Investor Asing Beli Saham Rp 442 Miliar Pekan Ini

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali tembus 6.100 di tengah aksi beli investor asing pekan ini. Berikut sentimennya.

Diterbitkan 18 Juli 2026, 18:01 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melonjak signifikan pada perdagangan saham 13-17 Juli 2026. Lonjakan IHSG sepekan itu terjadi di tengah aksi beli saham oleh investor asing.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), Sabtu (18/7/2026), IHSG menguat 4,24% menjadi 6.175,53. IHSG menyentuh level tertinggi 6.192,65 dan terendah 5.898,14 pada pekan ini.

Selain itu, kapitalisasi pasar saham tercatat naik 3,95% menjadi Rp 10.749 triliun dari pekan lalu Rp 10.340 triliun. Transaksi perdagangan saham juga cukup ramai. Rata-rata volume perdagangan saham melesat 27,75% menjadi 26,17 miliar saham dari pekan lalu 20,48 miliar saham.

Selain itu, rata-rata nilai transaksi harian menguat 36,25% menjadi Rp 13,99 triliun dari pekan lalu Rp 10,26 triliun. Total frekuensi perdagangan bertambah 24,60% menjadi 2,33 juta kali transaksi dari pekan lalu 1,87 juta kali transaksi.

Pada pekan ini, investor asing juga mencatatkan aksi beli saham mencapai Rp 442,05 miliar. Kondisi ini berbeda dari pekan lalu, investor asing menjual saham Rp 1,73 triliun.

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji menuturkan, investor asing mencatat aksi beli saham pekan ini salah satunya didorong faktor domestik. Faktor domestik terkuat, menurut Nafan didorong antusiasme pasar menyambut laporan keuangan kuartal II 2026 dan semester pertama III.

Ia melihat investor asing mulai membeli saham kapitalisasi besar terutama di sektor perbankan.

“Investor asing mulai melakukan akumulasi kembali pada saham-saham berkapitalisasi besar (Big Caps) yang memiliki likuiditas tinggi dan fundamental kokoh, terutama di sektor perbankan (big banks seperti BBCA, BBRI, dan BMRI) karena kinerjanya diproyeksikan tetap solid,” ujar dia saat dihubungi Liputan6.com.

 

Sentimen Lain yang Dukung Aksi Beli

Pekan ini, meski investor asing membeli saham, Nafan menuturkan, dana asing yang keluar dari pasar saham mencapai lebih dari Rp 90 triliun sejak awal tahun. Berdasarkan data BEI, investor asing telah mencatatkan aksi jual Rp 75,71 triliun sepanjang 2026.

Namun, Nafan menilai, tekanan jual yang terjadi sebelumnya membuat harga saham blue chip terkoreksi ke level relatif murah.

“Sebagian besar sentimen negatif global sudah cukup banyak price-in (terrefleksi) ke dalam harga saham. Ketika valuasi dirasa sudah undervalued, asing melihat ini sebagai peluang masuk yang menarik untuk bottom fishing,” kata dia.

Faktor lainnya yang mempengaruhi aksi investor asing, menurut Nafan yakni nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menunjukkan tren penguatan dan stabilisasi pada pekan ini.

 

Dipengaruhi Rupiah

Nafan menuturkan, rupiah spot bergerak membaik dan berada sedikit di bawah level 18.000 per dolar AS.

“Stabilitas nilai tukar sangat krusial bagi investor asing, karena mengurangi risiko kerugian kurs (currency risk) saat mereka menanamkan modalnya di pasar domestik,” ujar dia.

Dari perspektif teknikal, Nafan mengatakan, masuknya dana asing ini dipicu oleh IHSG yang berhasil menembus rata-rata pergerakan 20 hari (MA20).

“Indikator momentum seperti Stochastics K-D dan RSI memberikan sinyal positif yang didukung oleh kenaikan volume perdagangan. Sinyal pembalikan tren (trend reversal) inilah yang memicu algoritma dan manajer investasi asing untuk melakukan akumulasi taktis,” tutur dia.