Liputan6.com, Jakarta Resep sambal ijo selalu dicari saat kamu ingin menghadirkan cita rasa asli rumah makan Padang. Sambal berwarna hijau ini punya karakter berbeda dari sambal merah pada umumnya, yakni pedasnya tidak terlalu kuat, aromanya segar, dan teksturnya berbutir kasar khas cobek batu. Sepiring nasi hangat berteman ayam goreng atau ikan bakar terasa kurang lengkap tanpa cocolan sambal yang satu ini.
Sambal ijo lahir dari tradisi kuliner Minangkabau di Sumatera Barat. Dilansir dari 196 Flavors, istilah lado mudo berarti sambal hijau dalam bahasa Minangkabau, dan di Padang lebih akrab disebut sambal ijo, dengan bahan khas berupa tomat hijau, cabai hijau, bawang merah, serta rempah.
Lewat panduan ini kamu akan mendapat takaran bahan yang pas, langkah memasak berurutan, plus tips supaya warna sambal tetap hijau dan tidak cepat basi. Teknik dasarnya bisa kamu tiru dari cara membuat sambal ijo ala rumah makan Padang yang sudah teruji.
Advertisement
Sekilas tentang Sambal Ijo Khas Padang
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8974521/original/074422500_1782983167-14038576897206089912.jpeg)
Sambal ijo, atau sambal hijau, adalah pelengkap wajib di meja nasi Padang. Sambal ini juga dikenal sebagai sambal ijo Padang atau lado mudo yang secara harfiah berarti cabai hijau muda, dan menjadi bahan pokok dalam masakan Padang serta Minangkabau. Rasanya cenderung segar, sedikit asam, dan wangi sehingga membangkitkan selera tanpa menutupi rasa lauk.
Pembeda sambal ijo bukan sekadar warnanya. Sambal matah khas Bali disajikan mentah dengan irisan serai dan bawang, sementara sambal merah balado dimasak sampai pekat berminyak. Sambal ijo berada di antaranya: bahannya direbus dulu, diulek kasar, lalu ditumis ringan sehingga teksturnya tetap berbutir dan warnanya hijau kusam alami.
Cita rasa pedas memang mengakar dalam keseharian orang Indonesia. Berdasarkan studi Universitas Gadjah Mada tahun 2018, tercatat ada 322 jenis sambal berbeda di Nusantara, belum termasuk kreasi dapur rumahan yang tak terhitung jumlahnya. Cabai sendiri baru masuk ke Indonesia pada abad ke-16 dibawa para pelaut Portugis dan Spanyol.
Cabai hijau sebagai bahan utama pun bukan cuma sumber rasa pedas. Sebagaimana diungkapkan publikasi di National Library of Medicine, cabai hijau mengandung vitamin A dan C, karotenoid, serta antioksidan, sedangkan sensasi pedasnya berasal dari capsaicin yang dikenal memiliki sifat anti-inflamasi dan termogenik.
Advertisement
Bahan-Bahan Sambal Ijo
Kalau ingin patokan takaran lain sebagai pembanding, kamu bisa melihat resep sambal ijo simple yang perbandingan bahannya mudah diingat. Untuk versi khas Padang ini, siapkan bahan berikut.
Bahan utama:
- 250 gram cabai hijau besar, buang tangkai
- 100 gram cabai hijau keriting
- 10 buah cabai rawit hijau (opsional, sesuaikan tingkat pedas)
- 2 buah tomat hijau ukuran sedang, potong empat
Bumbu dan aromatik:
- 8 siung bawang merah, kupas
- 4 siung bawang putih, kupas
- 2 lembar daun jeruk, buang tulang daunnya
Perasa dan pelengkap:
- 5 sendok makan minyak goreng
- 1 sendok teh garam
- 1/2 sendok teh gula pasir
- 1/2 buah jeruk nipis, ambil airnya
Cara Membuat Sambal Ijo
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8974523/original/020788200_1782983168-5280631822741354669.jpeg)
Merebus atau memblansir cabai selama beberapa menit membuat teksturnya lunak sekaligus meredam rasa mentah sebelum diulek dan ditumis. Hasil akhirnya mirip sambal ijo khas RM Padang yang gurih dan berbutir kasar.
- Cuci bersih cabai hijau besar, cabai keriting, cabai rawit, tomat hijau, bawang merah, dan bawang putih di bawah air mengalir.
- Rebus semua bahan kecuali daun jeruk, garam, gula, dan jeruk nipis selama 5-7 menit hingga cabai layu dan warnanya berubah kusam.
- Tiriskan bahan rebusan sampai benar-benar tidak berair agar sambal tidak cepat basi.
- Ulek kasar semua bahan di atas cobek batu, sisakan tekstur berbutir dan jangan sampai halus.
- Panaskan minyak goreng dengan api sedang hingga benar-benar panas.
- Masukkan daun jeruk, lalu tumis sebentar hingga harum.
- Masukkan sambal yang sudah diulek, aduk rata dengan minyak panas.
- Bumbui dengan garam dan gula, aduk hingga tercampur merata.
- Masak sambil sesekali diaduk hingga minyak naik ke permukaan dan sambal matang, sekitar 10-12 menit.
- Matikan api, siram perasan jeruk nipis, lalu aduk agar aroma segar dan warna hijaunya terjaga.
- Koreksi rasa, kemudian sajikan sambal ijo selagi hangat.
Advertisement
Tips agar Sambal Ijo Maksimal
- Pilih cabai segar: gunakan cabai hijau berwarna cerah dan tidak layu supaya rasa lebih tajam dan aromanya harum.
- Rebus sebentar saja: cukup sampai layu; menambahkan sejumput garam saat merebus membantu menjaga warna hijau.
- Ulek, jangan blender halus: blender membuat sambal terlalu lembut dan warnanya cenderung menghitam.
- Tumis sampai minyak naik: sambal yang masih basah dan kurang matang jauh lebih cepat basi.
- Jeruk nipis di akhir: tambahkan setelah api mati untuk aroma segar sekaligus menjaga warna.
Untuk inspirasi lain, tersedia banyak resep sambal ijo sederhana yang bisa kamu eksplorasi sesuai selera.
Variasi dan Substitusi Sambal Ijo
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9353956/original/065356500_1789984349-Sambal_teri_cabai_hijau.jpg)
1. Sambal ijo teri:
- Tambahkan ikan teri yang sudah digoreng garing ke dalam sambal setelah matang. Teri memberi rasa gurih dan tekstur renyah yang berpadu dengan pedas segar cabai hijau.
2. Sambal ijo tanpa tomat:
- Jika tomat hijau sulit didapat, lewati saja dan andalkan perasan jeruk nipis untuk rasa asam segar. Hasilnya tetap enak meski warnanya sedikit lebih pekat.
3. Cabai pengganti:
- Bagi kamu yang tinggal di luar negeri, jalapeno atau serrano hijau bisa menggantikan cabai hijau besar. Sesuaikan jumlahnya karena tingkat kepedasan tiap varietas berbeda. Beberapa variasi dan tips menyimpannya juga bisa jadi rujukan tambahan.
Advertisement
Menyimpan Sambal Ijo agar Awet
Sambal ijo yang dimasak matang akan lebih tahan lama bila disimpan dengan benar. Kuncinya ada pada tingkat kematangan, kadar air, dan kebersihan wadah.
1. Lama Penyimpanan Sambal Ijo
- Disimpan dalam wadah kedap udara di kulkas, sambal ijo bisa bertahan sekitar 1-2 minggu, bahkan beberapa bulan bila dibekukan. Pastikan sambal sudah dingin sebelum ditutup rapat, dan gunakan sendok bersih setiap mengambilnya. Cara ini juga dipakai pada sambal ijo rumahan supaya tetap segar.
2. Penyebab Sambal Ijo Cepat Basi
- Sambal umumnya cepat basi karena kurang matang, kadar airnya masih tinggi, atau wadahnya tidak steril. Masak sambal sampai minyak naik ke permukaan dan sisakan lapisan minyak tipis agar lebih awet.
3. Menghilangkan Bau Langu Cabai Hijau
- Bau langu bisa diredam dengan merebus atau mengukus cabai sebentar sebelum diulek, lalu menambahkan perasan jeruk nipis saat sambal hampir matang. Kombinasi sederhana ini pula yang bikin sambal pedasnya bikin nagih tanpa aroma mentah.
Dengan takaran yang pas serta teknik merebus dan menumis yang benar, kamu bisa menghadirkan sambal ijo khas Padang yang gurih, wangi, dan tahan lama langsung dari dapur sendiri. Selamat mencoba, dan atur tingkat pedasnya sesuai selera keluarga di rumah.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Resep Sambal Ijo Khas Padang
1. Apa saja bahan utama sambal ijo khas Padang?
Bahan utamanya terdiri dari cabai hijau, bawang merah, tomat hijau, jeruk nipis, garam, dan minyak goreng.
2. Apakah sambal ijo Padang harus dimasak terlebih dahulu?
Ya. Cabai, bawang, dan tomat biasanya direbus atau dikukus sebentar, kemudian diulek dan ditumis hingga matang.
3. Mengapa sambal ijo khas Padang berwarna hijau?
Warna hijau berasal dari penggunaan cabai hijau dan tomat hijau sebagai bahan utama.
4. Bagaimana cara membuat sambal ijo tidak terlalu pedas?
Kurangi jumlah cabai hijau dan tambahkan tomat hijau agar rasa pedas lebih ringan.
5. Apa yang membuat sambal ijo Padang terasa segar?
Perasan jeruk nipis yang ditambahkan setelah sambal matang memberikan rasa segar dan membantu menyeimbangkan rasa gurih serta pedas.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9354030/original/018131800_1789992594-cek_fakta_KM_Virgo_1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5141760/original/081875600_1740382803-IMG-20250224-WA0113.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343335/original/092273200_1788851870-HOAX__12_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5433901/original/080742000_1764906305-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-12-05T103803.223.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9353925/original/015876100_1789983656-Sambal_ijo_Padang.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350795/original/061905200_1789630521-ChatGPT_Image_17_Sep_2026__14.15.53.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4647050/original/096680300_1699881296-Tempat_Sampah.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9347871/original/082698900_1789371708-ChatGPT_Image_14_Sep_2026__14.36.52.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9352169/original/056693800_1789732852-Foto_1_credit_WWF-Indonesia_Ilham_Andriansyah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346285/original/094214300_1789120119-file_0000000047f882308af83e40b22f096a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1176605/original/028391000_1458444646-20160319-Earth-Hour-di-kawasan-Bundaran-HI-Fanani-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3929526/original/096494900_1644470631-jesse-schoff-Ph2KtIqKs7c-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349154/original/070984700_1789475303-WhatsApp_Image_2026-09-15_at_7.23.17_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5349953/original/059135700_1757945389-Bapenas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346936/original/048560000_1789222746-WhatsApp_Image_2026-09-12_at_19.50.01.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5010796/original/017006400_1731931573-20241117_084948.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3518881/original/000279300_1627027346-karbon_un.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9353944/original/088237100_1789983903-20ad3786-d379-483f-8c66-20a4304ca608.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3533195/original/039421500_1628237383-IMG_2295_Fotor.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9345892/original/066805200_1789097484-01M262V8YDYFPQK3K0S1CZGK1P.jpg)