Zelenskyy Jagokan Sosok Ini Jadi PM Baru Ukraina

Kepala Perusahaan Energi Negara Naftogaz, Sergii Koretskyi disebut sebagai kandidat terbaik perdana menteri (PM) Ukraina.

Diterbitkan 16 Juli 2026, 17:07 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Kyiv - Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyatakan Kepala Perusahaan Energi Negara Naftogaz, Sergii Koretskyi, sebagai kandidat terbaik untuk menduduki posisi perdana menteri (PM) berikutnya. Pernyataan tersebut disampaikan saat Ukraina memasuki perombakan kabinet kedua dalam satu tahun terakhir.

Dikutip dari Al Jazeera, Kamis (16/7/2026), selain mengganti calon perdana menteri, Zelenskyy juga secara kontroversial mengganti Menteri Pertahanan Mykhailo Fedorov di tengah situasi perang yang masih berlangsung dengan Rusia.

“Prioritasnya sudah jelas, yaitu mempersiapkan diri menghadapi musim dingin,” kata Zelenskyy pada Rabu. Ukraina kini bersiap menghadapi kemungkinan gelombang serangan Rusia terhadap infrastruktur energi menjelang musim dingin.

Menurut Zelenskyy, setelah melalui berbagai konsultasi, Sergii Koretskyi merupakan kandidat yang paling siap untuk menjabat sebagai perdana menteri Ukraina.

Jika disetujui parlemen, Koretskyi akan menggantikan Yulia Svyrydenko yang diberhentikan Zelenskyy setelah hanya sekitar satu tahun menjabat. Parlemen Ukraina telah menerima pengunduran diri Svyrydenko pada Selasa dan dijadwalkan melakukan pemungutan suara untuk memilih penggantinya pada Kamis.

Kandidat pilihan Zelenskyy diperkirakan akan mendapatkan dukungan karena partai yang dipimpinnya masih menguasai mayoritas kursi di parlemen.

 

Pergantian Menteri Pertahanan Picu Kritik

Pengunduran diri perdana menteri secara otomatis menyebabkan seluruh kabinet harus mengajukan pengunduran diri, sehingga perombakan pemerintahan yang lebih luas pun diperkirakan terjadi.

Salah satu posisi yang paling menjadi sorotan adalah Menteri Pertahanan Mykhailo Fedorov. Pergantian tersebut terjadi ketika Ukraina dinilai mulai meningkatkan tekanan terhadap Rusia melalui serangan drone jarak jauh yang menyasar berbagai target strategis, termasuk fasilitas energi.

Fedorov, 35 tahun, dikenal sebagai tokoh yang mendorong inovasi teknologi dan berasal dari luar struktur tradisional Kementerian Pertahanan. Ia baru menjabat sebagai menteri pertahanan selama enam bulan sebelum mengumumkan pengunduran dirinya pada Rabu.

Sejumlah anggota parlemen Ukraina menyebut Zelenskyy berencana menunjuk Menteri Dalam Negeri Ihor Klymenko, yang telah menjabat sejak 2023, untuk mengambil alih posisi Menteri Pertahanan.

Namun, keputusan tersebut menuai kritik dari sejumlah pihak. Beberapa anggota parlemen mempertanyakan alasan penggantian Fedorov saat Ukraina sedang berupaya meningkatkan kemampuan militernya melalui penggunaan drone jarak jauh dan memperlambat kemajuan pasukan Rusia di medan perang.

Oleksandr Merezhko, Ketua Komite Urusan Luar Negeri Parlemen Ukraina sekaligus anggota partai Zelenskyy, menyatakan kekecewaannya terhadap kemungkinan pencopotan Fedorov.

“Fedorov sangat dihormati oleh mitra internasional kami. Namanya dikaitkan dengan harapan akan adanya reformasi nyata di Kementerian Pertahanan,” tulis Merezhko di media sosial.

Kritik lebih keras datang dari Maria Berlinska, aktivis relawan dan pendukung pengembangan teknologi perang drone. Ia menyebut keputusan mengganti Fedorov sebagai salah satu kesalahan terbesar Presiden Zelenskyy.

“Keputusan presiden ini tidak hanya akan merugikan kita, tetapi dampaknya bisa sangat besar. Harganya dapat berupa nyawa dan kesehatan ratusan ribu orang, bahkan lebih,” ujarnya.

 

Zelenskyy Sebut Ada Strategi Politik Baru

Zelenskyy belum memberikan penjelasan rinci mengenai alasan perombakan kabinet terbaru. Ia hanya menyebut Ukraina sedang menjalankan “strategi politik baru” yang membutuhkan penunjukan pejabat baru di pemerintahan dan lembaga penegak hukum.

Menurut Zelenskyy, strategi tersebut akan berfokus pada sejumlah prioritas kebijakan luar negeri, termasuk kerja sama produksi sistem pertahanan udara Patriot melalui lisensi, mempercepat upaya Ukraina bergabung dengan Uni Eropa, serta memperkuat hubungan dengan kawasan Teluk.

Zelenskyy menyebut kawasan Teluk sebagai salah satu wilayah paling menjanjikan di dunia untuk kerja sama keamanan dan ekonomi.

Perombakan kabinet ini menjadi tantangan baru bagi pemerintahan Ukraina yang masih berfokus menghadapi perang melawan Rusia, terutama menjelang musim dingin ketika infrastruktur energi kembali menjadi salah satu target utama serangan.