19 Juli 1952: Benda Menyerupai UFO Diklaim Melintasi Washington D.C

Penampakan UFO di langit Washington D.C pada 19 Juli 1952.

Diterbitkan 19 Juli 2026, 06:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Washington D.C - Beberapa menit sebelum tengah malam, pengawas lalu lintas udara di Bandara Nasional di Washington D.C menyadari beberapa titik aneh di layarnya pada 19 Juli 1952.

Dikutip dari How Stuff Work, Minggu (19/7/2026), ia yakin bahwa tidak ada pesawat yang melintasi area tersebut, sekitar 24 kilometer dari ibu kota, dan langsung menemui atasannya, Harry G. Barnes.

Beberapa kemudian, Barnes menyebutkan kejadian sebut, “Kami langsung menyadari bahwa sesuatu yang aneh sedang terjadi… gerakan pesawat-pesawat itu sangat berbeda jika dibandingkan dengan pesawat biasa.” Ia menambahkan bahwa pergerakan tersebut disertai ledakan kecepatan yang begitu mendadak dan intens, ini membuat radar tidak mampu melacak mereka terus menerus.

Setelah itu, radar lain dari bandara tersebut, Tower Central (yang dirancang untuk mendeteksi jarak pendek, beda dengan Pusat Pengendalian Lalu Lintas Udara–ARTC), ikut mendeteksi ojek-objek asing.

Di Pangkalan Angkatan Udara Andrews, sekitar 16 kilometer ke timur, anggota Angkatan Udara tak percaya saat ia melihat objek asing brwarna oranye terang di langit setelah berputar, berhenti mendadak, lalu melaju pergi dengan kecepatan tinggi. Radar di pangkalan itu juga mendeteksinya.

Pelacakan melalui radar dan penglihatan langsung oleh mata berlanjut hingga pukul 3 pagi waktu setempat. Saat itu, banyak saksi mata di darat maupun udara telah mengamati UFO, dan beberapa kali ketiga perangkat radar itu melacaknya secara bersamaan.

Walaupun berita ini sangat menarik dan menakutkan, ini hanyalah permulaan.

Keesokan harinya, radar kembali mendeteksi UFO saat mereka sedang ‘tampil.’ Salah satu pengamat cuaca AU mereka bergerak memutar dan berbalik arah. Mereka bergerak dengan kecepatan 1,448 kilometer per jam dan juga memancarkan pantulan radar yang persis sama dengan yang dihasilkan oleh pesawat terbag lainnya.

Pada saat pesawat F-94 sedang mengejar sasarannya yang berjarak 16 kilometer, para UFO berbalik dan melesat ke arah pesawat tersebut, lalu mengelilinginya beberapa saat. Sang pilot yang terkejut, Letnan William Patterson langsung menghubungi pangkalan AU Andrews melalui radio untuk bertanya apakah ia haru menembak.

Menurut jawaban seorang juru bicara pers AU, Albert M. Chop,  yang saat itu juga da di tempat kejadian, adalah “keheningan yang membeku… setelah saat yang mencekam itu, para UFO menjauh dan meninggalkan lokasi.”

Ketika masyarakat menuntut jawaban, Angkatan Udara mengadakan konferensi pers terbesar dalam sejarah. Melalui transcript, juru bicara menyampaikan pernyataan yang membingungkan, tapi para wartawan yang sangat menginginkan jawaban menangkap usulan spontan Kapten Roy James bahwa fenomena inversi suhu lah yang menyebabkan titik-titik pada layar radar tersebut. 

James, seorang yang tidak percaya akan UFO, baru saja tiba di Ibu Kota pada pagi itu dan belum ikut serta dalam penyelidikan yang sedang berlangsung.

Walaupun begitu, berita utama di seluruh negara menggemakan pandangan yang diungkapkan dalam Washington Daily News: “Peringatan ‘Piring Terbang’ Ditolak oleh Pentagon; Objek Radar Terletak Kepada Formasi Udara Dingin.”

“Penjelasan” ini sama sekali tidak didukung oleh para saksi yang melihat objek-objek tersebut baik di udara maupun di layar radar. Biro Cuaca AS dalam sebuah pernyataan yang kurang diperhatikan juga menolak teori teori tersebut.

Bahkan, posisi resmi AU yang berhasil mereka samarkan, adalah bahwa objek–objek tersebut adalah “objek tak dikenal.”