Indonesia Tawarkan Ratusan Blok Migas ke Investor Rusia

Kementerian ESDM menyebutkan, investor Rusia juga mengikuti proses lelang jika tertarik mengembangkan blok migas di Indonesia.

Diterbitkan 04 September 2026, 15:45 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (Kementerian ESDM) menawarkan sejumlah wilayah kerja (WK) minyak dan gas bumi (Migas) ke para investor Rusia. Pengusaha migas Rusia itu ditawarkan mengikuti lelang terhadap lebih dari 100 blok Migas di Tanah Air.

Hal tersebut diungkap Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM, Ahmad Erani Yustika. Dia mengatakan, sektor migas menjadi salah satu topik bahasan. Termasuk upaya pemerintah merayu investor Rusia untuk ikut serta dalam lelang ratusan blok migas RI.

"Kementerian ESDM menawarkan sekian puluh atau sekian ratus, lebih dari seratus blok migas kepada investor-investor dari Rusia jika mereka tertarik untuk mengikuti proses lelang lah ya," kata Erani, ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (4/9/2026).

Kendati begitu, Erani tidak merinci lebih jauh blok migas mana saja yang ditawarkan. Namun, penawaran tersebut disebut menjadi topik yang turut dibahas dalam lawatan Presiden Prabowo Subianto ke Rusia.

"Sebetulnya yang paling pokok itu, nanti Pak Menteri-lah yang lebih pas, biar Pak Menteri (menjelaskan). Kalau kita dari Kementerian ESDM pasti urusannya di situ ya, migas ya," ucap Erani.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengundang para pengusaha asal Rusia untuk berinvestasi dan berkolaborasi dalam pembangunan industri di Indonesia. Pernyataan ini disampaikan Prabowo saat menghadiri Forum Ekonomi Timur (EEF) ke-11 yang berlangsung di Far Eastern Federal University (FEFU), Vladivostok, Rusia, pada Kamis, 3 September 2026.

Buka Jalan Buat Pengusaha Rusia

Dalam forum yang dihadiri oleh kepala negara, pejabat tinggi, dan pelaku usaha, Prabowo menegaskan bahwa Indonesia membuka peluang kerja sama ekonomi yang lebih luas dengan Rusia.

Dia menekankan bahwa kerja sama ini tidak hanya terbatas pada perdagangan, tetapi juga mencakup investasi, produksi bersama, dan pembangunan industri yang dapat memberikan manfaat bagi kedua negara.

"Datanglah ke Indonesia. Bekerjalah bersama kami. Berproduksilah bersama kami. Mari kita membangun industri bersama. Mari kita menciptakan nilai bersama," kata Prabowo.

 

Posisi Strategis Indonesia

Ia juga memperkenalkan posisi strategis Indonesia sebagai pintu masuk ke pasar yang lebih luas di kawasan Asia Tenggara dan Indo-Pasifik.

Menurut Prabowo, pembangunan industri bersama di Indonesia akan memberikan peluang bagi pengusaha Rusia untuk tidak hanya menjangkau konsumen di Indonesia, tetapi juga memperluas pasar ke negara-negara di kawasan.

"Dan dari Indonesia, mari kita bersama-sama menjangkau pasar ASEAN dan Indo-Pasifik yang lebih luas," ujarnya. Peran Danantara dalam Kerja Sama Investasi

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga memperkenalkan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) sebagai salah satu instrumen yang dapat memperkuat hubungan investasi antara Indonesia dan Rusia.

Ia menjelaskan bahwa Danantara merupakan sovereign wealth fund dengan aset kelolaan mencapai USD 1 triliun, yang diharapkan dapat menjadi jembatan untuk menyatukan kepentingan strategis dan modal dari kedua negara.

"Danantara dapat menjadi jembatan tempat pasar modal serta tujuan strategis Rusia dan Indonesia bertemu," jelas Prabowo.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6