Harga Tiket Final Piala Dunia 2026 Tembus Rp 35,8 Miliar

Harga tiket melonjak menjelang laga final Piala Dunia 2026 yang mempertemukan Argentina melawan Spanyol.

Diterbitkan 19 Juli 2026, 18:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Harga tiket final Piala Dunia 2026 menjadi sorotan. Pasalnya, harga tiket melonjak menjelang laga final yang mempertemukan Argentina, yang diperkuat Lionel Messi, dengan Spanyol dan bintang mudanya, Lamine Yamal.

Dikutip dari Al Jazeera, Minggu (19/7/2026), kurang dari 24 jam sebelum pertandingan dimulai di New York New Jersey Stadium, harga satu tiket di pasar jual kembali bahkan menembus US$ 2 juta atau sekitar Rp 35,8 miliar (kurs 17.942 per dolar AS).

Pada Jumat (17/7), hampir seluruh tiket tampak telah terjual. Hanya beberapa tiket yang masih tercantum di platform penjualan FIFA dengan harga sekitar US$ 32.000 per lembar.

Sehari kemudian, tidak ada lagi tiket untuk pembelian di menit-menit terakhir yang tersedia di situs tersebut. Namun, tiket di platform jual kembali FIFA masih ditawarkan dengan harga mulai dari sedikit di bawah US$ 10.000 hingga mencapai US$ 2,3 juta.

Final tersebut menjadi puncak dari sebuah Piala Dunia ketika para penggemar rela mengeluarkan uang lebih besar dari sebelumnya demi menyaksikan langsung turnamen empat tahunan tersebut. Tingginya harga tiket bahkan mampu mematahkan keraguan para pengkritik paling skeptis.

Kondisi ini menjadi penutup yang tepat bagi turnamen yang telah menguji batas kesediaan penggemar dalam membayar tiket. Strategi FIFA pun tampaknya membuahkan hasil, meski sebelumnya muncul kekhawatiran terkait pembatasan visa dan gejolak domestik di Amerika Serikat.

“Yang dilakukan FIFA dengan sangat baik adalah memperkirakan seberapa besar permintaan yang ada, karena orang-orang membayar harga yang tidak masuk akal untuk hampir seluruh 104 pertandingan,” kata Scott Friedman, pakar tiket yang sebelumnya bekerja untuk Cleveland Cavaliers.

“Setahun lalu, kami tidak menyangka orang-orang akan bepergian di tengah isu ICE dan berbagai teori konspirasi lainnya. Namun, ini adalah turnamen paling populer di dunia, jauh dibandingkan ajang lainnya secara global. FIFA, menurut saya, patut diapresiasi karena menetapkan harga tinggi dan pada akhirnya orang-orang tetap bersedia membayarnya,” tambahnya.

 

 

Harga Naik, Permintaan Tetap Tinggi

Seiring dengan perluasan turnamen menjadi edisi terbesar sepanjang sejarah dengan melibatkan 48 tim, minat penggemar juga ikut meningkat.

Pada awalnya, harga tiket pertandingan fase grup ditetapkan sebesar US$575 per lembar. Angka tersebut lebih dari dua kali lipat dibandingkan harga tiket pertandingan grup termahal pada Piala Dunia 2022. Namun, sistem penetapan harga dinamis yang diterapkan FIFA membuat banyak pemegang tiket akhirnya membayar jauh lebih mahal.

Pada Rabu, ratusan tiket final masih tersedia di platform FIFA dengan harga sedikit di atas US$7.000. Kondisi tersebut mengejutkan dan memunculkan spekulasi bahwa FIFA mungkin telah menetapkan harga terlalu tinggi.

Namun, menurut Friedman, tiket-tiket tersebut kemungkinan merupakan bagian dari strategi yang dikenal sebagai “slow ticketing”. Praktik ini umum diterapkan dalam ajang-ajang berskala besar, ketika penyelenggara sengaja membatasi jumlah tiket yang dilepas untuk mendorong calon pembeli segera melakukan transaksi.

“Mereka bisa saja bertindak seolah-olah tiket yang tersedia sudah hampir habis, lalu melepasnya sedikit demi sedikit untuk meningkatkan permintaan di pasar,” ujar Friedman, yang juga mengelola Ticket Talk Network, sebuah platform yang membahas mekanisme jual beli tiket untuk berbagai ajang olahraga besar.

“Orang-orang kemudian berpikir, ‘Tinggal tersisa sekian tiket di bagian ini, saya harus membeli sekarang,’” tambahnya.