Resep Oseng Terong yang Tidak Menyerap Banyak Minyak, Cocok untuk Menu Rumahan Lebih Ringan

0(0)

Resep oseng terong yang tidak menyerap banyak minyak, tetap gurih, lembut, dan nikmat untuk menu rumahan.

Diterbitkan 08 Agustus 2026, 08:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Berikan Rating Untuk Resep Ini

closecheck

Thanks For Rating!

Terima kasih sudah membantu banyak orang dengan ratingmu

Liputan6.com, Jakarta - Terong menjadi salah satu sayuran yang mudah diolah menjadi berbagai hidangan rumahan, salah satunya oseng terong yang gurih, pedas, dan kaya bumbu. Namun, banyak orang menghindari menu ini karena terong dikenal mudah menyerap minyak saat dimasak.

Padahal, dengan teknik memasak yang tepat, Anda tetap bisa menikmati oseng terong yang lezat tanpa harus menggunakan minyak berlebihan. Mulai dari memilih jenis terong hingga mengatur proses memasaknya, semuanya berpengaruh pada hasil akhir hidangan.

Lebih lanjut, berikut resep oseng terong yang tidak menyerap banyak minyak, dilansir Liputan6.com dari berbagai sumber, Selasa (4/8).

Mengapa Terong Mudah Menyerap Minyak?

Terong memiliki jaringan daging yang berongga seperti spons sehingga mudah menyerap cairan, termasuk minyak goreng. Ketika dimasukkan ke dalam wajan berisi minyak panas, rongga-rongga tersebut akan langsung menarik minyak ke dalam daging terong sehingga hasilnya terasa lebih berminyak.

Semakin lama terong dimasak menggunakan banyak minyak, semakin besar pula jumlah minyak yang terserap. Akibatnya, tekstur terong memang menjadi lembut, tetapi kandungan lemak pada hidangan juga meningkat dan rasa segarnya dapat berkurang.

Untuk mengurangi penyerapan minyak, gunakan minyak secukupnya lalu masak dengan api sedang hingga besar agar permukaan terong cepat matang. Anda juga bisa memasukkan sedikit air setelah bumbu ditumis sehingga terong lebih banyak matang karena uap daripada karena minyak.

Resep Oseng Terong yang Tidak Menyerap Banyak Minyak

Bahan-bahan:

  • 2 buah terong ungu ukuran sedang, potong memanjang atau sesuai selera
  • 3 siung bawang putih, iris tipis
  • 5 siung bawang merah, iris tipis
  • 5 buah cabai merah keriting, iris serong
  • 8 buah cabai rawit merah (sesuaikan tingkat kepedasan)
  • 2 buah tomat ukuran kecil, potong-potong
  • 2 lembar daun salam
  • 2 cm lengkuas, memarkan
  • 1 sdm saus tiram
  • 1 sdt kecap manis
  • 1/2 sdt gula pasir
  • Garam secukupnya
  • Kaldu bubuk secukupnya (opsional)
  • 50–80 ml air
  • 2–3 sdm minyak goreng

Cara Membuat:

  1. Cuci terong, lalu potong sesuai selera. Setelah dipotong, rendam selama sekitar 10–15 menit dalam air bersih yang diberi sedikit garam, kemudian tiriskan hingga benar-benar kering.
  2. Panaskan sekitar 2–3 sendok makan minyak. Tumis bawang merah, bawang putih, daun salam, dan lengkuas hingga harum.
  3. Masukkan cabai serta tomat, lalu tumis hingga mulai layu.
  4. Tambahkan saus tiram, kecap manis, gula, garam, dan kaldu bubuk jika digunakan. Aduk hingga bumbu tercampur rata.
  5. Masukkan potongan terong, lalu aduk perlahan agar seluruh permukaannya terbalut bumbu.
  6. Tuangkan air, kemudian tutup wajan selama beberapa menit hingga terong empuk. Cara ini membantu terong matang dengan uap sehingga tidak membutuhkan banyak minyak.
  7. Buka tutup wajan, aduk kembali, lalu masak hingga kuah menyusut dan bumbu meresap.
  8. Koreksi rasa, kemudian angkat dan sajikan selagi hangat bersama nasi putih.

Resep ini menghasilkan oseng terong yang lembut, gurih, dan tetap kaya rasa meski menggunakan minyak dalam jumlah yang relatif sedikit. Tekstur terong tetap empuk tanpa terasa terlalu berminyak sehingga lebih nyaman disantap sebagai lauk sehari-hari.

Tips agar Terong Tidak Menyerap Banyak Minyak

Merendam potongan terong di dalam air garam sebelum dimasak menjadi salah satu cara sederhana yang cukup efektif. Selain membantu mengurangi rasa pahit pada beberapa jenis terong, langkah ini juga membuat jaringan daging terong menyerap lebih banyak air sehingga ruang untuk minyak menjadi lebih sedikit.

Pastikan terong sudah ditiriskan hingga tidak terlalu basah sebelum dimasukkan ke dalam wajan. Terong yang masih meneteskan air dapat menyebabkan minyak memercik, tetapi tetap sebaiknya tidak dibiarkan terlalu lama setelah ditiriskan agar warnanya tidak berubah menjadi kecokelatan.

Gunakan wajan yang permukaannya baik atau antilengket sehingga Anda tidak perlu menambahkan banyak minyak agar masakan tidak lengket. Setelah bumbu harum, manfaatkan sedikit air untuk membantu proses pemasakan sehingga terong menjadi empuk berkat uap panas, bukan karena menyerap minyak.

Kesalahan yang Sering Membuat Oseng Terong Terlalu Berminyak

Salah satu kesalahan yang paling sering dilakukan adalah menggoreng terong hingga benar-benar matang sebelum diolah kembali bersama bumbu. Cara ini membuat terong menyerap minyak dalam jumlah besar sehingga hasil akhirnya terasa sangat berminyak meskipun bumbunya sudah pas.

Kesalahan berikutnya adalah memasak terong terlalu lama dengan suhu yang kurang optimal. Kondisi tersebut dapat membuat terong berada lebih lama dalam proses pemasakan sehingga peluang menyerap minyak menjadi lebih besar. Karena itu, gunakan api sedang agar terong cepat layu dan matang tanpa perlu menambahkan banyak minyak.

Banyak orang juga menambahkan minyak lagi ketika melihat terong mulai tampak kering saat dimasak. Padahal, solusi yang lebih baik adalah menambahkan sedikit air atau kaldu agar proses memasak berlanjut tanpa meningkatkan jumlah minyak di dalam hidangan. Dengan teknik tersebut, oseng terong tetap lembut, bumbu meresap, dan rasanya tetap nikmat tanpa terasa berminyak berlebihan.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Resep Oseng Terong yang Tidak Menyerap Banyak Minyak

1. Apakah terong harus digoreng terlebih dahulu sebelum dibuat oseng?

Tidak harus. Terong dapat langsung ditumis bersama bumbu menggunakan sedikit minyak agar hasilnya tidak terlalu berminyak. Jika ingin tekstur yang lebih lembut, tambahkan sedikit air lalu masak dengan wajan tertutup agar terong matang melalui uap panas.

2. Mengapa terong sering menyerap banyak minyak saat dimasak?

Terong memiliki tekstur daging yang berpori sehingga mudah menyerap cairan, termasuk minyak. Ketika dimasak dengan banyak minyak atau terlalu lama, pori-pori tersebut dapat membuat minyak masuk lebih banyak sehingga hidangan terasa lebih berminyak.

3. Apakah merendam terong dengan air garam bisa mengurangi penyerapan minyak?

Merendam terong dalam air garam dapat membantu menjaga warna dan mengurangi rasa pahit pada beberapa jenis terong. Langkah ini juga dapat membantu mengurangi penyerapan minyak karena terong menyerap air terlebih dahulu, meski teknik memasak tetap menjadi faktor utama.

4. Berapa banyak minyak yang sebaiknya digunakan untuk membuat oseng terong agar tidak terlalu berminyak?

Untuk dua buah terong ukuran sedang, penggunaan sekitar 2–3 sendok makan minyak sudah cukup. Agar terong tetap matang sempurna tanpa tambahan minyak, proses memasak dapat dibantu dengan sedikit air setelah bumbu ditumis.

5. Bagaimana cara membuat oseng terong tetap gurih meski menggunakan sedikit minyak?

Kunci rasa tetap lezat terletak pada penggunaan bumbu yang cukup, seperti bawang merah, bawang putih, cabai, tomat, saus tiram, dan rempah aromatik. Memasak bumbu hingga harum sebelum memasukkan terong juga membantu menghasilkan cita rasa yang lebih kuat meski minyak yang digunakan lebih sedikit.

Berikan Rating Untuk Resep Ini

closecheck

Thanks For Rating!

Terima kasih sudah membantu banyak orang dengan ratingmu