7 Cara Membuat Kebun Sayur di Atas Kolam Ikan, Sistem Aquaponik yang Efisien

Cara membuat kebun sayur di atas kolam ikan dengan aquaponik untuk menghemat lahan, air, sekaligus menghasilkan panen ikan dan sayuran.

Diterbitkan 02 September 2026, 10:41 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Cara membuat kebun sayur di atas kolam ikan dapat dilakukan dengan sistem aquaponik yang menggabungkan budidaya ikan dan tanaman. Metode ini memungkinkan sayuran tumbuh tanpa tanah sekaligus memanfaatkan air kolam sebagai sumber nutrisi alami.

Dalam sistem aquaponik, air yang mengandung limbah dan kotoran ikan dialirkan menuju area tanaman. Bakteri nitrifikasi mengubah amonia menjadi nitrat yang dibutuhkan sayuran. Setelah melewati akar tanaman, air yang lebih bersih kembali dialirkan ke kolam ikan.

Artikel Liputan6.com, Rabu (2/9/2026) ini akan membahas tentang cara membuat kebun sayur di atas kolam ikan. Aquaponik cocok diterapkan untuk memaksimalkan lahan terbatas sekaligus menghemat penggunaan air. Sistem sirkulasi tertutup membuat ikan dan tanaman dapat dibudidayakan secara bersamaan. Hasilnya, pemilik kebun berpeluang memperoleh panen ikan dan sayuran segar dari satu sistem.

1. Tentukan Ukuran dan Desain Aquaponik

Langkah pertama dalam membuat kebun sayur di atas kolam ikan adalah menentukan ukuran dan desain sistem aquaponik sesuai luas lahan yang tersedia. Tentukan posisi kolam ikan, wadah tanaman, pompa, serta jalur perpipaan agar semuanya mudah dirawat. Area tanam sebaiknya berada sedikit lebih tinggi dari kolam sehingga air dapat mengalir kembali dengan lancar.

Sesuaikan jumlah tanaman dan ikan dengan kapasitas sistem agar keseimbangan nutrisi tetap terjaga. Untuk pemula, tidak perlu langsung membuat sistem berukuran besar. Mulailah dari skala kecil menggunakan bak atau kolam terpal, kemudian kembangkan secara bertahap setelah memahami cara kerja dan perawatannya.

2. Siapkan Kolam Ikan dan Media Tanam

Setelah menentukan desain, siapkan kolam ikan dan wadah untuk menanam sayuran. Kolam dapat menggunakan bak plastik, kolam terpal, atau wadah lain yang kuat dan tidak mengandung bahan berbahaya bagi ikan. Sementara itu, area tanam dapat dibuat menggunakan talang, bak, atau wadah khusus yang memiliki sistem drainase.

Isi wadah dengan media tanam seperti kerikil, hidroton, atau material inert lainnya yang telah dicuci hingga bersih. Media ini berfungsi sebagai tempat akar tanaman berkembang sekaligus membantu menyaring kotoran dari air. Pastikan wadah tanaman kokoh agar tidak mudah bergeser ketika dialiri air secara terus-menerus.

3. Pasang Pompa dan Sistem Perpipaan

Pompa air menjadi bagian penting karena bertugas mengalirkan air dari kolam ikan menuju area tanaman. Gunakan pompa submersible dengan kapasitas yang disesuaikan dengan ukuran kolam dan ketinggian area tanam. Hubungkan pompa dengan pipa PVC atau selang yang sesuai agar air dapat mengalir secara stabil.

Atur posisi saluran masuk sehingga air tersebar merata ke seluruh area tanam dan tidak hanya terkumpul di satu sisi. Periksa setiap sambungan untuk memastikan tidak ada kebocoran. Sirkulasi yang lancar akan membantu membawa nutrisi dari limbah ikan menuju akar tanaman sekaligus mengembalikan air yang telah tersaring ke dalam kolam.

4. Buat Sistem Drainase atau Pengembalian Air

Air yang telah melewati area tanaman harus dapat kembali ke kolam ikan dengan lancar. Karena itu, sistem drainase perlu dirancang sejak awal agar tidak terjadi genangan atau luapan air. Pada sistem berbasis media, pengembalian air dapat menggunakan pipa overflow atau bell siphon yang mengatur naik-turunnya permukaan air.

Pastikan posisi wadah tanaman memungkinkan air mengalir kembali secara alami atau terbantu gravitasi. Lakukan pengujian dengan mengisi sistem menggunakan air bersih sebelum ikan dan tanaman dimasukkan. Perhatikan apakah aliran air berjalan stabil, apakah ada bagian yang tersumbat, serta apakah volume air dalam kolam tetap aman.

5. Lakukan Cycling Sebelum Menebar Ikan

Sebelum memasukkan ikan ke dalam kolam, sistem aquaponik perlu menjalani proses cycling. Tahap ini bertujuan membangun koloni bakteri nitrifikasi yang membantu mengubah amonia dari limbah ikan menjadi nitrit, kemudian nitrat yang dapat dimanfaatkan tanaman. Jalankan pompa dan sistem sirkulasi selama beberapa minggu sambil memantau kualitas air menggunakan test kit.

Pastikan kadar amonia dan nitrit sudah berada pada tingkat yang aman sebelum ikan ditebar. Proses ini penting karena sistem aquaponik yang belum matang dapat membuat ikan mudah stres atau mengalami gangguan akibat kualitas air yang buruk. Kesabaran pada tahap awal membantu menciptakan ekosistem yang lebih stabil.

6. Tanam Sayuran yang Sesuai

Setelah sistem mulai stabil, pilih sayuran yang sesuai untuk ditanam di atas kolam ikan. Sayuran berdaun seperti kangkung, selada, bayam, sawi, dan pakcoy menjadi pilihan yang cukup mudah untuk pemula karena pertumbuhannya relatif cepat dan kebutuhan nutrisinya sesuai dengan sistem aquaponik. Bibit dapat ditempatkan pada media tanam dengan posisi akar memperoleh akses terhadap air dan nutrisi.

Jika sistem sudah lebih matang, tanaman buah seperti tomat dan cabai juga dapat dicoba. Namun, tanaman tersebut umumnya membutuhkan ruang, nutrisi, dan dukungan pertumbuhan yang lebih besar. Sesuaikan jumlah tanaman dengan kemampuan sistem dalam menyediakan nutrisi.

7. Rawat dan Pantau Sistem Secara Rutin

Perawatan rutin diperlukan agar kebun sayur di atas kolam ikan tetap produktif dan ekosistemnya seimbang. Berikan pakan ikan dalam jumlah secukupnya agar tidak banyak sisa yang menumpuk dan mencemari air. Periksa pH serta kadar amonia, nitrit, dan nitrat secara berkala untuk memastikan kondisi air tetap sesuai. Bersihkan filter mekanis apabila mulai dipenuhi kotoran dan singkirkan daun atau akar yang menyumbat saluran air.

Tambahkan air bersih ketika volume berkurang akibat penguapan. Tanaman yang sudah siap dapat dipanen secara bertahap, sementara ikan juga dapat dipanen sesuai ukuran. Dengan pemantauan rutin, sistem dapat berjalan lebih stabil dan menghasilkan ikan serta sayuran secara berkelanjutan.

Pertanyaan Seputar Cara Membuat Kebun Sayur di Atas Kolam Ikan

Apa itu sistem aquaponik?

Aquaponik adalah sistem pertanian berkelanjutan yang mengkombinasikan akuakultur (budidaya ikan) dengan hidroponik (budidaya tanaman tanpa tanah) dalam satu sistem sirkulasi tertutup, di mana kotoran ikan menjadi nutrisi bagi tanaman dan air yang disaring kembali ke kolam ikan.

Apa saja manfaat utama aquaponik?

Manfaat aquaponik meliputi penghematan air hingga 90% dibandingkan pertanian konvensional, efisiensi lahan dengan produksi ganda ikan dan sayuran, ramah lingkungan karena tidak memerlukan pupuk kimia atau pestisida, serta mempercepat pertumbuhan tanaman.

Komponen apa saja yang diperlukan untuk membuat sistem aquaponik?

Komponen utama sistem aquaponik meliputi kolam ikan, media tanam (seperti kerikil atau hidroton), pompa air, sistem perpipaan, dan aerator (opsional namun direkomendasikan untuk oksigenasi).

Jenis ikan dan sayuran apa yang cocok untuk aquaponik?

Jenis ikan yang cocok antara lain nila, lele, atau gurami. Untuk sayuran, pilihan terbaik adalah sayuran daun seperti selada, kangkung, bayam, sawi, atau pakcoy. Tanaman buah seperti tomat atau cabai juga bisa ditanam, namun mungkin memerlukan sistem yang lebih matang.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6