Hartarto Ciputra Kini Genggam 5,81% Saham NASI

Salah satu pemegang saham Wahana Inti Makmur (NASI), Hartarto Ciputra meningkatkan kepemilikan saham dengan membeli saham pada pertengahan Juli 2026.

Diterbitkan 19 Juli 2026, 14:37 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Salah satu pemegang saham PT Wahana Inti Makmur Tbk (NASI), emiten yang bergerak sebagai produsen dan pemasok beras, Hartarto Ciputra menambah kepemilikan saham NASI. Tujuan akumulai saham NASI tersebut untuk investasi.

Mengutip keterbukaan informasi BEI, ditulis Minggu, (19/7/2026), Hartarto Ciputa membeli saham NASI dalam tiga tahap. Pertama, ia membeli 405.300 saham NASI dengan harga Rp 117 sehingga nilai pembelian saham Rp 47,42 juta. Pembelian saham itu dilakukan pada 14 Juli 2026. Kedua, ia membeli 1 juta saham NASI dengan harga Rp 120 per saham pada 15 Juli 2026. Nilai pembelian saham Rp 120 juta. Selanjutnya, ketiga, ia membeli 406.800 saham NASI dengan harga Rp 121 per saham pada 16 Juli 2026. Nilai pembelian saham NASI mencapai Rp 49,22 juta.

Dengan demikian, total nilai pembelian saham itu sekitar Rp 216,6 juta dengan jumlah pembelian saham 1.812.100.

“Tujuan transaksi dengan status kepemilikan langsung,” demikian sepert dikutip dari keterbukaan informasi BEI.

Setelah transaksi, ia memiliki 7,37 miliar saham NASI atau setara 5,81%. Sebelumnya, Hartarto memiliki 7,15 miliar saham NASI atau setara 5,58%.

Berdasarkan data Google Finance, harga saham NASI ditutup stagnan di Rp 121 per saham. Harga saham NASI berada di level tertinggi Rp 122 dan terendah Rp 120 per saham. Nilai kapitalisasi pasar Rp 97,7 miliar.

Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melonjak 1,1% menjadi 6.175,53. Indeks saham LQ45 melompat 2,19%. Sebagian besar indeks saham acuan menghijau. Berdasarkan pantauan, IHSG sudah menguat selama lima hari berturut-turut.

 

Sektor Saham

Menjelang libur akhir pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 6.192,65 dan level terendah 6.079,31. Sebanyak 349 saham menguat sehingga angkat IHSG. 261 saham melemah dan 187 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan saham 2.024.037 kali dengan volume perdagangan saham 29,1 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 16,3 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 17.915.

Mayoritas sektor saham menghijau yang dipimpin sektor saham keuangan. Sektor saham keuangan bertambah 2,34%. Sektor saham consumer nonsiklikal naik 0,27%, sektor saham consumer siklikal bertambah 0,80%, dan sektor saham kesehatan melonjak 0,67%.

Kemudian sektor saham properti naik 0,38%, sektor saham infrastruktur bertambah 0,26%, dan sektor saham transportasi menguat 0,11%. Sektor saham energi turun 0,11%, sektor saham basic merosot 0,50%, sektor saham industri terpangkas 0,45%, dan sektor saham teknologi tergelincir 0,25%.