Liputan6.com, Jakarta - Kolam ikan di pekarangan bisa meluap ketika hujan turun dalam waktu lama. Kondisi ini membuat air menggenangi area sekitar kolam, membawa kotoran ke halaman, bahkan berisiko masuk ke bagian rumah.
Sebenarnya, masalah tersebut bisa dicegah dengan membuat saluran pembuangan yang mampu mengarahkan luapan air keluar dari kolam, dengan menentukan titik pembuangan, membuat jalur aliran, hingga memasang komponen yang dibutuhkan.
Lantas, bagaimana caranya? Untuk mengetahuinya, simak informasi berikut, dihadirkan Liputan6, Kamis (3/9).
Advertisement
1. Tentukan Titik Air Akan Keluar
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9339975/original/040818800_1788438120-Kolam_ikan_yang_meluap_setelah_hujan.jpg)
Langkah pertama adalah menentukan bagian kolam yang akan menjadi tempat keluarnya air. Pilih sisi yang mengarah ke halaman dengan posisi lebih rendah atau menuju saluran air yang sudah tersedia. Hindari mengarahkan air ke area yang sering digunakan untuk berjalan atau ke dekat fondasi rumah.
Titik pembuangan sebaiknya berada pada bagian kolam yang mudah dijangkau ketika saluran perlu dibersihkan. Posisi ini juga memudahkan pemilik rumah untuk memeriksa aliran air setelah hujan. Jangan membuat saluran tanpa mengetahui ke mana air akan berakhir karena masalah genangan bisa berpindah dari satu tempat ke tempat lain.
Setelah titiknya ditentukan, tandai jalur saluran dari kolam menuju tempat pembuangan. Buat jalur sesingkat mungkin agar air bisa bergerak tanpa banyak hambatan. Perhatikan pula keberadaan tanaman, lantai, pagar, dan bagian pekarangan lain yang mungkin menghalangi proses pembuatan.
Advertisement
2. Buat Lubang Pembuangan pada Kolam
Lubang pembuangan bisa dibuat pada salah satu sisi kolam dengan posisi yang disesuaikan kebutuhan. Untuk kolam yang sering meluap saat hujan, lubang dapat ditempatkan mendekati batas air yang diinginkan sehingga kelebihan air segera keluar ketika permukaan naik.
Bagian lubang perlu diberi pipa yang ukurannya sesuai dengan jumlah air yang biasanya keluar. Pipa kemudian diarahkan menuju saluran di luar kolam. Pastikan sambungannya rapat agar air tidak merembes ke bagian tanah di sekitar kolam.
Pembuatan lubang perlu dilakukan dengan hati-hati agar tidak merusak dinding atau lapisan kolam. Jika kolam sudah terisi ikan dan air, pindahkan ikan sementara apabila pekerjaan membutuhkan pengurasan. Setelah pipa terpasang, periksa kembali bagian sambungan sebelum kolam digunakan seperti biasa.
3. Pasang Pipa Menuju Saluran Pekarangan
Pipa pembuangan menjadi jalur bagi air dari kolam menuju tempat yang sudah ditentukan. Letakkan pipa mengikuti jalur yang sudah dibuat dan hindari terlalu banyak belokan karena kotoran bisa tertahan di bagian tersebut.
Bagian ujung pipa harus berada di tempat yang tidak mengganggu aktivitas di pekarangan. Jika tersedia saluran air di sekitar rumah, pipa bisa diarahkan ke sana selama jalurnya memang diperuntukkan bagi pembuangan air. Jangan mengarahkan air langsung ke jalan atau halaman tetangga.
Setelah pipa terpasang, tutup bagian yang terbuka dengan tanah atau penutup lain sesuai kondisi pekarangan. Namun, bagian yang perlu diperiksa tetap harus mudah dibuka. Langkah ini membantu pemilik rumah membersihkan saluran ketika aliran mulai berkurang.
Advertisement
4. Tambahkan Saringan pada Lubang Kolam
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9339976/original/045725000_1788438120-Kolam_ikan_meluap.jpg)
Saringan pada bagian masuk pipa berfungsi menahan daun, sisa makanan, dan kotoran lain agar tidak masuk ke saluran. Bahan saringan bisa berupa jaring yang memiliki celah sehingga air tetap bisa mengalir.
Ukuran celah perlu disesuaikan dengan ikan yang dipelihara. Saringan jangan sampai membuat ikan masuk ke dalam pipa, tetapi juga tidak boleh terlalu rapat karena kotoran bisa lebih cepat menutup jalur air.
Saringan perlu diperiksa secara berkala, terutama setelah hujan. Jika banyak daun atau kotoran menempel, bersihkan bagian tersebut agar aliran air tetap berjalan. Pemeriksaan sederhana ini juga membantu mengetahui sejak awal jika saluran mulai mengalami penyumbatan.
5. Buat Saluran Terbuka Jika Tidak Memakai Pipa
Saluran terbuka bisa menjadi pilihan jika kondisi pekarangan memungkinkan. Jalurnya dapat dibuat dari kolam menuju tempat pembuangan dengan ukuran yang disesuaikan dengan volume air yang perlu dialirkan.
Bagian dasar saluran perlu dibuat mengarah ke titik pembuangan agar air tidak berhenti di tengah jalan. Hindari membuat jalur yang memiliki bagian lebih tinggi setelah titik yang lebih rendah karena air bisa tertahan dan akhirnya menggenang.
Saluran terbuka perlu diperiksa setelah hujan untuk memastikan tidak ada tanah, daun, atau benda lain yang menghalangi aliran. Jika saluran berada di area yang sering dilewati, gunakan penutup agar tidak menjadi penghalang bagi penghuni rumah.
Advertisement
6. Uji Saluran Sebelum Digunakan
Setelah seluruh bagian terpasang, lakukan pengujian dengan memasukkan air secara bertahap ke dalam kolam. Amati apakah air bergerak menuju pembuangan atau justru tertahan pada bagian tertentu.
Periksa pula sambungan pipa dan area di sekitar lubang pembuangan. Jika terlihat air merembes ke tanah atau muncul genangan di jalur saluran, hentikan pengujian dan perbaiki bagian tersebut sebelum digunakan.
Pengujian juga membantu mengetahui apakah ukuran jalur sudah sesuai dengan kebutuhan. Jika air keluar terlalu lambat, periksa kemungkinan adanya sumbatan, posisi pipa, atau bagian saluran yang membuat air tertahan. Pemeriksaan ini lebih mudah dilakukan sebelum hujan turun.
7. Rawat Saluran agar Tidak Mudah Tersumbat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9339977/original/049763900_1788438120-Kolam_ikan_sering_meluap.jpg)
Saluran pembuangan perlu dibersihkan secara berkala karena kotoran dari kolam dan pekarangan bisa masuk ke dalam jalur air. Jadwal pembersihan bisa disesuaikan dengan kondisi sekitar kolam, terutama jika banyak pohon yang menggugurkan daun.
Saringan menjadi bagian yang perlu mendapat perhatian karena kotoran biasanya berkumpul di sana lebih dahulu. Bersihkan saringan ketika mulai tertutup kotoran agar air tetap bisa masuk ke saluran pembuangan tanpa hambatan.
Periksa pula ujung pipa dan jalur saluran setelah hujan deras. Jika air mulai menggenang di sekitar kolam, jangan langsung menambah kapasitas pembuangan. Periksa terlebih dahulu apakah terdapat bagian yang tersumbat atau tertutup tanah sehingga air tidak bisa mengalir.
Advertisement
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Kolam Ikan di Pekarangan Sering Meluap
1. Mengapa kolam ikan bisa meluap saat hujan?
Kolam bisa meluap ketika air hujan yang masuk lebih banyak daripada air yang keluar melalui saluran pembuangan.
2. Bagaimana cara mengatasi kolam ikan yang sering meluap?
Buat saluran pembuangan pada sisi kolam dan arahkan ke tempat yang bisa menampung atau meneruskan kelebihan air.
3. Apakah kolam ikan harus memiliki saluran pembuangan?
Saluran pembuangan membantu mengurangi risiko air meluber, terutama pada kolam yang berada di area terbuka dan menerima air hujan secara langsung.
4. Mengapa saluran kolam ikan mudah tersumbat?
Daun, tanah, sisa makanan, dan kotoran dapat masuk ke saluran sehingga aliran air berkurang.
5. Bagaimana agar ikan tidak ikut keluar melalui saluran pembuangan?
Pasang saringan pada bagian lubang pembuangan dan bersihkan secara berkala agar air tetap mengalir tanpa membawa ikan.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9339680/original/094165700_1788424535-cek_fakta_teddy.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9333897/original/064209300_1787812486-cek_fakta_-_tebuireng.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9339337/original/011380800_1788411813-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-03T120214.684.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1462305/original/017836600_1483611820-20170105-BBM-Naik-AY5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9339967/original/006998100_1788437770-Kolam_Ikan_di_Pekarangan_Sering_Meluap.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9338184/original/098672400_1788317145-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9337420/original/058761700_1788244229-Gemini_Generated_Image_c1ynzwc1ynzwc1yn.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5463179/original/070532300_1767601393-Sistem_Akuaponik_Terintegrasi.jpg)