Liputan6.com, Jakarta - Nilai tukar (kurs) rupiah kembali tertekan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan Senin. Mata uang Garuda ditutup melemah 44 poin atau 0,24 persen ke level 18.109 per dolar AS, dari posisi sebelumnya 18.065 per dolar AS.
Pelemahan juga tercermin pada kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia. Pada Senin, JISDOR berada di level 18.131 per dolar AS, lebih lemah dibandingkan posisi sebelumnya yang tercatat 18.069 per dolar AS.
Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi mengatakan, tekanan terhadap rupiah dipicu meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah setelah Amerika Serikat dan Iran kembali saling melancarkan serangan rudal dan drone.
Advertisement
"Teheran menargetkan fasilitas AS di negara-negara di seluruh Teluk pada hari Minggu dan mengatakan bahwa mereka telah kembali menutup Selat Hormuz," ujar Ibrahim.
Menurut dia, eskalasi konflik tersebut memunculkan kembali kekhawatiran pelaku pasar terhadap stabilitas kawasan dan berpotensi mengganggu jalur perdagangan energi dunia.
Ibrahim menjelaskan, memanasnya kembali hubungan AS dan Iran juga menimbulkan ketidakpastian terhadap kelanjutan perjanjian sementara yang disepakati kedua negara pada bulan lalu. Kesepakatan tersebut sebelumnya ditujukan untuk membuka kembali Selat Hormuz dan mengakhiri konflik setelah melalui proses negosiasi selama 60 hari.
Â
Suku Bunga The Fed
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4282588/original/045207500_1672910856-Imbas_potensi_perlambatan_ekonomi_nilai_rupiah_melemah_terhadap_dollar-ANGGA_7.jpg)
Penutupan kembali Selat Hormuz dinilai dapat memicu kenaikan harga energi global dan menghidupkan kembali kekhawatiran terhadap lonjakan inflasi. Kondisi ini membuat pasar memperkirakan bank sentral Amerika Serikat atau Federal Reserve (The Fed) akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama.
"Risalah dari pertemuan Fed bulan Juni yang dirilis pekan lalu telah menunjukkan beberapa pembuat kebijakan percaya ada alasan untuk menaikkan suku bunga, sementara para pejabat secara umum menyatakan kekhawatiran yang lebih besar atas tekanan inflasi bahkan ketika kekhawatiran tentang pasar tenaga kerja mereda," ungkap Ibrahim.
Prospek suku bunga tinggi di AS biasanya mendorong penguatan dolar AS dan meningkatkan tekanan terhadap mata uang negara berkembang, termasuk rupiah. Situasi tersebut membuat pelaku pasar terus mencermati perkembangan konflik geopolitik dan arah kebijakan moneter The Fed dalam beberapa waktu ke depan.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5379728/original/080061400_1760356827-20251013_140108.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8519902/original/067689300_1782446978-Tugas__41_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3033050/original/073846700_1580099128-20200127--Melihat-Tes-SKD-CPNS-di-Jakarta-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295706/original/066644800_1783939615-cek_fakta_-_prasetyo_hadi_umumkan_dana_pensiunan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3029352/original/041405400_1579686482-20200122-Penguatan-Rupiah-5.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1411708/original/048619800_1479708636-Iran.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1411598/original/098494900_1479704927-Amerika_Serikat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3491033/original/081375500_1624442715-000_APP2001111319916.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264052/original/051981800_1782069590-Spain_s_Lamine.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8290659/original/010335100_1782151822-063_2282792467.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5244923/original/021052000_1749267836-marc.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8624685/original/076624500_1782618194-000_B8K274B.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8390580/original/090297700_1782270828-AP26174743606446.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294310/original/071433600_1783829242-ar12.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294280/original/068914000_1783828183-063_2285710148.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294767/original/085878900_1783865269-messi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295343/original/020374400_1783926373-Argentina_fans.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290498/original/086362400_1783483404-Egypt_s_Mohamed_Salah__10__and_Argentina_s_Lionel_Messi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9293559/original/029478700_1783736101-campaz.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5544064/original/076972700_1775047218-WhatsApp_Image_2026-03-27_at_13.00.18.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4803210/original/041541900_1713259102-20240416-Pelemahan_Mata_Uang_Rupiah-MER_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4277616/original/049381900_1672400412-Penutupan_Perdagangan_Bursa_Efek_Indonesia_2022-Angga-5.jpg)