Liputan6.com, Jakarta - Tempe tidak hanya enak digoreng atau ditumis. Bahan sederhana ini juga bisa diolah menjadi menu berkuah yang gurih, pedas, dan kaya rempah. Salah satunya adalah tempe kuah kuning pedas yang cocok disantap bersama nasi hangat.
Kuah kuningnya berasal dari perpaduan kunyit, bawang, kemiri, dan rempah lainnya. Tambahan cabai membuat rasanya semakin menggugah selera, sementara tempe memberikan tekstur lembut sekaligus rasa gurih yang khas.
Resep tempe kuah kuning pedas ini juga cukup mudah dibuat di rumah. Tidak membutuhkan banyak bahan atau teknik memasak yang rumit sehingga bisa menjadi pilihan lauk sederhana untuk menu sehari-hari. Berikut Liputan6.com ulas, Selasa (22/9/2026).
Advertisement
Bahan Tempe Kuah Kuning Pedas
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9354380/original/094120600_1790049274-Gemini_Generated_Image_nq7drinq7drinq7d.jpg)
1 papan tempe, potong kotak atau sesuai selera
5 buah cabai merah keriting
8 buah cabai rawit merah
5 butir bawang merah
3 siung bawang putih
2 butir kemiri
2 cm kunyit
1 cm jahe
1 batang serai, memarkan
2 lembar daun salam
3 lembar daun jeruk
500 ml air
100 ml santan
1/2 sdt ketumbar bubuk
1/2 sdt gula
Garam secukupnya
Kaldu bubuk secukupnya
Minyak untuk menumis
Advertisement
Cara Membuat Tempe Kuah Kuning Pedas
1. Haluskan bawang merah, bawang putih, cabai merah, sebagian cabai rawit, kemiri, kunyit, dan jahe.
2. Panaskan sedikit minyak, kemudian tumis bumbu halus bersama serai, daun salam, dan daun jeruk hingga harum dan matang.
3. Masukkan potongan tempe, lalu aduk perlahan agar tempe terbalut bumbu.
4. Tuangkan air dan masak hingga kuah mulai mendidih serta bumbu meresap ke dalam tempe.
5. Masukkan santan, ketumbar bubuk, gula, garam, dan kaldu bubuk. Aduk perlahan agar santan tidak pecah.
6. Tambahkan sisa cabai rawit utuh jika ingin rasa pedas yang lebih kuat.
7. Masak dengan api kecil hingga kuah sedikit mengental dan tempe terasa empuk. Koreksi rasanya.
8. Angkat dan sajikan tempe kuah kuning pedas bersama nasi putih hangat.
Tips Membuat Tempe Kuah Kuning Pedas
Tempe bisa digoreng sebentar terlebih dahulu sebelum dimasukkan ke dalam kuah. Cara ini membuat teksturnya lebih kokoh dan tidak mudah hancur ketika dimasak.
Untuk rasa pedas yang lebih nendang, jumlah cabai rawit bisa ditambah sesuai selera. Sementara itu, jika ingin kuah yang lebih ringan, santan dapat dikurangi atau diganti dengan sedikit tambahan air.
Advertisement
Pertanyaan Seputar Resep Tempe Kuah Kuning Pedas
1. Apakah tempe perlu digoreng sebelum dimasak?
Tidak wajib. Tempe bisa langsung dimasukkan ke dalam kuah. Namun, menggorengnya sebentar akan membuat tekstur tempe lebih kokoh dan memberikan rasa yang lebih gurih.
2. Apakah santan bisa diganti dengan susu?
Bisa, tetapi rasanya akan berbeda. Santan memberikan rasa gurih khas pada kuah kuning, sedangkan susu menghasilkan rasa yang lebih creamy dan ringan.
3. Bagaimana agar kuah kuning tidak terasa langu?
Pastikan bumbu halus ditumis sampai benar-benar matang dan harum sebelum ditambahkan air. Kunyit dan bumbu lainnya yang belum matang dapat membuat kuah terasa langu.
4. Apakah tempe kuah kuning pedas bisa dibuat tanpa santan?
Bisa. Santan dapat dihilangkan dan jumlah air disesuaikan. Hasilnya tetap gurih dari bumbu, meskipun kuahnya tidak sekental versi bersantan.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9354907/original/059583400_1790065976-cek_fakta_blt_kesra.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355036/original/052934100_1790070144-FALSE__3_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287484/original/056615100_1783229292-bansos_pkh_bpnt.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9353323/original/048061500_1789960533-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-21T101401.683.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9354379/original/081529300_1790049274-Gemini_Generated_Image_gbji8zgbji8zgbji.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3940632/original/006857000_1645419592-caterpillar_6020b_equipina.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355283/original/019472000_1790097211-WhatsApp_Image_2026-09-23_at_00.04.59.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350795/original/061905200_1789630521-ChatGPT_Image_17_Sep_2026__14.15.53.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4647050/original/096680300_1699881296-Tempat_Sampah.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9347871/original/082698900_1789371708-ChatGPT_Image_14_Sep_2026__14.36.52.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9352169/original/056693800_1789732852-Foto_1_credit_WWF-Indonesia_Ilham_Andriansyah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346285/original/094214300_1789120119-file_0000000047f882308af83e40b22f096a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1176605/original/028391000_1458444646-20160319-Earth-Hour-di-kawasan-Bundaran-HI-Fanani-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3929526/original/096494900_1644470631-jesse-schoff-Ph2KtIqKs7c-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349154/original/070984700_1789475303-WhatsApp_Image_2026-09-15_at_7.23.17_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5349953/original/059135700_1757945389-Bapenas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346936/original/048560000_1789222746-WhatsApp_Image_2026-09-12_at_19.50.01.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355112/original/001939300_1790075085-2a6aff15-c888-4bcb-b0fd-6c7c5ee975b9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9347254/original/023222300_1789288131-watermarked_img_11836520581723426035.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355091/original/073542200_1790072894-Gemini_Generated_Image_7voo8y7voo8y7voo.jpg)