Liputan6.com, Jakarta - Taruh minyak goreng di samping kompor sering menjadi kebiasaan sehari-hari karena posisi tersebut dianggap praktis saat memasak. Botol minyak mudah dijangkau ketika hendak menumis, menggoreng, atau menambahkan minyak ke wajan sehingga banyak orang memilih meletakkannya di area dapur yang sejajar dengan kompor.
Namun, kebiasaan tersebut ternyata bisa memengaruhi kondisi makanan jika dilakukan terus-menerus. Panas dari kompor dan paparan cahaya bisa mempercepat perubahan pada minyak, terutama jika botol berada dekat sumber panas dalam waktu lama. Minyak pun lantas mengalami perubahan bisa memengaruhi rasa sehingga berpotensi tidak bisa dimakan.
Untuk itu, sebagai ajakan edukasi, Liputan6.com akan mengungkapkan bahayanya sebagai langkah pencegahan di rumah tangga, Jumat (4/9).
Advertisement
1. Panas Kompor Bisa Memengaruhi Kondisi Minyak
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340360/original/007190400_1788503780-Taruh_Minyak_Goreng_di_Samping_Kompor.jpg)
Taruh minyak goreng di samping kompor berarti botol bisa menerima panas setiap kali kompor digunakan. Paparan tersebut memang tidak langsung membuat minyak berubah dalam satu kali memasak, tetapi kebiasaan yang berlangsung berulang bisa memengaruhi kondisi minyak dari waktu ke waktu.
Minyak juga bisa mengalami perubahan ketika terus berada di tempat yang terkena panas. USDA di laman resminya menjelaskan bahwa panas, cahaya, dan udara berhubungan dengan proses perubahan pada minyak. Kondisi penyimpanan karena itu ikut menentukan berapa lama minyak dapat mempertahankan kualitasnya.
Tempatkan botol di lemari atau rak yang jauh dari kompor. Pilih lokasi yang kering dan tidak terkena panas langsung. Cara tersebut sederhana dan bisa dilakukan tanpa mengubah kebiasaan memasak secara keseluruhan.
Advertisement
2. Minyak Bisa Mengalami Perubahan Rasa dan Aroma
Minyak yang mengalami perubahan bisa menghasilkan aroma yang berbeda ketika digunakan untuk memasak. Kondisi ini sering baru diketahui setelah minyak dituangkan ke wajan atau setelah makanan selesai dimasak.
USDA menyebut bau tengik, perubahan warna, munculnya busa, dan asap berlebihan sebagai beberapa tanda minyak yang sudah mengalami penurunan kondisi, terutama pada minyak yang telah digunakan untuk menggoreng.
Jika minyak sudah memiliki bau atau rasa yang tidak biasa, sebaiknya jangan digunakan untuk memasak. Makanan yang dibuat dengan minyak tersebut bisa ikut mengalami perubahan rasa dan aroma sehingga akhirnya tidak bisa dimakan.
3. Makanan Bisa Ikut Berubah Setelah Digoreng
Masalah minyak tidak berhenti pada kondisi minyak di dalam botol. Ketika minyak digunakan untuk menggoreng, perubahan yang sudah terjadi pada minyak bisa memengaruhi makanan yang dimasak menggunakannya.
Minyak yang sudah mengalami penurunan kondisi bisa memberikan aroma yang tidak diinginkan pada makanan. Pada beberapa keadaan, rasa makanan juga berubah sehingga bahan makanan yang sebenarnya masih layak justru berakhir tidak dimakan.
Karena itu, jangan hanya melihat tanggal kedaluwarsa pada kemasan. Perhatikan pula kondisi minyak sebelum digunakan, terutama jika botol sudah lama berada dekat kompor. Pemeriksaan melalui bau, warna, dan kondisi minyak bisa membantu menentukan apakah minyak masih layak digunakan.
Advertisement
4. Cahaya dan Udara Juga Perlu Diperhatikan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340364/original/020775400_1788503990-Minyak_goreng_dekat_kompor.jpg)
Taruh minyak goreng di samping kompor sering menjadi kebiasaan, tetapi posisi tersebut biasanya juga membuat minyak lebih sering terkena cahaya dapur. Paparan cahaya dan udara dapat ikut mempercepat perubahan pada minyak selama penyimpanan.
Botol yang sering dibuka juga membuat minyak berulang kali bersentuhan dengan udara. Kondisi tersebut perlu diperhatikan, terutama jika minyak digunakan dalam waktu lama dan botol tidak segera ditutup setelah mengambil minyak.
Simpan minyak dalam wadah yang tertutup dan letakkan di tempat yang tidak terkena cahaya langsung. Untuk minyak yang sudah digunakan menggoreng dan hendak disimpan kembali, USDA menyarankan wadah tertutup serta terlindung dari cahaya.
5. Cara Menyimpan Minyak agar Tidak Cepat Berubah
Langkah pertama adalah memindahkan minyak dari area sekitar kompor. Lemari dapur atau rak yang jauh dari sumber panas bisa digunakan selama tempat tersebut sesuai dengan petunjuk penyimpanan pada kemasan.
Setelah mengambil minyak, segera tutup kembali botol. Hindari membiarkan tutup terbuka ketika memasak karena minyak bisa terkena udara dan percikan bahan makanan yang sedang diolah.
Untuk minyak yang sudah digunakan menggoreng, saring terlebih dahulu jika memang akan digunakan kembali dan simpan dalam wadah tertutup. USDA menyebut minyak bekas menggoreng bisa disimpan hingga beberapa bulan jika disimpan dengan benar, tetapi harus dibuang ketika muncul tanda perubahan seperti bau atau rasa yang tidak normal.
Advertisement
6. Kapan Minyak Goreng Sebaiknya Dibuang?
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9321727/original/006595900_1786500739-Benda-benda_yang_tidak_boleh_disimpan_di_atas_kompor.jpg)
Minyak sebaiknya tidak digunakan lagi ketika muncul bau tengik, rasa yang berubah, busa, warna yang semakin gelap, atau asap berlebihan saat digunakan. Tanda tersebut terutama perlu diperhatikan pada minyak yang sudah beberapa kali digunakan untuk menggoreng.
Minyak dalam botol yang belum digunakan juga perlu diperiksa sebelum dimasak. Jika terdapat perubahan yang tidak sesuai dengan kondisi minyak ketika dibeli, periksa petunjuk pada kemasan dan pertimbangkan untuk tidak menggunakannya.
Menjauhkan minyak dari kompor merupakan langkah yang mudah dilakukan di rumah. Kebiasaan tersebut membantu mengurangi paparan panas dan membuat minyak lebih mudah dipantau sebelum digunakan untuk memasak.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Taruh Minyak Goreng di Samping Kompor
1. Apakah minyak goreng boleh disimpan di dekat kompor?
Sebaiknya tidak. Simpan minyak di tempat yang jauh dari panas dan cahaya langsung agar kondisinya lebih terjaga.
2. Apa tanda minyak goreng sudah tidak layak digunakan?
Bau tengik, perubahan warna, muncul busa, rasa berubah, dan asap berlebihan bisa menjadi tanda minyak sudah mengalami penurunan kondisi.
3. Apakah minyak goreng bisa berubah karena panas?
Bisa. Panas berulang dapat mempercepat perubahan pada minyak, terutama jika minyak juga terpapar udara dan cahaya.
4. Bagaimana cara menyimpan minyak goreng?
Tutup rapat setelah digunakan dan simpan di tempat yang jauh dari panas serta cahaya langsung, sesuai petunjuk pada kemasan.
5. Apakah minyak bekas menggoreng boleh digunakan kembali?
Bisa jika kondisinya masih baik dan disimpan dengan benar. Buang jika muncul bau, rasa, busa, atau perubahan lain yang menunjukkan minyak sudah mengalami penurunan kondisi.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340333/original/035396900_1788502118-cek_fakta_purbaya_dana_hibah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9324106/original/075794500_1786690114-cek_fakta_-_alat_pertanian_tanam_padi_hingga_traktor.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9339837/original/071003300_1788430175-alat_pertanian_-cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9336533/original/011425200_1788164909-cek_fakta_pppk_kemenag.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340359/original/053752600_1788503771-Minyak_goreng_di_dekat_kompor.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9315538/original/011016000_1785840462-a5a249a0-1e36-4065-a80c-78f32537c07c.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5495820/original/088300800_1770436926-Produk_MinyaKita2.jpg)