Kebakaran Lapak Kayu di Bekasi, Api Berkobar Sulit Dijinakkan

Untuk memadamkan kobaran api, Damkar mengerahkan delapan unit armada dari sejumlah pos, termasuk bantuan TNI.

Diterbitkan 15 Juli 2026, 23:25 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Kebakaran lapak kayu palet di Bekasi, api membesar cepat karena material mudah terbakar.
  • Delapan unit Damkar dan TNI padamkan api lebih dari satu jam, beberapa rumah terdampak.
  • Akses lokasi sulit karena macet dan warga, penyebab kebakaran masih diselidiki.

Liputan6.com, Jakarta - Kebakaran hebat melanda sejumlah lapak penyimpanan kayu palet di Desa Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi, Rabu (15/7/2026) petang. Material kayu yang mudah terbakar membuat api cepat membesar hingga menghanguskan sejumlah bangunan semi permanen.

Untuk memadamkan kobaran api, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bekasi mengerahkan delapan unit armada dari sejumlah pos, termasuk bantuan TNI.

"Semula kami menerjunkan empat unit armada sebelum akhirnya meminta bantuan dari pos-pos lain akibat besarnya kobaran api," kata Komandan Regu Pleton 3 Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bekasi Bohir di lokasi.

Ia mengatakan material yang mudah terbakar menyebabkan api dengan cepat melahap bangunan semi permanen yang digunakan sebagai tempat penyimpanan kayu palet. Kondisi tersebut membuat petugas harus menambah armada agar kebakaran tidak meluas.

"Tambahan armada pemadam kebakaran berasal dari Pos Cikarang Selatan, Pos Pemkab Bekasi, serta bantuan dari TNI sehingga total ada delapan unit yang diterjunkan ke lokasi," ujarnya.

Setelah berjibaku selama lebih dari satu jam, petugas akhirnya berhasil memadamkan api. Kebakaran juga menghanguskan sejumlah rumah semi permanen milik warga di sekitar lokasi.

"Jumlah bangunan terdampak masih dalam proses pendataan," ucap Bohir.

Meski api telah padam, petugas masih melakukan proses pendinginan di sejumlah titik untuk mengantisipasi munculnya kembali kobaran api.

 

Kendala Damkar

Bohir mengatakan akses menuju lokasi sempat menjadi kendala karena kemacetan di Jalur Pantura. Arus kendaraan dari kedua arah tersendat akibat banyaknya warga dan pengendara yang berhenti untuk melihat kebakaran.

"Kepadatan kendaraan terjadi di kedua arah saat insiden kebakaran. Ditambah masyarakat dan pengendara yang ingin melihat dari dekat. Namun saat ini arus lalu lintas sudah berangsur normal," katanya.

Hingga kini penyebab kebakaran masih diselidiki pihak kepolisian. Sementara itu, tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6