilakukan satu hingga dua kali selama musim pertumbuhan menggunakan pupuk khusus kaktus atau sukulen yang memiliki kandungan unsur hara seimbang. Pemberian pupuk secara berlebihan dapat menyebabkan batang tumbuh terlalu cepat, teksturnya menjadi lunak, serta menurunkan daya tahan tanaman terhadap perubahan lingkungan. Dengan pemupukan secukupnya, kaktus akan tetap tumbuh sehat, padat, dan memiliki bentuk yang proporsional.

 

3. Sukulen

Sukulen merupakan kelompok tanaman yang memiliki kemampuan menyimpan cadangan air pada daun, batang, maupun akarnya. Karakter tersebut membuat sukulen mampu bertahan pada kondisi lingkungan yang relatif kering tanpa memerlukan banyak tambahan nutrisi dari luar. Berbagai jenis sukulen juga dikenal memiliki pertumbuhan yang stabil sehingga kebutuhan pupuknya jauh lebih sedikit dibandingkan tanaman hias berdaun lainnya.

Pemupukan ringan setiap beberapa bulan umumnya sudah cukup untuk mempertahankan warna daun tetap cerah, bentuk tanaman tetap kompak, serta pertumbuhannya berlangsung secara optimal. Penggunaan pupuk dengan dosis rendah lebih dianjurkan agar akar tidak mengalami kerusakan akibat kelebihan unsur hara. Perawatan sederhana seperti penyiraman sesuai kebutuhan dan media tanam yang memiliki drainase baik jauh lebih penting dibandingkan pemberian pupuk secara berlebihan.

4. Bougenville

Bougenville dikenal sebagai tanaman hias berbunga yang mampu menghasilkan bunga berlimpah meskipun ditanam pada media tanam dengan kandungan unsur hara yang tidak terlalu tinggi. Tanaman ini bahkan lebih menyukai kondisi tanah yang tidak terlalu subur sehingga energinya lebih banyak diarahkan untuk menghasilkan bunga daripada pertumbuhan daun. Itulah sebabnya bougenville menjadi salah satu pilihan favorit bagi pencinta tanaman berbunga yang menginginkan perawatan sederhana.

Pemberian pupuk, terutama pupuk dengan kandungan nitrogen tinggi, sebaiknya tidak dilakukan secara berlebihan. Nitrogen yang terlalu banyak justru merangsang pertumbuhan daun secara berlebihan sehingga jumlah bunga menjadi jauh lebih sedikit. Oleh sebab itu, pemupukan secukupnya menggunakan pupuk seimbang atau pupuk khusus tanaman berbunga akan membantu menjaga penampilan bougenville tetap indah sepanjang musim.

 

5. Lavender

Lavender merupakan tanaman aromatik yang berasal dari wilayah beriklim kering sehingga lebih menyukai media tanam dengan tingkat kesuburan sedang hingga rendah. Tanaman ini tidak membutuhkan banyak pupuk untuk tumbuh dengan baik. Bahkan, pemberian pupuk secara berlebihan dapat mengurangi aroma khas pada daunnya serta memengaruhi kualitas bunga yang dihasilkan.

Dalam praktik perawatan sehari-hari, pemberian kompos tipis atau pupuk organik ringan sebanyak satu hingga dua kali dalam setahun sudah mampu memenuhi kebutuhan nutrisi lavender. Selain pemupukan yang tidak berlebihan, tanaman ini juga memerlukan sinar matahari penuh dan media tanam dengan drainase yang baik agar akar tetap sehat dan tidak mudah membusuk.

6. Lidah Buaya (Aloe Vera)

Lidah buaya atau Aloe vera merupakan tanaman sukulen yang terkenal sangat mudah dirawat dan memiliki kemampuan beradaptasi pada berbagai kondisi lingkungan. Daunnya yang tebal menyimpan cadangan air dalam jumlah cukup banyak sehingga tanaman tetap mampu tumbuh meskipun tidak memperoleh banyak tambahan unsur hara. Karakter tersebut menjadikan lidah buaya sebagai salah satu tanaman favorit untuk pekarangan maupun pot di dalam rumah.

Pemupukan tidak perlu dilakukan terlalu sering. Pemberian pupuk organik setiap beberapa bulan sudah cukup membantu mendukung pertumbuhan daun baru tanpa menimbulkan risiko kelebihan nutrisi. Selain itu, penggunaan media tanam yang poros dan penyiraman secukupnya akan memberikan pengaruh yang jauh lebih besar terhadap kesehatan tanaman dibandingkan pemupukan intensif.

 

7. Palem Ekor Tupai

Palem ekor tupai merupakan tanaman hias yang mampu tumbuh baik pada berbagai jenis tanah selama memiliki sistem drainase yang baik. Tanaman ini dikenal cukup tangguh dan tidak memerlukan pemupukan secara rutin untuk mempertahankan pertumbuhannya. Bentuk daunnya yang menyerupai ekor tupai memberikan nilai estetika tinggi sehingga sering dimanfaatkan sebagai penghias taman maupun halaman rumah.

Meskipun demikian, pemberian pupuk tetap dapat dilakukan dalam jumlah terbatas, terutama ketika tanaman memasuki masa pertumbuhan aktif. Pemupukan ringan sudah cukup membantu pembentukan daun baru tanpa menyebabkan penumpukan unsur hara di dalam media tanam. Dengan perawatan sederhana tersebut, palem ekor tupai mampu tumbuh subur dan mempertahankan warna hijau daunnya dalam waktu lama.

8. Aglaonema

Aglaonema merupakan tanaman hias daun yang terkenal berkat corak serta warna daunnya yang sangat menarik. Meskipun membutuhkan nutrisi agar warna daun tetap cerah dan pertumbuhannya optimal, jumlah pupuk yang diperlukan sebenarnya tidak terlalu banyak. Pemupukan berlebihan justru dapat menyebabkan akar mengalami stres dan mengurangi kualitas pertumbuhan tanaman.

Pemupukan ringan setiap dua hingga tiga bulan menggunakan pupuk khusus tanaman hias daun sudah cukup untuk menjaga penampilan aglaonema tetap sehat. Selain pemberian pupuk yang tepat, kelembapan udara, pencahayaan tidak langsung, dan media tanam yang gembur juga menjadi faktor penting dalam mempertahankan keindahan tanaman ini.

 

9. Zamioculcas (ZZ Plant)

Zamioculcas atau lebih dikenal sebagai ZZ Plant merupakan salah satu tanaman hias yang sangat populer berkat daya tahannya terhadap berbagai kondisi lingkungan. Tanaman ini mampu bertahan pada intensitas cahaya rendah, tahan terhadap kekeringan, serta tidak membutuhkan banyak perawatan. Sistem perakaran dan rimpangnya mampu menyimpan cadangan air maupun nutrisi sehingga kebutuhan pupuknya relatif rendah.

Selain terkenal tahan kekeringan, ZZ Plant tetap dapat tumbuh subur meskipun jarang memperoleh pemupukan. Pemberian pupuk cair dengan dosis rendah beberapa kali dalam setahun sudah lebih dari cukup untuk mendukung pembentukan daun baru. Cara ini membantu tanaman tetap sehat tanpa meningkatkan risiko kelebihan unsur hara.

10. Sirih Gading

Sirih gading merupakan tanaman rambat yang sangat mudah dirawat dan memiliki kemampuan beradaptasi pada berbagai kondisi lingkungan, baik di dalam ruangan maupun di luar ruangan. Pertumbuhannya tetap baik meskipun tidak memperoleh pemupukan secara rutin, terutama apabila ditanam pada media tanam yang masih memiliki kandungan unsur hara alami dan memperoleh pencahayaan sesuai kebutuhannya.

Tanpa tambahan pupuk yang terlalu sering, sirih gading tetap mampu menghasilkan daun yang lebat, hijau, dan tampak segar. Apabila ingin memberikan nutrisi tambahan, pupuk organik atau pupuk cair dengan dosis ringan setiap beberapa bulan sudah cukup membantu menjaga pertumbuhan tanaman tetap stabil. Perawatan sederhana seperti penyiraman yang tepat, pemangkasan rutin, dan media tanam yang baik jauh lebih berpengaruh terhadap kesehatan sirih gading dibandingkan pemupukan dalam jumlah besar.

 

 

 

Pertanyaan Seputar Tanaman Paling Sedikit Membutuhkan Pupuk

Apa saja tanaman hias yang membutuhkan sedikit pupuk?

Tanaman hias yang membutuhkan sedikit pupuk antara lain Lidah Mertua (Sansevieria), Tanaman ZZ (Zamioculcas zamiifolia), Bunga Kertas (Bougenville), Kamboja Jepang (Adenium), Sukulen, Kaktus, Aspidistra, Sirih Gading, Peace Lily, Aglonema, Philodendron, Puring, Pucuk Merah, Tapak Dara (Vinca), dan Lantana.

Sayuran apa yang bisa tumbuh subur tanpa banyak pupuk?

Beberapa sayuran yang dapat tumbuh subur tanpa banyak pupuk meliputi kacang-kacangan, kangkung, bayam, sawi, kemangi, singkong, ubi jalar, mentimun, lobak, selada, cabai, tomat, terong, bawang merah, dan serai.

Bagaimana tanaman legum membantu menyuburkan tanah?

Tanaman legum memiliki kemampuan unik untuk mengikat nitrogen dari udara melalui simbiosis dengan bakteri Rhizobium di nodul akarnya. Nitrogen yang terikat ini kemudian tersedia bagi tanaman di sekitarnya, secara alami memperkaya kandungan nitrogen di tanah dan mengurangi kebutuhan pupuk sintetis.

Apa saja strategi berkebun untuk mengurangi penggunaan pupuk?

Strategi berkebun untuk mengurangi penggunaan pupuk meliputi pemilihan tanah yang tepat, peningkatan kesuburan tanah secara alami dengan kompos dari sampah organik, pemanfaatan bahan alami seperti air cucian beras, ampas kopi, kulit pisang, dan air rebusan sayur sebagai nutrisi tambahan, serta menghindari pemupukan berlebihan.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6