Pengguna iPhone Wajib Waspada, Modus FaceTime Bisa Bobol Rekening Bank

Pengguna iPhone perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap modus penipuan baru, yang memanfaatkan fitur FaceTime

Diterbitkan 19 Juli 2026, 12:09 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pengguna iPhone kini perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap modus penipuan baru, yang memanfaatkan fitur FaceTime.

Pelaku kejahatan, bisa menyamar sebagai petugas bank untuk meyakinkan korban agar mengikuti proses "verifikasi data", padahal tujuan akhirnya adalah mencuri informasi perbankan dan menguras saldo rekening.

Modus ini mengandalkan rekayasa sosial (social engineering), bukan celah keamanan di FaceTime itu sendiri. Demikian sebagaimana dikutip dari CNET, Minggu (19/7/2026).

Skema penipuan biasanya diawali dengan pesan singkat atau panggilan telepon, yang mengatasnamakan bank maupun penerbit kartu kredit. Korban diberi tahu bahwa terdapat aktivitas mencurigakan di rekeningnya, atau diminta melakukan verifikasi tambahan.

Setelah korban mulai percaya, pelaku kemudian mengalihkan komunikasi ke panggilan video FaceTime dengan alasan proses verifikasi harus dilakukan melalui video.

Direktur Kebijakan Teknologi Consumer Reports, Justin Brookman, menjelaskan bahwa pelaku memanfaatkan kepanikan korban agar mengambil keputusan secara terburu-buru.

"Mereka menciptakan rasa panik atau situasi yang seolah-olah sangat mendesak agar Anda segera mengambil tindakan. Jika tidak, mereka mengancam akan terjadi sesuatu yang dianggap sangat buruk atau merugikan," ujarnya kepada CNET.

Saat panggilan FaceTime berlangsung, korban biasanya diminta membagikan layar (screen sharing) ketika masuk ke layanan perbankan digital.

Dari proses tersebut, pelaku dapat melihat secara langsung nama pengguna, kata sandi, nomor rekening, hingga kode verifikasi satu kali (OTP) yang diketik korban. Informasi sensitif inilah yang kemudian digunakan untuk mengambil alih akses rekening.

Peringatan dari Apple

Apple mengingatkan pengguna harus mengambil sikap untuk setiap panggilan FaceTime, atau pesan yang datang tanpa diduga sebagai sesuatu yang tidak dapat dipercaya, terutama jika berisi permintaan pembayaran, pengembalian dana, reset kata sandi, atau informasi pribadi.

Perusahaan juga menegaskan bahwa organisasi resmi, termasuk Apple maupun bank, tidak akan meminta kata sandi, kode keamanan, atau data finansial melalui panggilan FaceTime yang tidak diminta sebelumnya.

Agar tak menjadi korban penipuan tersebut, pengguna disarankan tidak membagikan layar kepada pihak yang tidak dikenal, tidak memberikan kata sandi maupun kode OTP kepada siapa pun, serta mengakhiri panggilan apabila seseorang mengaku berasal dari bank dan meminta informasi sensitif.

Jika ragu, tutup panggilan dan hubungi bank melalui nomor layanan pelanggan resmi yang tercantum di situs atau kartu bank.