Miris, Anak Tiga Tahun di Kota Serang Kecanduan Merokok

Sang anak terbiasa memungut sisa rokok kemudian mengisapnya.

Diterbitkan 19 Juli 2026, 20:09 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Miris, seorang anak berusia tiga tahun di Kota Serang, Provinsi Banten, sudah kecanduan merokok. Informasi yang dihimpun, sang orang tua sudah menasehati dan melarang anaknya, namun belum berhasil membuat bocah laki-laki tersebut berhenti merokok.

Dengan segala keterbatasan yang ada, termasuk kondisi ekonomi, kedua orang tua kemudian menghubungi relawan Fesbukbantennews untuk membantu sang anak berhenti merokok.

"Hasil pemetaan sementara menunjukkan perilaku tersebut diduga dipengaruhi oleh faktor lingkungan," ujar Koordinator relawan Fesbukbantennews, Lulu Jamaludin, Minggu (19/7/2026).

Dalam sebuah video, nampak anak laki-laki berusia 3 tahun itu mengenakan kaos berdiri di depan sebuah warung. Di tangan kanannya, memegang sebatang rokok yang kemudian diisap, layaknya orang dewasa.

Sang anak, terbiasa mencari puntung rokok di sekitar rumahnya, kemudian dibakar dan diisap layaknya pria dewasa.

"Anak awalnya meniru kebiasaan merokok yang sering dilihat di sekitarnya dengan mengambil puntung rokok yang masih menyala, lalu mengisapnya. Seiring waktu, kebiasaan itu dilakukan secara sembunyi-sembunyi ketika menemukan puntung rokok yang masih tersisa," terangnya.

Relawan Fesbukbantennews dan Rumah Singgah kemudian berkoordinasi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) melakukan asesmen awal terhadap seorang anak tersebut.

Hasil assessment awal menyatakan bahwa anak terpengaruh lingkungan sekitar yang terbiasa merokok di dekat anak-anak. Di mana anak kecil seusianya rentan menjadi peniru dalam banyak hal. Kemudian, anak-anak juga butuh perlindungan orangtua dan masyarakat sekitar, agar tidak mencontoh hal buruk.

"Hasil asesmen ini akan menjadi dasar pendampingan lanjutan dengan mengedepankan kepentingan terbaik bagi tumbuh kembang anak," jelas pria yang akrab disapa Mang Lulu itu.