Liputan6.com, Jakarta - Akun media sosial @sarjanabackpacker mengunggah informasi mengenai seorang peserta tur asal Madiun bernama Femas yang dikabarkan menghilang saat mengikuti perjalanan wisata ke Korea Selatan.
Dalam unggahannya, pihak travel menyebut peristiwa tersebut menjadi salah satu hal paling berat selama mereka membangun bisnis perjalanan. Mereka mengaku telah bertahun-tahun menjaga reputasi dan membangun kepercayaan dengan mengurus ribuan peserta perjalanan.
“Kami bukan marah karena kehilangan satu peserta. Kami marah karena keputusan satu orang bisa membuat ratusan peserta berikutnya ikut menjadi korban,” tulis akun tersebut, dikutip Minggu (19/7/2026).
Advertisement
Pihak travel juga mengklaim menghadapi risiko denda sebesar Rp 125 juta akibat peserta tersebut meninggalkan rombongan.
Menurut keterangan dalam unggahan itu, Femas sebelumnya tidak menunjukkan tanda-tanda akan meninggalkan rombongan. Ia disebut sebagai sosok yang pendiam dan bahkan berada dalam satu kamar dengan tour leader.
“Tour Leader satu kamar dengannya. Diajak ngobrol. Diajak makan. Diajak jalan. Bahkan ditanya berkali-kali apakah ada kesulitan. Semuanya terlihat normal,” tulis akun tersebut.
Namun, situasi berubah ketika Femas disebut mengatakan ingin melihat-lihat sepatu di kawasan Myeongdong. Setelah itu, ia dikabarkan tidak kembali ke hotel dan tidak lagi dapat dihubungi.
“Tidak pernah kembali ke hotel. Tidak pernah menjawab telepon. Tidak pernah membalas WhatsApp. Tidak pernah memberi kabar,” demikian keterangan dalam unggahan tersebut.
Pihak Travel Mencari Berhari-hari
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4396116/original/019126100_1681533302-Thumbnail_Liputan6.com.jpg)
Pihak travel menyebut tour leader telah berupaya mencari Femas selama berhari-hari, termasuk menghubungi yang bersangkutan berulang kali, menyisir lokasi terakhir, serta melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwenang di Korea Selatan. Namun, upaya tersebut disebut belum membuahkan hasil.
Pihak travel juga mengaku harus menghadapi berbagai persoalan akibat kejadian tersebut, mulai dari berkoordinasi dengan vendor hingga mempertanggungjawabkan masalah itu kepada pihak Korea.
“Kami yang harus menjelaskan ke vendor. Kami yang harus mempertanggungjawabkan ke pihak Korea. Kami yang harus menghadapi risiko denda,” tulisnya.
Dalam unggahan tersebut, pihak travel menyatakan terpaksa mempublikasikan informasi itu agar Femas bertanggung jawab atas keputusan yang telah diambil. Mereka juga meminta masyarakat yang mengenal Femas untuk menyampaikan pesan agar yang bersangkutan kembali ke Indonesia.
“Pulanglah ke Indonesia. Hadapi masalah ini dengan baik. Jangan biarkan begitu banyak orang menanggung akibat dari keputusanmu,” tulis akun @sarjanabackpacker.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301033/original/004849700_1784434276-blt_umkm_-_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298964/original/044978900_1784188695-Screenshot_2026-07-15_123742bbbb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299928/original/085453400_1784279402-cek_fakta_dana_hibah_prabowo_-_purbaya.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6454660/original/051756600_1779318782-1001276959.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4265567/original/088123200_1671429129-000_32L877L.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1409526/original/062736400_1479454522-Korea_Selatan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1373141/original/074592900_1476360640-madiun.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4887995/original/062540200_1720596126-AP24190447290414.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1835329/original/045845000_1516185511-000_PAR2005050159999.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300857/original/062461900_1784401135-000_C2HM8ZP__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297383/original/013136200_1784089246-rodri.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4912240/original/016889500_1723083378-Rafael_Nadal_-AFP__5_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5543975/original/079501300_1775041828-Iran_vs_Nigeria_dan_Bolivia-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295935/original/031909000_1783995386-063_2285696199.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4927256/original/087977600_1724567251-000_36EP2CG.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300006/original/015885500_1784283359-000_C2DB2ZQ.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300004/original/015093400_1784283318-000_C2EH69E.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5550686/original/070108200_1775706650-Barcelona_vs_Atletico_Madrid-06.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300874/original/043662800_1784416104-000_C2JW4HK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298051/original/009602400_1784116903-WhatsApp_Image_2026-07-15_at_4.58.47_PM__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4558040/original/082682200_1693450539-iceland-1307613_1280.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5482681/original/099372800_1769238516-6.jpg)