Arsene Wenger: Jeda Hidrasi Piala Dunia 2026 Tidak Ubah Hasil, FIFA Akan Evaluasi

Kepala Pengembangan Sepak Bola Global FIFA, Arsène Wenger, menegaskan jeda hidrasi Piala Dunia 2026 tak pengaruhi hasil, meski menuai kritik. FIFA akan mengeval

OlehThomas
Diterbitkan 19 Juli 2026, 13:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kepala Pengembangan Sepak Bola Global FIFA, Arsène Wenger, menyatakan bahwa kebijakan jeda hidrasi yang diterapkan pada setiap pertandingan Piala Dunia 2026 tidak memengaruhi alur permainan maupun hasil akhir. Pernyataan ini disampaikan di tengah berbagai kritik yang menyoroti dampak jeda tersebut terhadap momentum pertandingan dan aspek komersialnya.

Wenger, yang dikenal sebagai mantan manajer Arsenal, menegaskan bahwa FIFA akan melakukan peninjauan menyeluruh terhadap kebijakan ini setelah turnamen berakhir. Peninjauan tersebut akan menjadi dasar keputusan apakah jeda hidrasi akan dipertahankan dalam kompetisi sepak bola di masa mendatang.

Jeda hidrasi ini diwajibkan oleh FIFA selama tiga menit di pertengahan setiap babak dalam seluruh pertandingan Piala Dunia 2026. Kebijakan ini, yang bertujuan untuk menjaga kesehatan pemain, telah memicu perdebatan di kalangan penggemar dan pelaku sepak bola.

Penegasan FIFA di Tengah Gelombang Kritik

Saat ditanya mengenai dampak jeda hidrasi terhadap pertandingan, Wenger secara lugas menjawab, "Tidak." Ia menambahkan bahwa dari pengamatannya, jeda tersebut tidak terlihat mengubah hasil kompetisi. Wenger menekankan bahwa keberadaan FIFA adalah untuk melayani para penonton sepak bola.

Meski demikian, kebijakan jeda hidrasi tidak diterima secara universal. Banyak kritikus berpendapat bahwa jeda ini mengganggu momentum pertandingan, secara efektif membagi permainan menjadi empat kuarter. Beberapa penggemar bahkan sempat mencemooh jeda ini di awal turnamen.

Pelatih Uruguay, Marcelo Bielsa, menjadi salah satu suara paling kritis, menyatakan bahwa jeda hidrasi tidak memberikan nilai tambah pada sepak bola dan justru merusak esensi budaya olahraga tersebut.

Kebijakan Universal dan Polemik Komersial

Wenger menjelaskan bahwa jeda hidrasi diterapkan secara universal di semua pertandingan, termasuk di lokasi dengan cuaca lebih dingin atau stadion tertutup yang kurang memerlukan jeda tersebut. Penerapan menyeluruh ini didasari oleh kebutuhan medis yang timbul dari pertandingan lain yang dimainkan dalam kondisi panas ekstrem.

Di sisi lain, para kritikus juga menyoroti potensi keuntungan komersial dari jeda ini, yang memungkinkan penyiar mendapatkan keuntungan dari jeda iklan selama lebih dari dua menit. FIFA memang mengizinkan penyiar untuk menayangkan iklan selama jeda hidrasi, namun dengan pedoman ketat.

Pedoman tersebut mengharuskan penyiar untuk kembali ke siaran langsung 30 detik sebelum pertandingan dilanjutkan. Namun, Fox, salah satu penyiar di Amerika Serikat, sempat melanggar aturan ini pada pertandingan pembuka Piala Dunia 2026 dengan kembali ke siaran langsung 10 detik setelah permainan dilanjutkan.

Masa Depan Jeda Hidrasi Akan Ditentukan Kemudian

Meskipun Wenger mempertahankan jeda hidrasi sebagai langkah kesehatan, masa depan kebijakan ini masih belum diputuskan. FIFA berencana untuk meninjau kembali jeda hidrasi secara mendalam setelah turnamen berakhir.

Keputusan mengenai apakah jeda ini akan digunakan dalam kompetisi mendatang akan diambil setelah evaluasi menyeluruh. "Kami akan melakukan analisis mendalam setelah kompetisi," kata Wenger.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Lamine Yamal dan Final yang Akan Menentukan Cara Dunia Mengingatnya

ThomasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan