Lamine Yamal Pertegas Dominasi atas Kylian Mbappe

Spanyol menyingkirkan Prancis di semifinal Piala Dunia 2026. Catatan Lamine Yamal vs Kylian Mbappe kini sempurna di enam laga fase gugur.

Diterbitkan 15 Juli 2026, 23:24 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Timnas Spanyol melangkah ke final Piala Dunia 2026 setelah menyingkirkan Prancis di babak semifinal pada Rabu (15/7/2026) dini hari WIB. Hasil tersebut sekaligus memperpanjang catatan positif Lamine Yamal setiap kali berhadapan dengan Kylian Mbappe, dilansir dari Fox Sports.

Usai pertandingan, sejumlah faktor menjadi sorotan. Ada yang menilai Les Bleus tampil kurang tajam, sementara sebagian lainnya mempertanyakan kepemimpinan wasit. Di tengah perdebatan itu, dominasi Spanyol yang mampu mengendalikan laga sejak awal hingga akhir juga banyak disebut.

Di balik sorotan tersebut, rekor head-to-head Yamal versus Mbappe menonjol: dalam enam pertemuan fase gugur, tim yang diperkuat Yamal selalu keluar sebagai pemenang.

Enam Pertemuan Fase Gugur: Selalu Milik Yamal

Rentetan enam partai fase gugur itu membentang dari Euro 2024, berlanjut ke ajang domestik Spanyol, Nations League 2025, hingga Piala Dunia 2026.

Semifinal Euro 2024: Spanyol 2, Prancis 1. Lalu Final Supercopa 2025: Barcelona 5, Real Madrid 2. Setelah itu Final Copa del Rey 2025: Barcelona 3, Real Madrid 2.

Berikutnya Semifinal Nations League 2025: Spanyol 5, Prancis 4. Disusul Final Supercopa 2026: Barcelona 3, Real Madrid 2. Terakhir Semifinal Piala Dunia 2026: Prancis 0, Spanyol 2.

Rekor Total 9-2, Lintas Timnas dan Klub

Jika seluruh pertemuan dihitung, termasuk laga di luar fase gugur, Yamal membukukan sembilan kemenangan dan hanya dua kali kalah saat berhadapan dengan Mbappe.

Catatan tersebut tidak hanya tercipta di level timnas. Duel klub juga berperan, khususnya ketika Barcelona yang diperkuat Yamal berjumpa Real Madrid yang dibela Mbappe di La Liga.

Meski demikian, angka-angka itu tidak serta-merta berarti Yamal mengalahkan Mbappe seorang diri. Sepak bola tetap merupakan olahraga tim. Di sisi lain, Yamal dinilai lebih sering membela tim yang tampil lebih baik secara keseluruhan, yang turut menyumbang catatan positifnya.

Dengan pola hasil yang berulang, kehadiran Yamal di kubu lawan dianggap membuat peluang tim Mbappe meraih kemenangan lebih kecil dibanding biasanya.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Ikatan Scaloni-Messi: Duo Lionel yang Mengantar Argentina ke Ambang Sejarah

Aning Jati, Harley IkhsanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan