Ribuan Orang Rela Antre Demi Bunga Bangkai Raksasa di California

Dua bunga bangkai raksasa (Titan Arum) yang mekar di sebuah pusat penelitian di California Selatan, Amerika Serikat menarik perhatian.

Diterbitkan 15 Juli 2026, 21:05 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, California - Dua bunga bangkai raksasa (Titan Arum) mekar secara bersamaan di sebuah pusat penelitian di California Selatan, Amerika Serikat. Momen langka ini menarik ribuan pengunjung yang rela mengantre berjam-jam untuk menyaksikan salah satu tumbuhan paling besar sekaligus paling berbau di dunia.

Dikutip dari The Guardian, Rabu (15/7/2026), dua tanaman yang diberi nama Odorysseus dan Odora itu mekar di The Huntington Library, Art Museum and Botanical Gardens, San Marino, sekitar 19 kilometer dari pusat Kota Los Angeles.

Menurut pihak pengelola, lebih dari 7.000 orang memadati lokasi pada Senin 14 Juli 2026 lalu, setelah kedua bunga mulai mekar pada akhir pekan lalu.

Karena masa mekarnya hanya berlangsung sekitar 24 hingga 48 jam, pihak kebun raya segera mengumumkan kepada publik pada Minggu sore begitu kelopak bunga mulai membuka.

Kedua bunga mencapai puncak mekarnya pada malam hari sebelum perlahan kembali menutup keesokan harinya. Meski demikian, pengunjung masih sempat menyaksikan fenomena langka tersebut pada Senin.

"Mereka benar-benar terpesona," kata Brandon Tam, Kurator Koleksi Anggrek The Huntington.

"Ada pengunjung yang rela mengantre hingga tiga jam hanya untuk melihat bunga bangkai selama beberapa menit," ujarnya.

Menurut Tam, antusiasme masyarakat jauh melampaui ekspektasi.

"Orang-orang datang dengan rasa ingin tahu, lalu terinspirasi. Banyak yang akhirnya semakin mencintai tumbuhan karena bunga ini menunjukkan bahwa tanaman juga memiliki kehidupan yang luar biasa," katanya.

Tingginya minat masyarakat membuat seluruh tiket kunjungan habis terjual sejak Senin pagi. Meski bunga sudah mulai layu, kedua Titan Arum tersebut tetap dipamerkan hingga awal Agustus.

 

Menarik Serangga

Titan Arum, yang lebih dikenal sebagai bunga bangkai, terkenal karena aroma menyengatnya yang menyerupai daging membusuk.

Bau tersebut bukan tanpa tujuan. Aroma itu berfungsi menarik kumbang bangkai dan lalat pemakan daging yang berperan sebagai penyerbuk alami tanaman langka tersebut.

Meski dijuluki bunga bangkai, Titan Arum sebenarnya bukan satu bunga tunggal, melainkan rangkaian ratusan bunga kecil yang menyatu dalam satu struktur raksasa.

Tanaman endemik Sumatera Barat, Indonesia, ini dapat tumbuh hingga lebih dari 3,5 meter. Setelah masa mekarnya yang sangat singkat berakhir, struktur bunganya akan roboh dan memasuki masa dormansi yang dapat berlangsung selama beberapa tahun sebelum kembali berbunga.

 

Populasi Terus Menurun

The Huntington telah membudidayakan Titan Arum selama lebih dari 25 tahun. Saat ini, kebun raya tersebut memiliki lebih dari 43 tanaman dewasa, sebagian besar berasal dari keberhasilan penyerbukan satu spesimen pada 2002.

"Pada 2002 kami berhasil menyerbukkan satu bunga bangkai yang kemudian menghasilkan ratusan buah dan biji. Dari situlah kami memperbanyak koleksi yang ada sekarang," jelas Tam.

Bibit hasil perbanyakan itu juga dibagikan ke berbagai kebun raya di Amerika Serikat sebagai bagian dari upaya konservasi.

Langkah tersebut dinilai penting karena populasi Titan Arum di habitat aslinya di Indonesia diperkirakan kini tersisa kurang dari 1.000 individu di alam liar, sehingga statusnya tergolong sebagai spesies yang terancam punah.  Â