Dua Bulan Lagi, 25 Juta Warga Bakal Dapat Rekening Bank Gratis

Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menuturkan, program rekening bank gratis akan menyasar warga berusia 17 tahun ke atas.

Diterbitkan 05 November 2026, 20:51 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah menargetkan program pembukaan rekening bank gratis dengan saldo awal Rp 50.000 bagi 25,16 juta penduduk dewasa terealisasi dalam dua bulan ke depan. Program tersebut menyasar masyarakat berusia 17 tahun ke atas untuk memperluas akses layanan perbankan dan meningkatkan inklusi keuangan.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah masih mematangkan mekanisme pelaksanaan program tersebut sebelum merealisasikannya.

“Yang rekening gratis masih dalam pematangan. Dalam dua bulan ini akan direalisasikan,” ujar Airlangga dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kamis (5/11/2026).

Airlangga menjelaskan pemerintah menyiapkan saldo awal Rp 50.000 bagi setiap penerima program. Pemerintah menargetkan program tersebut menjangkau 25,16 juta penduduk dewasa.

Saat menjawab pertanyaan wartawan mengenai waktu peluncuran program, Airlangga kembali menegaskan target pelaksanaannya pada tahun ini.

“Tetap di 2026,” kata Airlangga.

25 Juta Warga Bakal Punya Rekening Bank, Dana Disiapkan Rp 1,28 Triliun

Sebelumnya, Pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 1,28 triliun untuk mendukung program pembukaan rekening massal bagi 25 juta masyarakat. Program bertajuk satu orang satu rekening ini ditujukan untuk memperluas akses layanan keuangan, khususnya bagi kelompok masyarakat berpenghasilan rendah.

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan, program tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden untuk meningkatkan inklusi keuangan nasional. Pemerintah menargetkan tingkat inklusi keuangan yang saat ini berada di kisaran 93 persen dapat meningkat hingga mendekati 99%.

"Menindaklanjuti Bapak Presiden, kami siapkan program satu orang satu rekening. dan dengan program satu orang satu rekening ini inklusifitas keuangan kita mendekati 99% pak. Jadi naik dari 93% menjadi 99%," kata Airlangga dalam acara Rakornas TPKAD, di Jiexpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (22/10/2026).

Airlangga menjelaskan, program ini menyasar sekitar 25 juta penduduk berusia di atas 17 tahun yang masuk kelompok desil 1 hingga desil 4. Adapun data calon penerima disiapkan oleh BRI dan bank syariah dengan mengacu pada data pemerintah serta Badan Pusat Statistik (BPS).

 

Setoran Awal

Untuk mendukung pembukaan rekening tersebut, pemerintah akan memberikan setoran awal sebesar Rp 50.000 per orang. Dengan jumlah sasaran mencapai 25 juta orang, kebutuhan anggaran program ini diperkirakan mencapai Rp 1,28 triliun.

Airlangga menegaskan, program satu orang satu rekening tidak sekadar berorientasi pada penambahan jumlah rekening masyarakat. Pemerintah juga ingin memastikan rekening yang dibuka dapat dimanfaatkan untuk mendukung aktivitas ekonomi dan meningkatkan efektivitas penyaluran bantuan.

Melalui akses terhadap layanan perbankan, masyarakat diharapkan memiliki kemudahan dalam menerima bantuan pemerintah sekaligus memanfaatkan layanan keuangan untuk kegiatan produktif.

"Ini kami akan dorong untuk efektivitas penyaluran bantuan dan kegiatan produktif, jadi bukan soal hanya pembukaan rekening,” pungkas Airlangga.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6