Diplomasi Kemanusiaan Indonesia: 2.630 Ton Bantuan Telah Disalurkan ke Gaza

Indonesia memperkuat perannya sebagai salah satu aktor penting dalam diplomasi kemanusiaan global.

Diterbitkan 19 Juli 2026, 13:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Washington - Indonesia terus memperkuat perannya sebagai salah satu aktor penting dalam diplomasi kemanusiaan global melalui komitmen berkelanjutan dalam membantu masyarakat Palestina, khususnya di Gaza. Di tengah situasi kemanusiaan yang masih memprihatinkan, bantuan dari pemerintah bersama masyarakat Indonesia terus disalurkan secara konsisten, menjangkau warga yang paling membutuhkan.

Komitmen tersebut kembali mengemuka dalam pertemuan Duta Besar Republik Indonesia untuk Amerika Serikat Indroyono Soesilo dengan Presiden American Near East Refugee Aid (Anera), Sean Carroll, di Washington D.C. pada 17 Juli 2026 lalu.

Dalam pertemuan itu, Sean Carroll menyampaikan apresiasi atas kontribusi Indonesia. Anera dipercaya menjadi mitra penyalur bantuan kemanusiaan Indonesia yang diterima dari berbagai lembaga internasional, antara lain International Labour Organization (ILO), United Nations Relief and Works Agency for Palestine Refugees in the Near East (UNRWA), serta World Food Programme (WFP).

Sejak Oktober 2023 hingga Juni 2026, Indonesia telah mengirimkan lebih dari 2.630 ton bantuan kemanusiaan ke Gaza. Bantuan tersebut meliputi kebutuhan dasar berupa bahan pangan, perlengkapan medis, hingga fasilitas sanitasi. Salah satu misi yang menjadi perhatian dunia adalah operasi airdrop oleh TNI Angkatan Udara menggunakan pesawat C-130 Hercules yang berhasil menyalurkan 91,4 ton bantuan secara langsung ke wilayah terdampak.

Dukungan terhadap Palestina juga datang dari masyarakat Indonesia melalui donasi yang dihimpun oleh berbagai organisasi, seperti BAZNAS, Palang Merah Indonesia (PMI), Dompet Dhuafa, dan Kitabisa. Sinergi antara pemerintah dan masyarakat tersebut menjadi bukti nyata kuatnya solidaritas nasional dalam merespons krisis kemanusiaan global.

Di sektor kesehatan, Indonesia turut menunjukkan kontribusi nyata melalui penugasan Emergency Medical Team yang tergabung dalam Satgas Patriot Husada oleh Mabes TNI sejak September 2024. Tim tersebut bertugas memberikan layanan medis di Kapal Rumah Sakit Terapung milik Uni Emirat Arab bagi korban luka dan masyarakat sipil di Gaza. Pada April 2026, gelombang kelima tim kembali diberangkatkan dengan kekuatan 25 tenaga medis profesional.

 

Dukung Pembangunan SDM Palestina

Selain bantuan darurat, Indonesia juga berkomitmen mendukung pembangunan sumber daya manusia Palestina. Sejak 2025, berbagai program beasiswa dan peningkatan kapasitas telah dijalankan, mulai dari pendidikan di Universitas Pertahanan, program spesialis bedah plastik, pendidikan dokter co-assistant melalui program SHEMIND, hingga pelatihan keterampilan seperti budidaya alpukat sebagai bagian dari upaya membangun kemandirian masyarakat Palestina dalam jangka panjang.

Ke depan, Indonesia juga mendorong penguatan kolaborasi antara Anera dan berbagai organisasi kemasyarakatan di Tanah Air, seperti Forum Zakat, Dompet Dhuafa, Kitabisa, dan WeCare.id. Formalisasi kerja sama tersebut diharapkan mampu meningkatkan efektivitas penyaluran bantuan sekaligus memperluas manfaat bagi masyarakat Palestina.

"Diplomasi kemanusiaan Indonesia lahir dari komitmen yang tulus untuk menghadirkan harapan bagi masyarakat Palestina. Melalui kolaborasi pemerintah, organisasi internasional, dan masyarakat sipil, Indonesia akan terus memperkuat kontribusi nyata bagi perdamaian dan pemulihan kemanusiaan di Gaza," ujar Dubes Ri untuk AS, Indroyono Soesilo.

Rangkaian langkah tersebut menegaskan bahwa solidaritas Indonesia terhadap Palestina bukan sekadar pernyataan politik, melainkan diwujudkan melalui aksi nyata yang berkelanjutan, kolaborasi global, serta kepedulian lintas sektor. Pendekatan ini menjadi cerminan diplomasi Indonesia yang mengedepankan nilai kemanusiaan sekaligus memperkuat kerja sama internasional dalam menghadapi berbagai tantangan global.