Haruomi Hosono Rilis Note of Mothership, Bawa Pesan Cinta dan Kepedulian

Single terbaru Haruomi Hosono lahir dari perenungannya selama beberapa tahun terakhir mengenai sosok keibuan yang dianggap menyelimuti Bumi.

Diterbitkan 15 Juli 2026, 21:52 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Haruomi Hosono rilis single "Note of Mothership" sebagai pembuka album "Yours Sincerely".
  • Karya baru ini merefleksikan tema keibuan, alam, dan kasih sayang.
  • Hosono berharap musiknya membangkitkan empati dan kepedulian kemanusiaan.

Liputan6.com, Jakarta - Musisi legendaris Jepang, Haruomi Hosono, kembali menyapa penggemar lewat singel bertajuk "Note of Mothership". Karya ini sekaligus menjadi penanda dimulai era baru sang maestro sekaligus pembuka menuju album Yours Sincerely, yang akan dirilis melalui label Ghostly International.

Di usia 79 tahun, Hosono masih menunjukkan produktivitas luar biasa. Setelah lebih dari 5 dekade berkarya dan memberi pengaruh besar pada perkembangan musik modern, pendiri Yellow Magic Orchestra itu kini menghadirkan karya yang sarat refleksi tentang kemanusiaan, alam, dan kasih sayang.

Hosono mengungkapkan bahwa single "Note of Mothership" lahir dari perenungannya selama beberapa tahun terakhir mengenai sosok keibuan yang dianggap menyelimuti Bumi.

"Selama beberapa tahun terakhir, saya telah merenungkan kehadiran sosok keibuan yang menyelimuti Bumi. Saya percaya ungkapan seperti ‘Mother Earth’ dan ‘Mother Nature’ lahir dari pemahaman intuitif tentang kasih sayang yang tegas namun lembut yang dimiliki oleh leluhur manusia kita," ujar Haruomi Hosono kepada wartawan.

Persimpangan yang Penuh Ketidakpastian

Menurutnya, dunia saat ini sedang berada di persimpangan yang penuh ketidakpastian. Berbagai peristiwa besar dari bencana alam hingga pandemi, membuatnya merenungkan kembali arah perjalanan umat manusia.

“Namun, sebagai konsekuensi dari materialisme abad ke-20, umat manusia kini berdiri di persimpangan jalan yang kacau. Melalui pengalaman sunyi dan tak berdaya akibat gempa bumi besar dan penyebaran pandemi, saya merasa ada sesuatu yang mulai bergerak,” katanya.

Hosono meyakini pengalaman menghadapi masa-masa sulit telah membangkitkan kembali naluri kemanusiaan yang selama ini tertidur. Ia melihat munculnya kesadaran baru yang mendorong empati dan kepedulian antarsesama.

“Seolah-olah naluri yang lama tertidur di kedalaman hati kita cinta keibuan dan belas kasih mulai terusik. Arus kesadaran tidak lagi terbatas pada individu dan mulai bergerak seperti aliran sungai yang tenang,” tuturnya.

Tampilkan Konsep Khas Jepang

Sementara Album Yours Sincerely sendiri dikerjakan selama hampir dua tahun. Dalam proses kreatifnya, Hosono banyak mengeksplorasi cara menerjemahkan konsep-konsep khas Jepang seperti omoiyari (kepedulian), jihi (belas kasih), dan boseiai (cinta keibuan) ke dalam bahasa Inggris.

“Ini dimulai dengan pertanyaan sederhana: bagaimana Anda mengungkapkan ide-ide Jepang tentang omoiyari, jihi, atau boseiai dalam bahasa Inggris? Saya mencarinya, tetapi tidak ada kata yang terasa pas,” ungkapnya.

Nuansa Folk dan Avant-pop

Secara musikal, "Note of Mothership" memadukan nuansa folk dengan sentuhan avant-pop khas Hosono. Melalui album ini, ia berharap dapat menghidupkan kembali rasa empati dan kemurahan hati yang kerap terabaikan dalam kehidupan sehari-hari.

“Lagu-lagunya menyentuh arus kolektif, naluri yang terkubur dalam belas kasih dan kemurahan hati keibuan, hal-hal yang jarang kita hubungi dalam kehidupan sehari-hari,” ucap Haruomi Hasono.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

3 Fakta Menarik Film Korea Once We Were Us, Tayang di Vidio

M Altaf Jauhar, Ratnaning AsihTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan