Liputan6.com, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) tertekan pada Senin, (13/7/2026). Analis menilai, tekanan rupiah tersebut dipicu ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran yang kembali meningkat.
Mengutip Antara, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS turun 25 poin menjadi 18.090 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level 18.065 per dolar AS.
Berdasarkan data RTI saat dipantau pukul 11.22 WIB, dolar AS berada di kisaran 18.123.
Advertisement
Sementara itu, berdasarkan data google finance, dolar AS menguat terhadap rupiah 0,38% menjadi 18.139.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295172/original/050103200_1783916740-dolar_AS_tembus_18.139-13_Juli_2026.jpg)
“Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS di tengah kembali meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah yang menyebabkan lonjakan pada harga minyak mentah dunia,” ujar Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, dikutip dari Antara.
Mengutip Anadolu, ketegangan regional telah meningkat dalam beberapa hari terakhir di tengah aksi baku serang antara pasukan AS dan Iran.
Pada Minggu, 12 Juli 2926, Iran mengatakan telah melancarkan serangan terhadap situs militer AS di Kuwait, Bahrain, Qatar, Yordania, dan Oman sebagai balasan atas serangan AS terhadap sejumlah target Iran.
Amerika juga melakukan serangan kembali di beberapa wilayah selatan Iran pada Senin pagi hari ini.
Stasiun televisi pemerintah Iran, IRIB, melaporkan beberapa ledakan di Bandar Abbas serta di Sirik, Pulau Qeshm, dan Jask, semuanya di provinsi Hormozgan.
Kantor Berita Mehr juga melaporkan ledakan di kota-kota selatan Bushehr dan Kangan.
Sentimen lain berasal dari data ekonomi penting AS yang akan dirilis besok, yaitu inflasi bulan Juni yang diperkirakan akan turun 0,1% month on month dan 4,2% ke 3,9 % secara year on year.
Berdasarkan sentimen itu, rupiah akan bergerak di kisaran 18 ribu-18.150 per dolar AS.
Rupiah Menguat ke 18.065 per Dolar AS, Cadangan Devisa Jadi Penopang
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3337097/original/098406000_1609328704-20201230-Rupiah-Ditutup-Menguat-6.jpg)
Sebelumnya, nilai tukar (kurs) rupiah ditutup menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Jumat (10/7/2026). Penguatan mata uang Garuda didukung oleh posisi cadangan devisa Indonesia yang meningkat serta komitmen Bank Indonesia (BI) dalam menjaga stabilitas nilai tukar di tengah ketidakpastian pasar keuangan global.
Pada penutupan perdagangan, rupiah menguat 63 poin atau 0,35 persen menjadi 18.065 per dolar AS dari posisi sebelumnya 18.128 per dolar AS.
Sejalan dengan itu, kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia juga menguat menjadi 18.069 per dolar AS dari sebelumnya 18.090 per dolar AS.
Research and Development Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX), Muhammad Amru Syifa, mengatakan fundamental rupiah masih cukup kuat karena ditopang cadangan devisa yang memadai.
"Rupiah masih ditopang oleh cadangan devisa yang memadai serta komitmen Bank Indonesia menjaga stabilitas nilai tukar. Kedua faktor tersebut diharapkan mampu meredam tekanan apabila gejolak di pasar keuangan global kembali meningkat," katanya dikutip dari Antara.
Bank Indonesia mencatat posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Juni 2026 mencapai US$ 145,6 miliar, meningkat dibandingkan akhir Mei 2026 yang sebesar US$ 144,9 miliar.
Menurut Amru, kondisi tersebut memberikan ruang bagi rupiah untuk tetap stabil meski tekanan eksternal masih membayangi.
Advertisement
Data Inflasi AS Jadi Penentu Arah Rupiah Pekan Depan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3284618/original/004329100_1604313218-20201102-Hari-ini-Rupiah-Ditutup-melemah-atas-dolar-ANGGA-4.jpg)
Meski berpeluang melanjutkan penguatan, pergerakan rupiah pada pekan depan diperkirakan masih dibayangi sejumlah sentimen global, terutama rilis data inflasi inti atau Core Consumer Price Index (Core CPI) Amerika Serikat.
Menurut Amru, data tersebut akan menjadi salah satu acuan utama bagi pelaku pasar dalam memperkirakan arah kebijakan suku bunga bank sentral AS atau Federal Reserve (The Fed).
"Sentimen yang akan mempengaruhi pergerakan rupiah pekan depan adalah rilis data Core CPI Amerika Serikat. Jika inflasi inti lebih tinggi dari perkiraan, ekspektasi pasar terhadap suku bunga tinggi The Fed akan kembali menguat. Kondisi tersebut berpotensi mendorong penguatan dolar AS dan memberi tekanan pada rupiah," ungkap Amru.
Sebaliknya, apabila inflasi inti AS lebih rendah dari ekspektasi pasar, dolar AS berpotensi melemah sehingga membuka peluang bagi rupiah untuk melanjutkan penguatan.
Selain data ekonomi AS, pelaku pasar juga akan mencermati perkembangan konflik di Timur Tengah yang berpotensi memengaruhi harga minyak dunia serta minat investor terhadap aset safe haven. Arus modal asing dan langkah stabilisasi yang ditempuh Bank Indonesia juga diperkirakan tetap menjadi faktor penting dalam menentukan arah pergerakan rupiah.
Dengan berbagai sentimen tersebut, nilai tukar rupiah diperkirakan bergerak di kisaran 18.000 per dolar AS hingga 18.128 per dolar AS selama sepekan ke depan.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295088/original/038010600_1783912968-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-13T101127.805.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5548679/original/027938400_1775547751-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-07T112519.017.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8475678/original/062240100_1782386179-cek_fakta_bansos_PKH_-_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294561/original/045730600_1783843861-cek_fakta_-_pemutihan_pajak_kendaraan_gratis_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3337093/original/010245400_1609328702-20201230-Rupiah-Ditutup-Menguat-2.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1411598/original/098494900_1479704927-Amerika_Serikat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1411708/original/048619800_1479708636-Iran.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9293559/original/029478700_1783736101-campaz.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9293974/original/060964700_1783766241-dembele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4887490/original/081442300_1720552745-AP24191690613776.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5247508/original/065942500_1749538198-pildun.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294151/original/003111900_1783815882-000_B9XL63W.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4121792/original/089615500_1660295127-000_DV796670.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294722/original/070659100_1783855098-Lautaro_Martinez.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294841/original/008907800_1783891890-20260712_183218.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294169/original/097035400_1783819062-ing7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261470/original/080593900_1781707583-haaland.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294474/original/094305800_1783838406-063_2285709844.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294171/original/030534100_1783819063-ing9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4875743/original/064820600_1719401843-20240626-Rupiah_Melemah-ANG_6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4477896/original/072602400_1687478218-Miliarder_atau_Orang_Terkaya_Dunia.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4875742/original/093303000_1719401842-20240626-Rupiah_Melemah-ANG_5.jpg)