Liputan6.com, Jakarta - Nilai tukar rupiah diperkirakan masih bergerak fluktuatif pada perdagangan awal pekan depan di tengah sentimen global yang dipengaruhi perkembangan konflik geopolitik di Timur Tengah dan arah kebijakan suku bunga Amerika Serikat (AS).
Pengamat Ekonomi, Mata Uang, dan Komoditas Ibrahim Assuaibi memperkirakan rupiah berpotensi mengakhiri perdagangan di zona hijau, Senin, 20 Juli 2026 meski pergerakannya masih dibayangi volatilitas pasar.
"Untuk perdagangan Senin depan, mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup menguat di rentang Rp 17.870 - Rp 17.930 per dolar Amerika Serikat," ujar Ibrahim dalam keterangannya, Sabtu (18/7/2026).
Advertisement
Dia menuturkan, pergerakan rupiah masih akan dipengaruhi perkembangan sentimen eksternal, terutama dinamika konflik di Timur Tengah yang berdampak pada harga minyak dunia, serta ekspektasi pasar terhadap kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed).
Selain itu, pelaku pasar juga akan mencermati berbagai data ekonomi global yang berpotensi memengaruhi arus modal ke negara berkembang, termasuk Indonesia. Sementara itu, untuk perdagangan selama sepekan, Ibrahim memproyeksikan nilai tukar rupiah bergerak dalam rentang yang cukup lebar, yakni 17.750 hingga 18.050 per dolar AS.
"Sedangkan dalam perdagangan sepekan di level Rp 17.750 - Rp 18.050," kata dia.
Survei BI Tunjukkan Aktivitas Dunia Usaha Meningkat
Di sisi lain dari dalam negeri, sentimen positif datang dari hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) Bank Indonesia yang menunjukkan aktivitas bisnis meningkat pada kuartal II-2026. BI melaporkan Saldo Bersih Tertimbang (SBT) mencapai 12,97%, lebih tinggi dibandingkan kuartal sebelumnya yang sebesar 10,11%.
Peningkatan tersebut didorong oleh membaiknya kinerja sektor pertanian, kehutanan dan perikanan, konstruksi, pertambangan, serta penyediaan akomodasi dan makan minum seiring momentum Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) dan musim liburan sekolah. Sejalan dengan itu, kapasitas produksi terpakai juga meningkat menjadi 73,8% dari sebelumnya 73,33%.
Â
Pembiayaan Dunia Usaha
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3029352/original/041405400_1579686482-20200122-Penguatan-Rupiah-5.jpg)
BI juga mencatat kondisi likuiditas, rentabilitas, serta akses pembiayaan dunia usaha masih berada dalam kondisi yang baik. Meski demikian, dunia usaha memperkirakan aktivitas pada kuartal III-2026 akan sedikit melambat dengan SBT sebesar 11,75%.
Perlambatan diperkirakan bersifat terbatas karena sejumlah sektor seperti industri pengolahan, perdagangan, konstruksi, dan pertambangan masih diproyeksikan mencatatkan pertumbuhan.
"Dalam survei lain, Prompt Manufacturing Index Bank Indonesia (PMI BI) mencatatkan kinerja industri pengolahan berada di level 51,43% pada kuartal II/2026, lebih rendah dari periode sebelumnya sebesar 52,03%. BI mencatat bahwa PMI BI itu didorong oleh ekspansi (>50%) pada beberapa komponen, seperti Volume Produksi (53,81%), Volume Persediaan Barang Jadi (53,00%), serta Volume Total Pesanan (52,77%),"Â kata dia.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298964/original/044978900_1784188695-Screenshot_2026-07-15_123742bbbb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299928/original/085453400_1784279402-cek_fakta_dana_hibah_prabowo_-_purbaya.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6454660/original/051756600_1779318782-1001276959.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288313/original/005703000_1783311841-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-06T103916.100.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4282588/original/045207500_1672910856-Imbas_potensi_perlambatan_ekonomi_nilai_rupiah_melemah_terhadap_dollar-ANGGA_7.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5484506/original/024457200_1769435277-arsene.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300878/original/067363300_1784417747-000_C2JX6TP.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298206/original/007801400_1784152342-063_2286278842.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260848/original/087679100_1781665562-063_2281975452.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5166509/original/037413000_1742274435-20250318-Latihan_Timnas_Prancis-AFP_4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297435/original/065011900_1784091222-000_C27U8NQ.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2344293/original/044855700_1535517013-20180828-Trump-Dapat-Kartu-Merah-dari-Presiden-FIFA-AP20180828-Trump-Dapat-Kartu-Merah-dari-Presiden-FIFA-AP-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8389880/original/043940700_1782270022-AP26174722689391.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300875/original/054411300_1784416107-000_C2JW4HR.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300879/original/072698600_1784417748-000_C2JX6TK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4350032/original/059095500_1678233390-AP23066634640543.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4875743/original/064820600_1719401843-20240626-Rupiah_Melemah-ANG_6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3337093/original/010245400_1609328702-20201230-Rupiah-Ditutup-Menguat-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3337095/original/079976700_1609328703-20201230-Rupiah-Ditutup-Menguat-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3284616/original/095361400_1604313216-20201102-Hari-ini-Rupiah-Ditutup-melemah-atas-dolar-ANGGA-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4282582/original/062080800_1672910733-Imbas_potensi_perlambatan_ekonomi_nilai_rupiah_melemah_terhadap_dollar-ANGGA_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4282588/original/045207500_1672910856-Imbas_potensi_perlambatan_ekonomi_nilai_rupiah_melemah_terhadap_dollar-ANGGA_7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3291090/original/060643400_1604902998-20201109-Donald-Trump-Kalah-Pilpres-AS_-Rupiah-Menguat-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3029352/original/041405400_1579686482-20200122-Penguatan-Rupiah-5.jpg)